Peta Kapanca

Peta Kapanca adalah tradisi melumatkan daun pacar pada telapak tangan dan kuku mempelai wanita sehari sebelum berlangsungnya ijab kabul dalam adat suku Bima dan suku Dompu di Pulau Sumbawa.[1][2][3] Pelaksanaan Peta Kapanca biasanya dilakukan oleh ibu-ibu terkemuka maupun oleh tamu undangan wanita secara bergiliran.[4] Peta Kapanca memiliki makna simbolis yaitu sebagai tanda bahwa mempelai wanita akan menjadi seorang istri sekaligus ibu yang mengurus urusan rumah tangga. Bagi para gadis yang belum menikah, Peta Kapanca merupakan percontohan untuk bersiap mengakhiri masa lajang.[2][4]

Tata cara

Ritual Peta Kapanca diawali dengan menghaluskan daun pacar. Setelah itu, daun pacar yang telah dihaluskan kemudian ditempelkan pada kedua telapak tangan mempelai wanita.[5] Bagian telapak tangan yang ditempeli daun pacar termasuk kuku dari mempelai wanita.[2] Penempelan daun pacar hanya boleh dilakukan oleh wanita saja dan dilakukan secara bergiliran.[4] Kegiatan menempelkan daun pacar dilakukan oleh ibu-ibu dari kalangan pemuka adat, tokoh masyarakat, tokoh agama ataupun wanita lain yang menjadi tamu undangan dalam acara ijab kabul.[5][4] Para tamu yang menghadiri ritual Peta Kapanca biasanya membacakan zikir dan barzanji dari buku Syaraful Anam selama berlangsungnya ritual. Setelah Peta Kapanca selesai diadakan, dilakukan pembacaan doa yang mengakhiri ritual. Selama pelaksanaan Peta Kapanca, para tamu undangan diberi jamuan khusus.[2]

Waktu dan lokasi pelaksanaan

Peta Kapanca merupakan ritual khusus yang dilakukan oleh mempelai wanita dari suku Bima dan suku Dompu yang tinggal di Pulau Sumbawa.[5][3] Pelaksanaannya di rumah mempelai wanita yang mengadakan pernikahan adat dari suku Dompu yang beragama Islam dan tinggal di Pulau Sumbawa.[6][3] Peta Kapanca biasanya dilakukan sehari sebelum ijab kabul di rumah mempelai wanita.[6]

Pemaknaan

Peta Kapanca memiliki makna simbolis mengenai pernikahan.[2] Pelaksanaan Peta Kapanca bermakna peringatan bagi mempelai wanita bahwa dirinya dalam waktu yang singkat akan menjadi seorang istri sekaligus ibu yang mengurus urusan rumah tangga. Makna lain dari Peta Kapanca ialah percontohan bagi para gadis yang belum menikah untuk mengikuti tindakan mempelai wanita yang sudah siap untuk mengakhiri masa lajang dan memiliki pasangan hidup.[4]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ Sanjaya dan Sugianto 2022, hlm. 63-64.
  2. ^ a b c d e Suprapto (Desember 2020). Amrulloh, Muh. Asyiq (ed.). Dialektika Islam Dan Budaya Nusantara: Dari Negosiasi, Adaptasi Hingga Komodifikasi. Jakarta: Kencana. hlm. 173. ISBN 978-623-218-721-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ a b c Dewantoro dan Maria 2022, hlm. 12.
  4. ^ a b c d e Sanjaya dan Sugianto 2022, hlm. 64.
  5. ^ a b c Mayana, dkk. (Juli 2021). Halimah, Andi (ed.). Bingkai Kerinduan: Jariah Publishing. Gowa: Jariah Publishing Intermedia. hlm. 78. ISBN 978-623-7940-78-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ a b Dewantoro dan Maria 2022, hlm. 13.

Daftar pustaka

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya