Ras Jawa

Ras Jawa (bahasa Inggris: Javanese Race)[1] adalah sebuah klasifikasi ras manusia yang digunakan oleh para antropolog untuk mengidentifikasi manusia yang berasal dari selatan Sundaland (pulau Jawa) dan tersebar hingga ke wilayah-wilayah lain sejauh Madagaskar maupun Kepulauan Karibia di Amerika Latin.[1] Di negara Singapura, Ras Jawa merupakan salah satu klasifikasi ras yang resmi dan biasanya dicantumkan pada kartu identitas atau kartu anda penduduk (KTP) Singapura.

Contoh Kartu Tanda Penduduk (KTP) Singapura dengan Ras Jawa sebagai identitas resmi (pria)

Sejarah

Kerangka Manusia Jawa, ditemukan di Trinil pada tahun 1891

Charles Darwin berpendapat bahwa umat manusia bisa jadi berasal dan berevolusi di Afrika, karena menurutnya, di sanalah kera besar seperti gorila dan simpanse hidup. Bagaimanapun, sekalipun Darwin telah memaparkan gagasannya, tetapi klaim tersebut diajukan olehnya tanpa adanya bukti fosil otentik apapun yang dapat diteliti keabsahannya. Otoritas ilmiah lainnya tidak setuju dengannya, seperti Charles Lyell, seorang ahli geologi, dan Alfred Russel Wallace, yang memikirkan teori evolusi yang serupa pada waktu yang sama dengan Darwin. Karena baik Lyell maupun Wallace percaya bahwa manusia lebih dekat kekerabatannya dengan siamang atau kera besar lainnya, mereka mengidentifikasi Asia Tenggara Maritim sebagai tempat lahir manusia karena di sinilah kera-kera ini hidup. Ahli anatomi Belanda Eugène Dubois memiliki ketertarikan tersendiri akan teori yang terakhir, dan berusaha untuk mengkonfirmasinya.[2]

Penemuan Dubois dan Koenigswald di Trinil adalah sisa-sisa hominid tertua yang pernah ditemukan, beberapa ilmuwan juga berpendapat bahwa Manusia Jawa Dubois adalah bentuk peralihan potensial antara manusia modern dan nenek moyang yang sama dengan kera besar lainnya yang juga menjadi nenek moyang Ras Jawa secara general.[3][2]

Referensi

  1. ^ a b Yates, Edmund Hodgson, ed. (1879). Time (dalam bahasa Inggris). Vol. 7.
  2. ^ a b Swisher, Carl C. III (2000). Java Man: How Two Geologists Changed Our Understanding of Human Evolution [Manusia Jawa: Bagaimana Dua Ahli Geologi Mengubah Pemahaman Kita tentang Evolusi Manusia] (dalam bahasa Inggris). Chicago: University of Chicago Press. ISBN 978-0-226-78734-3.
  3. ^ Schwartz, Jeffrey H. (2005). The Red Ape: Orangutans and Human Origins (dalam bahasa Inggris). Cambridge: Westview. ISBN 978-0-8133-4064-7.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya