Phyllophaga

Phyllophaga
Phyllophaga
Common Phyllophaga found in Michigan
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Coleoptera
Famili: Scarabaeidae
Subfamili: Melolonthinae
Tribus: Melolonthini
Genus: Phyllophaga
Harris, 1827
Species

> 900

Phyllophaga adalah salah satu genus besar kumbang dari keluarga Scarabaeidae yang berasal dari Benua Amerika dan termasuk dalam subfamili Melolonthinae. Genus ini terdiri atas lebih dari 900 spesies yang tersebar di wilayah Amerika Utara, Tengah, dan Selatan.[1][2]

Dalam bahasa Inggris, kumbang dari genus ini dan beberapa genus lain yang berkerabat sering disebut sebagai May beetles, June bugs, atau July beetles, yang mengacu pada periode kemunculannya di musim panas.[1][2]

Kumbang Phyllophaga memiliki panjang tubuh antara 12 hingga 35 milimeter dan berwarna cokelat kemerahan hingga kehitaman tanpa pola mencolok. Bagian perutnya biasanya ditutupi bulu halus. Kumbang ini bersifat nokturnal(aktif pada malam hari) dan sering tertarik pada sumber cahaya buatan dalam jumlah besar.[2]

Nama Phyllophaga berasal dari bahasa Yunani, yaitu phyllon (φύλλον) yang berarti "daun" dan phagos (φάγος) yang berarti "pemakan", sehingga secara harfiah berarti “pemakan daun”.[1]

Siklus hidup

Siklus hidup Phyllophaga umumnya berlangsung selama sekitar satu tahun, meskipun beberapa spesies dapat memiliki siklus yang lebih panjang tergantung pada kondisi lingkungan.[3]

Betina meletakkan sekitar 60 hingga 75 butir telur selama periode dua minggu pada pertengahan musim panas. Telur berwarna putih dan berbentuk lonjong (sekitar 1,5 × 2,1 mm), kemudian menjadi lebih bulat seiring perkembangan embrio. Setelah sekitar 18 hari, telur menetas menjadi larva berwarna putih (white grubs) dengan panjang sekitar 8 mm, yang kemudian tumbuh hingga mencapai 40 mm.

Larva berwarna putih pucat dengan kepala cokelat kehitaman dan memiliki bintik spirakel di sisi tubuh. Selama tahap pertumbuhannya, larva mengalami dua kali pergantian kulit sebelum memasuki musim dingin. Tahap larva ketiga dapat berlangsung hingga sembilan bulan, kemudian berubah menjadi pupa.

Larva biasanya berhibernasi selama musim dingin, namun dapat menjadi aktif kembali pada hari-hari hangat dan semakin aktif pada musim semi hingga bermetamorfosis menjadi kumbang dewasa.

Pola makan

Kumbang dewasa Phyllophaga merupakan pemakan dedaunan dari berbagai jenis pohon dan semak (chafer). Dalam jumlah besar, mereka dapat menimbulkan kerusakan pada daun tanaman.

Larvanya atau white grubs hidup di dalam tanah dan memakan akar rumput, tanaman hias, dan tanaman pertanian. Larva dewasa dapat mencapai panjang 40–45 mm. Serangan larva sering menimbulkan masalah pada padang rumput, lapangan golf, kebun, dan area pembibitan.

Tanda adanya infestasi antara lain terlihat pada rumput yang pertumbuhannya terhambat atau berubah cokelat saat cuaca kering. Burung pemakan serangga seperti gagak sering mengais tanah untuk mencari larva. Larva umumnya ditemukan tepat di bawah permukaan tanah dalam posisi khas menyerupai tanda koma (,).

Selain merusak rumput, larva Phyllophaga juga dapat menyerang tanaman kebun seperti selada, stroberi, kentang, raspberry, dan pohon muda. Kerusakan pada akar menyebabkan tanaman layu, pertumbuhannya terhambat, atau gugur daun secara dini. Tanaman yang tumbuh berderet sering kali diserang secara berurutan ketika larva berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain.

Dalam beberapa spesies, larva dapat bertahan di dalam tanah selama tiga hingga empat tahun sebelum berubah menjadi kumbang dewasa.

Predator dan parasit

Beberapa serangga menjadi parasit atau predator alami bagi Phyllophaga. Lalat dari famili Pyrgotidae diketahui mengejar kumbang dewasa saat terbang dan meletakkan telur di bawah sayap keras (elytra). Setelah menetas, larva lalat menembus tubuh kumbang, memakan jaringan dalam tubuhnya, dan menyebabkan kematian inangnya sebelum bermetamorfosis.

Lalat lebah (Exoprosopa fasciata) juga diketahui menjadi parasit larva Phyllophaga di dalam tanah. Larva lalat ini memakan larva kumbang dan kemudian berubah menjadi pupa di dalam sel larva mati, bertahan selama musim dingin.

Beberapa spesies tawon parasitoid dari famili Pelecinidae, Scoliidae, dan Tiphiidae juga diketahui menyerang larva Phyllophaga. Selain itu, sejumlah amfibi dan mamalia kecil, seperti sigung dan tikus tanah, memakan larva ini sebagai bagian dari rantai makanan alami.

Etimologi

Nama genus Phyllophaga berasal dari bahasa Yunani phyllon (φύλλον) yang berarti "daun" dan phagos (φάγος) yang berarti "pemakan". Nama tersebut mengacu pada kebiasaan makan kumbang dewasa yang mengonsumsi daun tanaman.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b c enature. "May Beetles Cycle". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-16. Diakses tanggal 2010-12-10.
  2. ^ a b c BugGuide. "Genus Phyllophaga - May Beetles - BugGuide.Net". Iowa State University. Diakses tanggal 2010-12-10.
  3. ^ "June Beetle / June Bug - North American Insects & spiders" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-08.

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya