Perampokan Pulomas 2016
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (Desember 2025) |
| Perampokan Pulomas | |
|---|---|
| Lokasi | Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia 6°10′27.589″S 106°53′13.538″E / 6.17433028°S 106.88709389°E |
| Tanggal | 26 Desember 2016 14.26 – 14.42 (WIB) |
| Sasaran | Keluarga Dodi Triono |
Jenis serangan | Invasi rumah, perampokan, pembunuhan tidak berencana |
| Tewas | 6 orang |
| Luka | 5 orang |
| Pelaku |
|
| Motif | Perampokan |
Pada tanggal 26 Desember 2016, terjadi perampokan di sebuah rumah di Jalan Pulomas Utara, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Perampokan tersebut dilakukan di rumah Dodi Triono, di mana empat perampok merampok dan menyekap semua orang yang ada di rumah pada saat itu di dalam kamar mandi berukuran sempit. Dari peristiwa tersebut, lima orang tewas akibat kehabisan nafas dalam ruangan kamar mandi yang sempit.
Kasus ini mendapat perhatian besar di tingkat nasional. Kurang dari 48 jam setelah kejadian, polisi berhasil menangkap keempat pelaku perampokan. Salah satu pelaku, Ramlan Butarbutar, tewas ketika mencoba melawan penangkapan.
Latar belakang
Rumah tempat kejadian merupakan kediaman keluarga pengusaha Dodi Triono. Lingkungan Pulomas dikenal sebagai area perumahan menengah–atas dengan pengamanan perumahan dan keberadaan penjaga keamanan (satpam). Para pelaku diduga telah mengamati rumah tersebut sebelum beraksi, dengan tujuan melakukan perampokan dan menjarah barang berharga.
Kronologi
26 Desember 2016
Pada sore hari, pelaku utama Ramlan Butarbutar turun dari mobil Suzuki Ertiga yang digunakan kelompok tersebut selama
operasi. Ia kemudian menuju kediaman Dodi Triono dan masuk melalui pintu teralis samping yang kebetulan tidak terkunci pada saat itu. Menurut penjelasan kepolisian, cara ini merupakan modus tetap kelompok Ramlan. Mereka menyasar rumah-rumah yang tampak memiliki celah keamanan, seperti pagar terbuka atau pintu yang tidak digembok. “Begitu pagar rumah orangnya terbuka mereka langsung masuk,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, pada Selasa, 27 Desember 2016.
Setelah berhasil masuk, Ramlan langsung menguasai bagian dalam rumah dan mulai menyekap penghuni yang ada di lantai dasar. Rekaman CCTV memperlihatkan bagaimana para pelaku bersenjatakan pistol dan golok mengumpulkan para penghuni rumah di ruang tengah. Mereka mengintimidasi serta mengarahkan korban agar tidak melawan, sebelum akhirnya menggiring mereka ke sebuah kamar mandi berukuran sekitar 1,5 × 2 meter. Dalam proses tersebut, para pelaku memastikan seluruh orang yang berada di dalam rumah dikumpulkan ke titik yang sama agar tidak ada saksi atau kemungkinan upaya kabur.
Beberapa saat setelah proses penyekapan dan pengumpulan barang berharga selesai, Dodi Triono pemilik rumah tiba di kediamannya. Kedatangannya yang mendadak membuat para pelaku kembali bergerak cepat. Dodi kemudian segera dilumpuhkan dan didorong masuk ke kamar mandi yang sama, bergabung dengan anggota keluarga dan pekerja rumah tangga yang sebelumnya sudah disekap.
Dalam proses ini, Erwin Situmorang berperan sebagai pembantu Ramlan. Ia turut memastikan korban tidak melarikan diri dan membantu menutup akses keluar. Setelah seluruh korban berada di dalam kamar mandi, pelaku menyalakan keran air, membuang kunci, serta merusak gerendel bagian luar untuk memastikan ruangan terkunci rapat. Tindakan tersebut menyebabkan 11 orang terperangkap dalam ruang sempit dan minim ventilasi, kondisi yang kemudian menjadi faktor utama penyebab enam korban meninggal akibat kekurangan oksigen.[1]
Korban Meninggal
- Dodi Triono (59) – Meninggal – Pemilik rumah / orang tua korban – Hipoksia (kekurangan oksigen) setelah disekap 18 jam di kamar mandi 1,5×2 m bersama 10 orang lain; ventilasi minim dan suhu sangat tinggi.
- Diona Arika Andra Putri (16) – Meninggal – Putri pertama Dodi (dari istri kedua) – Sesak napas dan panas ekstrem akibat ruang sangat sempit, oksigen menipis, dan kondisi tubuh melemah.
- Dianita Gemma Dzalfayla (9) – Meninggal – Putri ketiga Dodi (dari istri kedua) – Kolaps akibat kekurangan oksigen; anak kecil lebih cepat mengalami gagal napas dalam kondisi pengap.
- Amalia Calista / Amel (~9) – Meninggal – Teman bermain Gemma – Tidak kuat bertahan dalam ruang sempit dan panas; suplai oksigen menurun drastis.
- Sugiyanto / Yanto – Meninggal – Sopir keluarga – Hipoksia parah serta tekanan fisik akibat berdesakan di ruang kecil, membuat pernapasan makin sulit.
- Tarso (40) – Meninggal – Sopir keluarga – Sesak napas dan overheating (panas berlebih) karena ruang tanpa ventilasi, lembap, dan udara sangat minim.[2]
Korban Selamat
- Emi (41) – Selamat – ART (pembantu rumah tangga) – Posisi lebih dekat pintu, masih mendapat aliran udara.
- Zanette Kalila Azaria (13) – Selamat – Putri kedua Dodi (dari istri kedua) – Fisik cukup kuat, tidak terhimpit terlalu dalam.
- Santi (22) – Selamat – ART, putri Emi – Masih sadar saat ditemukan dan cepat dievakuasi.
- Fitriani (23) – Selamat – Babysitter – berada di posisi yang sedikit lebih longgar.
- Windy (23) – Selamat – Babysitter – Tidak pingsan selama penyekapan, sehingga tetap bisa bernapas.[3]
Tersangka
- Ramlan Butarbutar – Pemimpin komplotan, otak pelaku. Ikut masuk ke rumah dan melakukan penyekapan. Tewas ditembak polisi saat penangkapan.
- Erwin Situmorang – Anggota inti. Ikut masuk dan membantu proses penyekapan korban ke dalam kamar mandi.
- Ius Pane (sering ditulis Yus Pane/Yuspane) – Anggota inti. Melarikan diri setelah kejadian, kemudian ditangkap polisi beberapa hari kemudian.
- Sinaga – Sopir Suzuki Ertiga yang membawa komplotan ke rumah korban. Ikut ditangkap setelah kejadian.
- R (saudara Ramlan) – Tidak ikut dalam aksi langsung, tetapi membantu menyembunyikan para pelaku setelah kejadian sehingga ikut diamankan polisi.
Referensi
- ^ Damarjati, Danu. "Kronologi Lengkap Perampokan Sadis di Pulomas". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-03.
- ^ Damarjati, Danu. "Kronologi Lengkap Perampokan Sadis di Pulomas". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-03.
- ^ Damarjati, Danu. "Kronologi Lengkap Perampokan Sadis di Pulomas". detiknews. Diakses tanggal 2025-12-03.
6°10′27.589″S 106°53′13.538″E / 6.17433028°S 106.88709389°E
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.