Perkolasi
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Februari 2023) |
Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain gaya berat, kekentalan, daya larut, tegangan permukaan, difusi, osmosa, adesi, daya kapiler, dan daya geseran (friksi). Cara perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena aliran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian larutan yang terjadi dengan larutan yang konsentrasinya lebih rendah, sehingga meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi. Selain itu, ruangan di antara serbuk-serbuk simplisia membentuk saluran tempat mengalir cairan penyari disebabkan kecilnya saluran kapiler tersebut, maka kecepatan pelarut cukup untuk mengurangi lapisan batas, sehingga dapat meningkatkan perbedaan konsentrasi.[1]
Latar belakang
Selama lima dekade terakhir, teori perkolasi, model matematika yang luas dari perkolasi, telah membawa pemahaman dan teknik baru untuk berbagai topik dalam fisika, ilmu material, jaringan yang kompleks, epidemiologi, dan bidang lainnya. Misalnya, dalam geologi, perkolasi mengacu filtrasi air melalui tanah dan batuan permeabel. Air mengalir ke penyimpanan air tanah (aquifer).
Perkolasi biasanya menunjukkan universalitas. Konsep fisika statistik seperti teori scaling, renormalization, fase transisi, fenomena kritis dan fraktal digunakan untuk mengkarakterisasi sifat perkolasi. Kombinasi umumnya digunakan untuk mempelajari ambang perkolasi.
Karena kompleksitas yang terlibat dalam mendapatkan hasil yang tepat dari model analitis perkolasi, simulasi komputer biasanya digunakan. Algoritma tercepat saat perkolasi diterbitkan pada tahun 2000 oleh Mark Newman dan Robert Ziff.[2]
Contoh
- Kopi perkolasi, di mana pelarut air, zat permeabel adalah bubuk kopi, dan konstituen larut adalah senyawa kimia yang memberikan kopi warna, rasa, dan aroma.
- Gerakan lapuk materi di atas lereng bawah permukaan bumi
- Cracking pohon dengan kehadiran dua kondisi, sinar matahari dan di bawah pengaruh tekanan.
- Ketahanan jaringan serangan acak dan ditargetkan
- Transportasi media berpori
- Epidemi menyebar
- Permukaan roughening
Referensi
- ^ Academia Edu
- ^ Newman, Mark; Ziff, Robert (2000). "Efficient Monte Carlo Algorithm and High-Precision Results for Percolation". Physical Review Letters. 85 (19). American Physical Society: 4104–4107. arXiv:cond-mat/0005264. Bibcode:2000PhRvL..85.4104N. doi:10.1103/PhysRevLett.85.4104. PMID 11056635. Diakses tanggal 19 November 2013.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.