Pengawakerakan

Pengawakerakan[1] adalah teknik memasak untuk menghilangkan dan melarutkan sisa makanan kecoklatan dari wajan atau panci untuk membumbui saus, sup, dan saus.

Saat sepotong daging dipanggang, digoreng, atau disiapkan dalam wajan dengan bentuk panas kering lainnya, endapan gula, karbohidrat, dan/atau protein kecokelatan terbentuk di dasar wajan, bersama dengan lemak yang dihasilkan.

Fond dibiarkan dalam panci enamel putih setelah daging babi menjadi kecokelata.

Dagingnya dibuang dan sebagian besar lemaknya dibuang, menyisakan sedikit cairan daging yang kering dan kecokelatan. Panci dikembalikan ke panas, dan cairan seperti kaldu sayur atau daging, minuman beralkohol, anggur, atau verjus ditambahkan untuk bertindak sebagai pelarut. Susu, bagaimanapun, tidak dianjurkan untuk pengawakerakan, karena dapat mengental bila ditambahkan ke panas tinggi. Pelarut pengawakerakan memungkinkan jurutama masak untuk mengikis bintik-bintik gelap dari dasar panci dan melarutkannya, memasukkan bahan kecoklatan yang tersisa di bagian bawah panci ke dalam saus dasar.

Rasa ditentukan terutama oleh daging, cairan yang digunakan untuk pengawakerakan, dan bahan penyedap atau tahap akhir apa pun yang ditambahkan, seperti aromatik, herba, atau mentega.

Metode ini adalah teknik dasar dari banyak sambal dan saus terkenal. Cairan yang dihasilkan dapat dibumbui dan disajikan sendiri (terkadang disebut jus), atau dengan tambahan sayuran aromatik, seperti bawang bombay atau bawang merah, wortel, dan seledri, atau digunakan sebagai bahan dasar sup. Sausnya juga bisa dikentalkan dengan mengocok mentega, melalui penambahan pati, seperti tepung, tepung jagung, atau garut, atau direbus dengan api yang stabil untuk membentuk reduksi yang kaya dan pekat.

Referensi

  1. ^ "Kamus Tata Boga" (PDF). Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. 2019. hlm. 77. Diakses tanggal 14 Desember 2025. pengawakerakan: n proses membersihkan kerak makanan yang menempel pada wadah masak dengan menggunakan cairan, seperti air, kaldu, atau sari buah (deglazing)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya