Puyuh-siul dulit
| Puyuh-siul dulit
| |
|---|---|
| Rhizothera dulitensis | |
| Status konservasi | |
| Rentan | |
| IUCN | 22728242 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Galliformes |
| Famili | Phasianidae |
| Genus | Rhizothera |
| Spesies | Rhizothera dulitensis Ogilvie-Grant, 1895 |
| Tata nama | |
| Dinamakan berdasarkan | Gunung Dulit |
| Sinonim takson | Rhizothera longirostris dulitensis |
| Distribusi | |
| Endemik | Malaysia |
Puyuh-siul dulit ( Rhizothera dulitensis ), telah dianggap sebagai subspesies khas dari puyuh-siul selanting, seekor burung dalam keluarga Phasianidae, atau burung pegar. Hewan ini endemik di Kalimantan,[2] di mana ia tampak terpisah secara ketinggian dari subspesies yang dicalonkan, dan sekarang sering dianggap sebagai spesies utuh, Rhizothera dulitensis. Hal ini kurang diketahui, langka, dan belum tercatat sejak tahun 1937.[3]
Keterangan
Puyuh-siul Dulit berumur 30 panjangnya cm. Seperti ayam hutan paruh panjang, warnanya sebagian besar berwarna coklat kemerahan, dengan lingkar dada abu-abu lavender, paruh panjang, hitam, melengkung, dan kaki kuning. Berbeda dengan puyuh-siul selanting, pita dada berwarna abu-abu dua kali lebih lebar, dan bagian bawahnya berwarna keputihan, bukan oranye terang.[4]
Sebaran dan habitat
Puyuh-siul ini terbatas di hutan pegunungan rendah di pegunungan Kalimantan. Ini pertama kali tercatat di Gunung Dulit dan kemudian ditemukan di Gunung Murud dan Gunung Batu Song, semuanya di Sarawak utara.[4] Dua spesimen dikumpulkan oleh Everett di Gunung Kinabalu di Sabah pada tahun 1895, tetapi sejak itu belum tercatat lagi di negara bagian tersebut.[3]
Status dan pelestarian
Orenstein dkk. (2010) menyatakan bahwa ayam hutan mungkin terancam punah akibat degradasi habitat dan perburuan, dan prioritas konservasi yang penting adalah penemuan kembali burung tersebut.[3] BirdLife International menganggap bahwa populasinya mungkin mengalami penurunan yang cepat karena perusakan dan degradasi habitat, dan status taksonominya harus diselidiki.[5]
Referensi
- ^ BirdLife International (2016). "Rhizothera dulitensis". 2016: e.T22728242A94976330. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22728242A94976330.en. ;
- ^ Phillipps, Quentin; Phillipps, Karen (2011). Phillipps' Field Guide to the Birds of Borneo. Oxford, UK: John Beaufoy Publishing. ISBN 978-1-906780-56-2.
- ^ a b c Orenstein et al. (2010).
- ^ a b Smythies & Davison (1998).
- ^ BLI species factsheet.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.