Qasidah Burdah

Qasidah Burdah
Al-Kawākib ad-Durriyyah fī Madḥ Khairul-Bariyyah
Manuskrip Burdah koleksi Perpustakaan Koleksi Khusus, Universitas Michigan nomor manuskrip Isl. Ms. 228.
PengarangImam Busiri
NegaraMesir
BahasaArab
SubjekSelawat

Qasidah Burdah (bahasa Arab: قصيدة البردة, translit. Qaṣīdah al-Burdah, har. 'Kasidah Jubah') merupakan syair pujian pendek kepada Nabi Islam, Muhammad, yang ditulis oleh Syarafuddin Abu Abdullah Muhammad bin Sa'id ash-Shanhaji, yang juga dikenal sebagai al-Bushiri. Beberapa sumber menyebutkan bahwa syair ini aslinya berjudul lengkap Al-Kawākib ad-Durriyyah fī Madḥ Khairul-Bariyyah (الكواكب الدريَّة في مدح خير البرية, Kemilau Surgawi dalam Pujian Sebaik-baik Ciptaan), dan kemudian dikenal dengan nama Bur'ah (البُرأة) yang bermakna "kesembuhan" atau "kebebasan".[1][2] Syair ini dikaitkan dengan kisah kesembuhan Bushiri dari kelumpuhan, setelah menulis syair ini dan bermimpi bertemu Muhammad, yang menghadiahkan jubahnya kepada Bushiri.[3]

Syair ini berisi pujian-pujian keagungan Muhammad sebagai seorang nabi utusan Allah, mengisahkan kelahiran dan kehidupannya, perihal cinta kasih dan pengendalian hawa nafsu, doa-doa, pujian terhadap Al-Quran, kisah Isra' dan Mi'raj, dan seruan perjuangan dakwah.[4] Hal-hal tersebut disampaikan melalui format panegirik pujian dalam bahasa Arab Klasik. Umumnya, syair ini dibaca dalam ragam momen, beberapa dengan pengharapan pemberkahan (tawasul) kepada Allah melalui pujian kepada Muhammad.[4] Karena ketenarannya, serta riwayat-riwayat yang menyebutkan manfaat membacanya, syair ini menyebar dengan cepat ke seantero dunia Muslim, bahkan mengalahkan Qasidah Burdah yang lebih awal dikarang oleh Ka'b bin Zuhayr.[5][3][2] Dalam konteks negara-negara Muslim, seperti Indonesia, syair ini dibaca di sejumlah masjid dan pondok pesantren tradisional dalam momen peringatan Maulid Nabi Muhammad, bersama dengan syair-syair pujian lain, seperti al-Barzanji.[6]

Bait-bait dalam syair ini juga digunakan sebagai kaligrafi penghias di ragam bangunan karya arsitek Muslim di berbagai zaman, utamanya era Utsmaniyah, maupun ditulis dalam ragam kaligrafi manuskrip dan lukisan.[2] Karena persebaran ini juga, bait dalam syair ini juga telah diterjemahkan ke dalam ragam bahasa yang digunakan oleh umat Muslim di seluruh dunia.[5]

Komposisi

Manuskrip Burdah berkaligrafi milik Sultan Qaitbay. Koleksi Perpustakaan Chester Beatty Library.

Burdah terdiri dari sepuluh bab dengan total keseluruhan 160 bait, tiap bait beritme sama satu sama lain. Beberapa tradisi pembacaan dilakukan dengan diselingi bait maulāya ṣalli wa-sallim dā'iman abadān, 'ala ḥabībika khairil-khalqi kullihimi (مولاي صل وسلم دائما أبدا على حبيبك خير الخلق كلهم; Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu rahmat takzim dan keselamatan atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk), baik antara baitnya, atau hanya tiap pergantian bab saja. Tiap bait dalam Burdah diakhiri dengan huruf م (mīm), suatu gaya yang disebut dengan istilah mīmiyyah dalam kajian ilmu Qawafi.

Adapun sepuluh bab dalam syair ini memiliki tema-tema tersendiri, yaitu:

  • Rayuan cinta dan pengaduan rindu
  • Bahaya hawa nafsu
  • Pujian kepada Muhammad sebagai pemimpin para rasul
  • Kelahiran Muhammad
  • Mukjizat Muhammad
  • Keistimewaan dan pujian kepada Al-Quran
  • Isra Mikraj
  • Perjuangan dakwah Muhammad
  • Tawassul dengan Muhammad
  • Munajat dan memohon hajat

Referensi

  1. ^ Clouston, W. A. (William Alexander) (1881). Arabian poetry for English readers (dalam bahasa Inggris). Glasgow, Priv. Print. [MʻLaren and Son, printers]. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  2. ^ a b c Açıl, Berat (September 2024). "Portraying multilingualism in Ottoman literary culture: Qasidat al-burdah translations in ornamented manuscripts". postmedieval. 15 (3): 819–845. doi:10.1057/s41280-024-00332-3.
  3. ^ a b Stetkevych, Suzanne Pinckney (2006). "From Text to Talisman: Al-Būsīrī's Qasīdat al-Burdah (Mantle Ode) and the Supplicatory Ode". Journal of Arabic Literature. 37 (2): 145–189. doi:10.1163/157006406778660331.
  4. ^ a b Irawan, Aguk (25 November 2018). "Bid'ah Indah Maulid Nabi: Kitab Puisi". Alif.ID. Diarsipkan dari asli tanggal 2025-05-01. Diakses tanggal 1 Mei 2025.
  5. ^ a b Ghali, Walid (2022). Gallien, Claire; Bin Tyeer, Sarah R. (ed.). Poems in Praise of the Prophet (madīḥ) as a Citizen of the Literary World. Edinburgh University Press. hlm. 113–138. ISBN 978-1-4744-8408-4.
  6. ^ Sperl, Stefan, ed. (1996). Qasida Poetry in Islamic Asia and Africa: 1. Classical Traditions & Modern Meanings. Middle East and Islamic Studies - Book Archive pre-2000. Leiden Boston: Brill. ISBN 978-90-04-53940-2.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya