RWY Larassumbogo


R. W. Y. Larassumbogo adalah seorang seniman Jawa yang berfokus pada pengembangan seni karawitan dan pedalangan. Ia lahir di Yogyakarta dan dikenal sebagai tokoh aktif dalam pengembangan kesenian Jawa pada pertengahan abad ke-20.

Kehidupan

Pada masa kecilnya, R. W. Y. Larassumbogo bernama R. Suharjo. Ia lahir pada tanggal 7 Juli 1884 di Kampung Peleman, Sindunegaran, Yogyakarta. Ayahnya, R. Sosrosindujoyo, adalah seorang pegawai istana yang bertugas di bidang minuman, sedangkan ibunya bekerja sebagai pedagang. Neneknya bernama KRT Sindunegoro. Keluarga Larassumbogo dikenal di kampung Sindunegaran. Saat kecil, ia gemar bermain musik karawitan dan sering menonton wayang. Tak jarang, ia menggantikan pengrawit (penabuh gamelan) yang sedang beristirahat saat pagelaran wayang. Selain berlatih di Yogyakarta, Larassumbogo juga pernah belajar karawitan di Kemlayan, Surakarta, selama 20 tahun. Ia menikah dengan Ni Sariyah selama 19 tahun sebelum bercerai pada 1924. Pada 1925, ia menikah lagi dengan Rr. Mujiah.

Sejak kecil, R. W. Y. Larassumbogo menunjukkan minat di bidang karawitan. Bahkan saat usianya belum mencapai 10 tahun, ia sudah sering tampil dalam pagelaran wayang sebagai penabuh gamelan. Sejak saat itulah Larassumbogo belajar karawitan. Ia kemudian belajar karawitan kepada KRT Purbaningrat. Pada tahun 1896, ia diterima magang di Kraton Yogyakarta sebagai calon pegawai bidang karawitan. Pada tahun 1904, R. Suharjo diangkat menjadi abdi dalem wiyaga punakawan dengan pangkat jajar dan dianugerahi nama Larassumbogo. Lalu pada tahun 1910, ia naik pangkat menjadi bekel anem, dan naik lagi menjadi bekel sepuh pada tahuun 1917. Pada tahun 1934, berdiri studio radio swasta, MAVRO (Mataramsche Vereniging voor Radio Omroep), maka R. Lurah Larassumbogo ikut bekerja kepada MAVRO. Pada zaman penjajahan Jepang di Yogyakarta, kesenian karawitan mengalami kelesuan karena sulitnya kehidupan rakyat dalam bidang ekonomi. Saat masa-masa kemerdekaan, Larassumbogo ikut terlibat di bidang seni dengan menggabungkan diri pada studio radio perjuangan yang kemudian menjelma menjadi Radio Republik Indonesia Yogyakarta.

Sejak kecil, R. W. Y. Larassumbogo telah menunjukkan minat dalam bidang karawitan. Bahkan sebelum berusia 10 tahun, ia sudah sering tampil dalam pagelaran wayang sebagai penabuh gamelan. Ia kemudian belajar karawitan kepada KRT Purbaningrat. Pada tahun 1896, Larassumbogo diterima magang di Kraton Yogyakarta sebagai calon pegawai bidang karawitan. Tahun 1904, R. Suharjo diangkat menjadi abdi dalem wiyaga punakawan dengan pangkat jajar dan dianugerahi nama Larassumbogo. Pada tahun 1910, ia naik pangkat menjadi bekel anem, kemudian menjadi bekel sepuh pada tahun 1917. Tahun 1934, ketika berdiri studio radio swasta MAVRO (Mataramsche Vereniging voor Radio Omroep), R. Lurah Larassumbogo bekerja di sana. Pada masa pendudukan Jepang di Yogyakarta, kesenian karawitan mengalami kelesuan akibat kesulitan ekonomi masyarakat. Saat masa kemerdekaan, Larassumbogo terlibat dalam bidang seni dengan bergabung di studio radio perjuangan yang kemudian menjadi Radio Republik Indonesia Yogyakarta.

Karya

R. W. Y. Larassumbogo menerbitkan buku berjudul Titi Laras Gending Ageng dalam tiga jilid pada tahun 1953 melalui Noordhoff Kolf NV. Jilid I memuat 30 gendhing slendro pathet nem dan 61 gendhing slendro pathet sanga, termasuk 18 karya asli Larassumbogo. Jilid II berisi gendhing-gendhing berlaras pelog, sedangkan jilid III memuat gendhing-gendhing berlaras slendro dan pelog. Total seluruh gendhing dalam ketiga jilid tersebut berjumlah 450 macam. Dalam penyusunannya, Larassumbogo dibantu oleh R. Murtejo dan Adisunjoyo.[1]

Referensi

  1. ^ Moeljono (1985). RWY LARASSUMBOGO Karya dan Pengabdiannya (PDF). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 12–43. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya