Penaklukan Hamadzan
Artikel ini perlu ditulis ulang agar memenuhi standar Wikipedia. (Januari 2026) |
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (Januari 2026) |
Penaklukan Hamadzan (Hamadan), merupakan rangkaian pertempuran antara pasukan muslimin Khalifah Rasyidin di masa Khalifah Umar bin Khathab melawan pasukan Persia Sasania di tahun 17 H atau 637 M di utara dari wilayah Kufah setelah Pertempuran Nahawand. Pemimpin pasukan muslimin tertinggi Sa'ad bin Abi Waqqash, mengutus komandannya Nu'man dan Qa'qa menghadapi sisa pasukan persia di wilayah utara. Dalam peperangan sebelumnya Panglima Fairuzan terluka di medan pertempuran. Dia berusaha melarikan diri menuju Hamadzan dan dikejar oleh an-Nu'man bin Muqarrin dan al-Qa'qa yang telah mendahuluinya dengan kekuatan 12.000 personil. Sesampainya di Hamadzan al-Qa'qa' berhasil menyusulnya di tepi pegunungan Hamadzan, kota yang lebih besar dari Nahawand.[1] Di tempat tersebut terdapat banyak kuda-kuda dan keledai yang membawa madu (yang menghalangi jalan). Fairuzan tidak sanggup lagi untuk mendaki dataran tinggi ini disebabkan luka-lukanya yang sangat parah. Akhirya terpaksa Fairuzan berjalan kaki dan bersembunyi di gunung itu. Sementara al-Qa'qa' terus mengejar dan akhirnya berhasil membunuhnya.
Prajurit Islam memberikan komentar mengenai peristiwa ini, "Sesungguhnya Allah memiliki para tentara dari madu, akhirnya mereka berhasil mendapatkan seluruh madu-madu berikut barang-barang yang dibawa kuda-kuda maupun keledai-keledai tersebut hingga tempat ini."[2]
Tempat tersebut kelak dinamakan dengan lembah madu. Setelah itu Qa'qa bergerak mengejar pasukan musuh yang berlari ke Hamadzan. Sesampainya di sana, dia mulai mengadakan pengepungan dari seluruh penjuru, hingga akhirnya pengasa Hamadzan menawarkan untuk berdamai dan Qa'qa menerima tawarannya. Setelah itu Qa'qa beserta pasukannya segera kembali kepada Hudzaifah setelah mereka berhasil menaklukan Nahawan dengan peperangan.[2]
Referensi
- ^ Kennedy, Hugh (2015-08-03). Penaklukan Muslim yang Mengubah Dunia. Pustaka Alvabet. hlm. 219. ISBN 978-602-9193-72-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ a b Agus (Editor), Ibnu Katsir ; Muhammad Ahsan bin Usman (Penerjemah) ; (2021-05-01). Umar Bin Al- Khaththab; Penaklukan Wilayah Syam dan Mesir (Periode Kedua): Seri Sejarah Khulafaur Rasyidin. Hikam Pustaka. hlm. 209. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.