Penyangkalan genosida Gaza


Penyangkalan genosida Gaza telah terjadi sejak permulaan genosida Gaza dan mengikuti susunan serupa dengan kasus penyangkalan genosida lainnya.[1][2] Ini meliputi penyangkalan literal, menyangkali fakta pembunuhan massal dan kejahatan lain yang dilakukan oleh pasukan Israel; penyangkalan interpretif; mempersengketakan tanggung jawab Israel atas penghancuran massif; dan penyangkalan implikator, meminimalisasi implikasi politik dan moral dari genosida tersebut.[3]

Taktik

Sejumlah orang yang mengecam genosida Gaza menghadapi penyensoran termasuk kalangan profesional.[4][5]

Retorika

Dalam makalah yang menganalisis persoalan tersebut, ilmuwan politik Omar Shahabudin McDoom mengidentifikasi sepuluh teknik penyangkalan yang ditemukan dalam sorotan media:[1]

  1. "Menyoroti kekerasan skala besar sebagai hak hukum dan tugas moral"—menyelaraskan klaim pertahanan diri dan meminimalisir pihak Israel dalam bentuk penyangkalan interpretatif[1]
  2. Mengarahkan seluruh kesalahan pada Hamas karena memulih perang dan menuduhnya memakaio tameng manusia, sebuah jenis penyangkalan implikatori[1]
  3. Whataboutisme, mengklaim bahwa Israel secara tak adil menerima dakwaan genosida sebagai bagian dari kampanye terorkestrasi yang dimotivasi oleh antisemitisme atau anti-Zionisme dan ditujukan kepada mendelegitimasi negara Israel.[1][6] Contohnya, surat-surat kabar besar seperti The New York Times, Washington Post, dan Wall Street Journal menerbitkan editorial yang menyangkali genosida dan menyebut tuduhan tersebut sebagai “kecabulan moral,” “fitnah darah,” dan “genosida buatan media”.[1]
  4. Kebingungan, memberikan klaim palsu bahwa Israel mengerahkan langkah besar untuk mencegah korban sipil dan memiliki "ratio pembunuhan sipil-kombatan terbaik di dunia"[1]
  5. Mendelegitimasi penuduh, termasuk tuduhan mendukung Hamas dan merupakan antisemit.[1][3][5]
  6. Mengucilkan para musuh Israel sesambil menjunjung dugaan karakter moral tinggi Israel[1]
  7. Melebih-lebihkan ancaman yang dimajukan oleh Hamas[1]
  8. Mengalihkan perhatian dari warga Palestina ke para korban serangan 7 Oktober[1]
  9. Trivialisasi dan normalisasi kekerasan sebagaimana yang terjadi pada masa perang.[1]
  10. Pengalihan strategis yang keliru, menekankan informasi tak relevan seperti pertumbuhan populasi jangka panjang di Gaza[1]

Pada tingkat yang paling ekstrem, para penyangkal menyangkal bahwa Israel melakukan kejahatan perang apapun.[1]

Martin Shaw menulis bahwa para pendukung Israel memakai alasan anti-antisemitisme sebagaimana yang dilembagakan di Amerika Serikat, Jerman, dan negara-negara Barat lain untuk memblok pengakuan genosida tersebut.[2]

Sejumlah cendekiawan hukum berpendapat bahwa Israel memakai penafsiran permisif dari hukum kemanusiaan internasional untuk menyangkal genosida yang terjadi dan membenarkan tindakannya, contohnya membunuh 100 warga sipil untuk satu militan Hamas.[2][7][8]

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n McDoom, Omar Shahabudin (2025). "It's Hamas' Fault, You're an Antisemite, and We Had No Choice: Techniques of Genocide Denial in Gaza". Journal of Genocide Research: 1–18. doi:10.1080/14623528.2025.2556582.
  2. ^ a b c Shaw, Martin (4 March 2025). "Gaza and the Structure of Genocide in Palestine". The Journal of Imperial and Commonwealth History. 53 (2): 416–422. doi:10.1080/03086534.2025.2493304.
  3. ^ a b Shaw, Martin (21 July 2025). "The Dam of Gaza Genocide Denial Has Broken". New Lines Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 10 October 2025.
  4. ^ Skaria, Ajay (1 April 2025). "Gaza and the Unsettling Equality of Academic Freedom". Critical Times. 8 (1): 33–84. doi:10.1215/26410478-11626905.
  5. ^ a b Fassin, Didier (2024). "The Rhetoric of Denial: Contribution to an Archive of the Debate about Mass Violence in Gaza". Journal of Genocide Research: 1–7. doi:10.1080/14623528.2024.2308941.
  6. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Traverso
  7. ^ Luigi Daniele Nicola Perugini Francesca Albanese. Humanitarian Camouflage: Israel Rewrites the Laws of War to Legitimize Genocide in Gaza (Report) (dalam bahasa Inggris). Institute for Palestine Studies.
  8. ^ Sultany, Nimer (9 May 2024). "A Threshold Crossed: On Genocidal Intent and the Duty to Prevent Genocide in Palestine". Journal of Genocide Research: 1–26. doi:10.1080/14623528.2024.2351261.

Templat:Genosida Gaza


Templat:Pembantaian-stub

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya