Rohden Fabri Sitorus

Op. Samuel Doli
Pdt. Rohden Fabri Sitorus M.Th
Pdt. Rohden Fabri Sitorus M.Th
Pendeta Ressort HKBP Cibubur
Masa jabatan
2023–2026
Sebelum
Pendahulu
Pdt. P. Naibaho S.Th
Pengganti
Pdt. A. Aritonang M.Th (Plt Pendeta Ressort HKBP Cibubur)
Informasi pribadi
Lahir17 Juni 1964 Porsea, Toba, Sumatera Utara
Meninggal31 Mei 2026 (umur 61 tahun)
RSUD Ciracas, Cibubur, Jakarta Timur
MakamMakam keluarga, Porsea, Toba, Sumatera Utara
2°27′44.1″N 99°10′42.0″E / 2.462250°N 99.178333°E / 2.462250; 99.178333
Suami/istriRonauli Marintan br Situmorang
Anak5
PekerjaanPendeta HKBP
Dikenal karenaPendeta di Huria Kristen Batak Protestan
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Pdt. Rohden Fabri Sitorus, M.Th adalah seorang pendeta yang melayani di Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Selama sekitar 35 tahun, ia mengabdikan diri dalam pelayanan gerejawi, pendeta jemaat, dosen teologi, dan pembina mahasiswa teologi di berbagai unit pelayanan HKBP. Menurut sejumlah kesaksian dari rekan pelayanan dan warga jemaat, Pdt. Rohden Fabri Sitorus, M.Th dikenal sebagai pendeta yang memiliki komitmen tinggi dalam pelayanan gerejawi serta dekat dengan jemaat. Ia merupakan putra dari Gr. Lucius Sitorus, seorang Guru Huria yang pernah melayani di HKBP.

Kisah Hidup

Kehidupan awal dan Keluarga

Rohden Fabri Sitorus lahir di Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pada 17 Juni 1964. Ia merupakan putra dari Gr. Lucius Sitorus, seorang Guru Huria HKBP.

Nama Rohden Fabri diambil dari nama dua tokoh Rheinische Missionsgesellschaft (RMG), yaitu Ludwig von Rohden (1815–1889) dan Friedrich Fabri (1824–1891). RMG merupakan lembaga misi Protestan Jerman yang berperan dalam kegiatan pekabaran Injil di berbagai wilayah dunia pada abad ke-19. Lembaga misi ini juga yang mengutus misionaris Jerman, termasuk Ludwig Ingwer Nommensen, yang kemudian berperan penting dalam perkembangan Kekristenan di Tanah Batak.

Menurut keterangan keluarga, pemberian nama tersebut berkaitan dengan pengalaman ayahnya Gr. Lucius Sitorus saat menghadapi sidang ujian akhir untuk menjadi Guru Huria HKBP. Dalam sidang tersebut, Gr. Lucius Sitorus mendapat pertanyaan mengenai tokoh-tokoh penting dalam sejarah misi RMG dan guru besar Nommensen lalu Gr. Lucius Sitorus menjawab dengan menyebut nama Ludwig von Rohden dan Friedrich Fabri. Setelah berhasil menjawab dan lulus ujian lalu ia diangkat menjadi Guru Huria HKBP (pada jaman dahulu yang sudah berkeluarga bisa mengikuti sekolah guru huria karena kurangnya minat menjadi pelayan gereja di masa itu), dan disaat bersamaan istri Gr. Lucius Sitorus boru Sinaga sedang mengandung.

Gr. Lucius Sitorus bernazar bahwa apabila anak yang sedang dikandung istrinya lahir anak laki-laki, maka akan diberi nama dari kedua tokoh tersebut dan pada 17 Juni 1964 lahirlah anaknya laki-laki, ia menepati nazarnya dengan memberikan nama Rohden Fabri Sitorus. Menurut riwayat keluarga, Gr. Lucius Sitorus pertama kali menikah dengan boru Manurung dan dari pernikahan tersebut lahir seorang anak laki-laki. Setelah boru Manurung meninggal dunia, ia menikah dengan boru Sinaga dan dikaruniai enam orang anak yang terdiri atas lima laki-laki dan satu perempuan. Rohden Fabri Sitorus lahir dari pasangan Gr. Lucius Sitorus dan boru Sinaga.

Masa kecil Rohden Fabri Sitorus dijalani dalam kondisi ekonomi yang sederhana. Sebagai bagian dari keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, ia telah terbiasa menghadapi berbagai tantangan sejak usia dini. Menurut keterangan keluarga, ketika masih kecil ia pernah menderita penyakit kulit yang cukup serius hingga tubuhnya dibalut dengan daun pisang sebagai bagian dari upaya perawatan tradisional yang dilakukan saat itu. Dalam kondisi tersebut, Gr. Lucius Sitorus dan istrinya br. sinaga membawa putranya ke gereja pada malam hari untuk didoakan. Dalam doanya, ia kembali bernazar bahwa apabila anaknya dipulihkan dari penyakit tersebut, ia akan mengarahkan Rohden Fabri Sitorus untuk menjadi pelayan gereja (pangula huria). Rohden Fabri Sitorus kemudian berangsur pulih dari penyakitnya. Kisah tersebut dikenang keluarga sebagai salah satu peristiwa penting dalam perjalanan hidupnya dan dipandang sebagai awal dari panggilan pelayanannya sebelum menempuh pendidikan teologi dan memasuki pelayanan gerejawi.

Ketika Rohden Fabri Sitorus masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, ibunya meninggal dunia karena sakit. Sejak saat itu, ia dan saudara-saudaranya menjalani masa pertumbuhan tanpa kehadiran ibu kandung. Setelah wafatnya boru Sinaga, Gr. Lucius Sitorus kemudian menikah dengan D. br. Tambunan dan dari pernikahan tersebut lahir tiga orang anak yang terdiri atas dua laki-laki dan satu perempuan. D. br. Tambunan yang kemudian turut membesarkan Rohden Fabri Sitorus beserta saudara-saudaranya hingga dewasa. Oleh karena itu Rohden Fabri Sitorus berasal dari keluarga besar yang memiliki sepuluh orang bersaudara, terdiri atas delapan laki-laki dan dua perempuan.

Riwayat Pendidikan

Rohden Fabri Sitorus menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Sitoluama, Laguboti (1970–1976), kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Laguboti (1976–1980) dan SMA Negeri 2 Balige (1980–1983). Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi teologi pada Sekolah Tinggi Theologia HKBP Pematangsiantar dan memperoleh gelar Sarjana Theologia (S.Th) Pada tahun 1989. Selanjutnya, ia meraih gelar Magister Teologi (M.Th) dari Sekolah Tinggi Theologia Abdi Sabda Medan dan lulus pada tahun 2005.

Tahbisan

Pada tanggal 02 Mei 1993, Pdt. Rohden Fabri Sitorus M.Th ditahbiskan menjadi pendeta HKBP oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. P.W.T. Simanjuntak. Tahbisan tersebut menandai dimulainya pelayanan kependetaan penuh di HKBP.

Kehidupan pribadi

Pdt. Rohden Fabri Sitorus M.Th Bersama cucunya Samuel di Gereja HKBP Cibubur Tahun 2025

Pada tahun 1993, Pdt. Rohden Fabri Sitorus M.Th menikah dengan Ronauli Marintan br. Situmorang yang berasal dari Pematangsiantar, Sumatera Utara. Pertemuan mereka bermula ketika Pdt. Rohden Fabri Sitorus M.Th menjalani masa pelayanan sebagai calon pendeta di HKBP Siantar Sawah. Hubungan tersebut kemudian berlanjut hingga keduanya menikah pada tahun 1993. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai lima orang anak, yang terdiri atas empat anak laki-laki dan satu anak perempuan, yaitu Christian Sitorus, Yosua A. E. Sitorus, Grace L. A. br. Sitorus, Prince Andrew A. Sitorus, dan David Martin Doli Sitorus. Keluarga tersebut kemudian bertambah dengan kehadiran seorang menantu, Y. br. Simanjuntak, serta seorang cucu bernama Samuel R. X. Sitorus.

Dalam tradisi masyarakat Batak, kelahiran cucu pertama menandai penggunaan panggoaran, yaitu perubahan nama diambil dari nama cucu tertua. Oleh karena itu, Pdt. Rohden Fabri Sitorus M.Th juga dikenal dan dipanggil dengan sebutan “Op. Samuel Doli”, yang berasal dari nama cucunya tersebut.

Kehidupan keluarga Pdt. Rohden Fabri Sitorus M.Th berlangsung seiring dengan berbagai penugasan pelayanannya di lingkungan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Riwayat Pelayanan di HKBP

• Calon Pendeta di HKBP Aek Badak, Ressort Tanjung Medan. Distrik I Tabagsel – Sumbar (1990–1992)

• Calon Pendeta di HKBP Siantar Sawah. Distrik V Sumatera Timur (1992-1993)

• Pendeta Ressort di HKBP Adian Nangka. Distrik VI Dairi (1993–1997)

• Dosen di Sekolah Guru Huria Seminarium Sipoholon (1997–2002)

• Dosen di Sekolah Tinggi Bibelvrouw HKBP (2002–2004)

• Bapak Asrama di Sekolah Tinggi Theologi HKBP Pematangsiantar (2004–2006)

• Pendeta Ressort di HKBP Bahjambi. Distrik V Sumatera Timur (2006–2014)

• Pendeta Ressort di HKBP Simpang Penara. Distrik XXIX Deli Serdang (2014–2018)

• Pendeta Ressort di HKBP Jalan Pelajar. Distrik X Medan - Aceh (2018–2023)

• Pendeta Ressort di HKBP Cibubur, Distrik VIII DKI Jakarta (2023–2026)

Wafat

Pdt. Rohden Fabri Sitorus M.Th meninggal dunia pada 31 Mei 2026 di RSUD Ciracas, Jakarta Timur, pada usia 61 tahun, beberapa minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-62. Pada hari yang sama, ia masih menjalankan tugas pelayanannya dengan menyampaikan khotbah dalam ibadah Minggu pagi di HKBP Cibubur sebelum kemudian meninggal dunia pada pukul 11.29 WIB.

Setelah disemayamkan, rangkaian acara penghormatan terakhir dan prosesi adat dilaksanakan di GSM Gloria Gereja HKBP Cibubur, sedangkan acara penutupan peti diselenggarakan di Gereja HKBP Perumnas Batu 6, Pematangsiantar. Jenazahnya kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di Porsea, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Pada saat wafatnya, Pdt. Rohden Fabri Sitorus M.Th meninggalkan seorang istri, lima orang anak yang terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan, seorang menantu, serta seorang cucu.

Anak bungsunya, C. Pdt. David Martin Doli Sitorus, S.Th., mengikuti jejaknya dalam pelayanan di Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Pada saat Pdt. Rohden Fabri Sitorus M.Th wafat, C. Pdt. David Martin Doli Sitorus, S.Th sedang menjalani masa pembekalan kependetaan di Sekolah Tinggi Theologia Pematangsiantar sebagai bagian dari persiapan menuju penahbisan sebagai pendeta HKBP.

Referensi

Daftar pustaka

[1]

[2]

[3]

[4]

[5]

[6]

[7]

[8]

[9]

  1. ^ "HKBP Resort Cibubur". HKBP. Diakses tanggal 13 Juni 2026.
  2. ^ "Pdt Rohden Fabri Sitorus M.Th Berpulang". New Kairos. Diakses tanggal 13 Juni 2026.
  3. ^ "HKBP Distrik VIII DKI Jakarta". Wikipedia. Diakses tanggal 13 Juni 2026.
  4. ^ "Temu Pisah Pendeta HKBP Cibubur". New Kairos. Diakses tanggal 13 Juni 2026.
  5. ^ "Kepemimpinan RMG di Tanah Batak". Academia.edu. Diakses tanggal 13 Juni 2026.
  6. ^ "Kristenisasi dan Kolonialisme di Batak". WordPress. Diakses tanggal 13 Juni 2026.
  7. ^ "Rheinische Missionsgesellschaft". Wikipedia. Diakses tanggal 13 Juni 2026.
  8. ^ "Video YouTube". YouTube. Diakses tanggal 13 Juni 2026.
  9. ^ "Channel HKBP Resort Cibubur". YouTube. Diakses tanggal 13 Juni 2026.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya