Pendidikan di India

Pendidikan di India adalah penyelenggaraan pendidikan di India yang dirintis sejak masa penjajahan Britania Raya di India dan diteruskan oleh Pemerintah India setelah kemerdekaan India pada tahun 1947.[1] Jenjang pendidikan di India meliputi jenjang pendidikan dasar hingga jenjang pendidikan tinggi yang telah didirikan oleh Parlemen India sejak tahun-tahun awal kemerdekaan India.[1][2] Pemerintah India mengupayakan pencegahan terjadinya kondisi anak yang mengalami putus dari jenjang sekolah pada jenjang pendidikan dasar.

Perintisan

Pendidikan di India telah dirintis sejak wilayah India masih berada dalam kekuasaan penjajahan Britania Raya. Pada tahun 1828, sebuah organisasi bernama Brahmo Samaj didirikan untuk mengadakan kegiatan yang salah satunya berkaitan dengan pendidikan. Brahmo Samaj mendirikan berbagai lembaga pendidikan modern yang menganut paham agama Hindu. Pada tahun 1875, sebuah organisasi lain didirikan di Aligarh untuk mengadakan pendidikan yaitu Kolese Anglo-Oriental. Bidang pendidikan utama yang dirintis oleh Kolese Anglo-Oriental adalah pendidikan Islam yang ditujukan bagi peningkatan pengetahuan teknologi serta pengetahuan agama bagi umat Islam di India.[1]

Setelah India memperoleh kemerdekaan dari Britania Raya pada tanggal 15 Agustus 1947, pengelolaan pendidikan di India dilakukan oleh Pemerintah India. Selama 10 tahun pertama sejak kemerdekaan India, pemerintah mengadakan pendidikan gratis dengan anggaran negara sebesar 11% digunakan hanya untuk bidang pendidikan.[1] Pada tahun 1951, Pemerintah India melalui Parlemen India telah mendirikan lembaga pendidikan mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Perguruan tinggi pertama yang berhasil didirikan di India adalah Institut Teknologi India yang berlokasi di Karagpur.[2]

Pembiayaan

Pemerintah India mengupayakan anak-anak di India memperoleh pendidikan dan mencegah adanya anak yang mengalami putus dari jenjang sekolah utamanya untuk jenjang pendidikan dasar. Karena itu, seluruh biaya pendidikan dasar ditanggung oleh Pemerintah India.[3] Sementara itu, Kebijakan Nasional Pendidikan sejak tahun 1986 menetapkan bahwa pendidikan pada jenjang perguruan tinggi wajib memperoleh sumber pembiayaan secara internal. Karena itu, penyelenggaraan pendidikan pada tingkat perguruan tinggi di India menggunakan biaya yang diperoleh dari para mahasiswa pada tiap perguruan tinggi di India.[4]

Referensi

  1. ^ a b c d Indria, A., dan Charles (Agustus 2025). Perbandingan Pendidikan Islam. Surabaya: Cipta Media Nusantara. hlm. 94. ISBN 9786238639892. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b Ariana, Sunda (Maret 2023). Manajemen Pendidikan. Bantul: Jejak Pustaka. hlm. 153. ISBN 978-623-183-159-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Kuswantoro, Agung (2023). Catatan Harian Mahasiswa Doktoral Manajemen Pendidikan. Jakarta Selatan: Penerbit Salemba. hlm. 158. ISBN 978-623-8078-20-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Putra, Galih R.N. (Januari 2016). Politik Pendidikan: Liberalisasi Pendidikan Tinggi di Indonesia dan India. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 33. ISBN 978-602-433-336-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya