Rabana Chhaya
Rabana Chhaya adalah salah satu bentuk pertunjukan wayang kulit yang berkembang di India, khususnya dari Negara Bagian Odisha di India timur .
Sejarah
Rabana Chhaya secara harfiah berarti 'bayangan Rahwana', dan dinamai demikian sesuai dengan nama tokoh antagonis utama dalam epos Ramayana. Lirik yang dipakai dalam lakon pewayangan ini diambil dari kumpulan lirik dan syair berbahasa Odia, Bichitra Ramayana karya penyair Odia terkenal, Biswanatha Khuntia.[1][2] Namun, ada yang berpendapat bahwa rabana chhaya sebenarnya dinamai berdasarkan tokoh protagonis utama, yakni Rama itu sendiri, salah satu reinkarnasi Dewa Wisnu.[3]
Boneka wayang
Boneka yang digunakan pada pertunjukan rabana chhaya terbuat dari kulit rusa. Panjangnya berkisar antara 6 inci, tingginya bisa mencapai 2 kaki tingginya dan dipasang pada tiang bambu. Pertunjukan lengkap membutuhkan sebanyak 700 boneka dengan beberapa boneka yang digunakan untuk menggambarkan keragaman suasana hati karakter individu.[2] Terdapat pula boneka-boneka bagi karakter pendukung, seperti boneka yang melambangkan warga suatu desa atau wilayah.
Boneka-boneka rabana chhaya umumnya dibiarkan demikian, dalam artian tidak diwarnai, tidak memiliki sendi dan memiliki perforasi yang menyesuaikan figur dan kostum mereka. Boneka-boneka ini diperlakukan secara seremonial, diupacarai sebelum pertama kali digunakan. Apabila sudah usang dan tak lagi layak digunakan, akan dikremasi (pralina) untuk kemudian abunya disebar di sungai.[3]
Fitur lain dari wayang ini adalah bentuk boneka Rahwana-nya jauh lebih besar dibandingkan dengan Rama. Boneka-boneka wayang ''rabana chhaya'' memang penting. Namun, yang paling penting adalah kemampuan dalang untuk menampilkan sajian pertunjukan yang mengesankan.[4]
Pertunjukan

Dalang memanipulasi dan memainkan boneka menggunakan tongkat bambu terbelah yang membentang di tengah boneka. Dalang memperbesar bayangan dengan membawa boneka menjauhi layar,[5][6] dan mendekatkan boneka tersebut ke layar untuk memperkecil bayangan, memberikan efek dramatisasi tambahan.
Pertunjukan rabana chhaya selalu dilakukan pada malam hari, dengan bayangan boneka diproyeksikan ke tirai putih berlatar belakang cahaya lampu minyak. Pertunjukan dimulai dengan memecahkan kelapa dan dengan doa kepada dewa Hindu Rama dan Ganesha . Kisah pertunjukan ini diceritakan secara lisan dalam bentuk prosa oleh seorang narator yang disebut gayak. Gayak saat bertugas diiringi oleh dua penyanyi. Para pemain secara tradisional berasal dari komunitas Bhata dan nyanyian tersebut diiringi oleh alat musik termasuk ramatali ( kastanyet), kabuji (simbal) dan khanjani, sejenis rebana.[5][6]
Dialog dan lagu-lagu dalam pertunjukan ini diiringi oleh musik berirama yang hidup yang menggabungkan unsur-unsur musik rakyat dan musik Odissi klasik.[7] Pertunjukan wayang hanya memiliki sedikit tarian atau adegan pertarungan, aksinya dibatasi oleh sifat boneka yang tidak memiliki sendi, tetapi efek dramatisnya ditingkatkan dengan penggunaan bahasa puitis, musik, dan tema-tema religius yang dinarasikan.[6][8] Pertunjukan durasi panjang bisa memakan waktu seminggu penuh dengan satu malam untuk masing-masing tujuh kanda Ramayana. Namun, dalam beberapa tahun terakhir pertunjukan telah dipersingkat menjadi hanya beberapa jam saja.[9]
Pengaruh dan perubahan
Pertunjukan wayang di Asia Tenggara diperkirakan muncul dari pengaruh India seiring masuk dan berkembangnya ajaran Hindu dan Buddha. Ada yang memperkirakan+ bahwa seni wayang yang identik sebagai budaya Jawa, berakar dari rabana chhaya.[10] Dalam beberapa tahun terakhir, Wayang telah mengalami perubahan baik dalam konten maupun pertunjukannya, dengan menaikkan isu-isu sosial dan kesehatan kontemporer yang juga membentuk tema-tema pertunjukannya.[11] Sebagai bentuk seni yang langka, berbagai upaya telah dilakukan di bawah Pusat Seni Nasional Indira Gandhi, Delhi untuk menghidupkan kembali rabana chhaya dan mempromosikannya. [11]
Lihat pula
- Chadar Badar, seni pertunjukan boneka masyarakat Santhal di India
- Gopalila, seni pertunjukan boneka lainnya, dari Odisha
- Kathputli, seni pertunjukan boneka dari Rajasthan
- Nokkuvidya pavakali,seni pertunjukan boneka dari Kerala
- Sakhi kandhei, seni pertunjukan boneka dari Odisha
- Tholpavakoothu, seni pertunjukan boneka boneka dari Kerala dan Tami Nadu
- Tholu bommalata', seni pertunjukan boneka di Andhra Pradesh
- Togalu gombeyaata, seni pertunjukan boneka di negara bagian Karnataka
- Wayang, pertunjukan boneka Indonesia yang terinspirasi oleh boneka India
Referensi
- ^ Williams, Joanna Gottfried (1996). The Two-headed Deer: Illustrations of the Rāmāyaṇa in Orissa. Berkeley: University of California Press. hlm. 39–40. ISBN 9780520080652.
- ^ a b "Ravana Chhaya". Sangeet Natak Akademi. Diakses tanggal 16 Januari 2014.
- ^ a b Law, Jonathan (2011). The Methuen Drama Dictionary of the Theatre. London: Bloomsbury Methuen. hlm. 415. ISBN 9781408131480.
- ^ Kapoorv, Subodh (2002). Indian Encyclopaedia, Volume 1. Delhi: Cosmo Publications. hlm. 5860. ISBN 9788177552577.
- ^ a b Ghosh, Sampa (2006). Indian Puppets. New Delhi: Abhinav Publications. hlm. 72–72. ISBN 9788170174356.
- ^ a b c "RAVAN CHHAYA". Diakses tanggal 16 January 2014.
- ^ Stanton, Sarah (1996). The Cambridge Paperback Guide to Theatre. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 305. ISBN 9780521446549.
- ^ Brandon, James R. (1993). The Cambridge Guide to Asian Theatre. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 107. ISBN 9780521588225.
- ^ Williams, Joanna Gottfried (1996). The Two-headed Deer: Illustrations of the Rāmāyaṇa in Orissa. Berkeley: University of California Press. hlm. 39–40. ISBN 9780520080652.Williams, Joanna Gottfried (1996). The Two-headed Deer: Illustrations of the Rāmāyaṇa in Orissa. Berkeley: University of California Press. pp. 39–40. ISBN 9780520080652.
- ^ Varadpande, Manohar Laxman (1987). History of Indian Theatre, Volume 1. New Delhi: Abhinav Publications. hlm. 75. ISBN 9788170172215.
- ^ a b "From flicker to glow". The New Indian Express. 22 May 2011. Diarsipkan dari asli tanggal January 16, 2014. Diakses tanggal 16 January 2014.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.