Pengaron, Banjar

Pengaron
Kantor Kecamatan Pengaron
Kantor Kecamatan Pengaron, Banjar
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Selatan
KabupatenBanjar
Kode Kemendagri63.03.09 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS6303100 Suntingan nilai di Wikidata
Peta
PetaKoordinat: 3°17′42.75823″S 115°5′35.70810″E / 3.2952106194°S 115.0932522500°E / -3.2952106194; 115.0932522500
Pertambangan batu bara di Pengaron pada masa Hindia Belanda

Pengaron adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Indonesia.

Jembatan di Pengaron pada tahun 1865 (gambar oleh W. A. van Rees)

Kecamatan Pengaron terdiri dari 12 desa, yaitu:

  1. Alimukim
  2. Antaraku
  3. Ati'im
  4. Benteng
  5. Kertak Empat
  6. Lobang Baru
  7. Lok Tunggul
  8. Lumpangi
  9. Mangkauk
  10. Maniapun
  11. Panyiuran
  12. Pengaron

PASAR PENGARON

Pasar Pengaron dahulu sebelum di desa Benteng terletak di desa Pengaron samping mesjid tua Pengaron Al- Mubarokah, di samping itu dahulu pasar Pengaron. Dan kegiatan pasarnya pada hari rabu dan jumat. Mesjid pada waktu itu masih kecil dan terbuat dari ulin, jika muazzin (orang yang mengumandangkan azan) hendak azan, harus naik tinggi ke menara atas untuk azan tanpa pakai pengeras suara.

Berhubung orang gunung dan orang bukit parkirnya di desa Benteng. Memakai kuda, kelutuk dan jukung untuk membawa barang hasil panennya. Seperti pisang, rempah-rempah dll. Maka berpindahlah pasar Pengaron ke desa Benteng kec. Pengaron kab. Banjar.

Sebelum adanya pasar Pengaron di desa Benteng sekarang ini, dahulunya lagi tempat sanggarahan, dan di jadikan tempat sekolahan SR (sekolah rakyat)/SD. Sanggarahan seperti balai/tempat berkumpul, dan tiang nya terbuat dari kayu ulin besar. Berumahannnya sekitar dua meter lebih tingiinya bahkan bisa dipakai untuk tempat bermain anak-anak jaman dulu.

SR dahulu ada tiga lokal, dinamai ABC. sanggarahan A sanggarahan B sanggarahan C Ditempat itu datu, kai, nini dan julak asli orang kec. Pengaron dahulu sekolah SR/SD. Selain tempat sekolah, disitu juga terdapat sedikit museum, tempat peninggalan Belanda jaman dahulu. Contohnya baju perang (tahan timpas liwar kandalnya ujar yang bekisah), helm perang, dll. Baju perangnya seperti baju daster besar, karena bekas orang asing yang bertubuh besar dan tinggi.

Referensi

Pranala luar


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya