Sarwata

Sarwata
Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia ke-10
Masa jabatan
1 November 1996 – 1 Agustus 2000
Ditunjuk olehSoeharto
MenteriSoepardjo Rustam
Sebelum
Pendahulu
Soerjono
Pengganti
Bagir Manan
Sebelum
Direktur Jenderal Agraria
Masa jabatan
24 Desember 1986 – 21 November 1988
PresidenSoeharto
Sebelum
Pendahulu
Muhammad Isa
Suparni Pamudji (penjabat)
Pengganti
Soni Harsono (sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional)
Informasi pribadi
Lahir(1935-07-02)2 Juli 1935
Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Hindia Belanda
Meninggal3 Agustus 2003(2003-08-03) (umur 68)
Jakarta, Indonesia
PekerjaanHakim
Karier militer
Dinas/cabang TNI Angkatan Udara
Masa dinas1962 – 1990
Pangkat Marsekal Pertama TNI
SatuanKorps Khusus (SUS)
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini
Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Di sebelah kirinya, di depan, mengenakan jubah, adalah Sarwata, dan di sebelah kanannya, di depan, adalah Wakil Presiden B.J. Habibie

Marsekal Pertama TNI (Purn.) Sarwata, S.H. (2 Juli 1935 – 3 Agustus 2003) adalah Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia kesepuluh yang menjabat sejak 1996 hingga 2000. Sarwata memimpin penyelidikan oleh Mahkamah Agung atas tuduhan kesalahannya pada tahun 1996, tetapi panelnya tidak menemukan bukti adanya kesalahan tersebut. Promosinya sebagai Ketua Mahkamah Agung kemudian dipandang sebagai kemenangan elit lama Mahkamah.[1] Ia merupakan Ketua Mahkamah Agung pertama di Indonesia yang secara terbuka dituduh melakukan korupsi.[2]

Sarwata digambarkan sebagai benteng terakhir militer di peradilan Indonesia sebelum era Pasca-Soeharto. Ia meremehkan lembaga-lembaga sipil, jarang sekali datang bekerja di Mahkamah Agung, tidak mempunyai pengetahuan banyak tentang masalah hukum, dan mempunyai kebiasaan menghindari pengunjung resmi yang datang ke kantornya.[3]

Rujukan

  1. ^ David Bourchier, "Politics of Law in Contemporary Indonesia." Taken from Law, Capitalism and Power in Asia: The Rule of Law and Legal Institutions, pg. 247. Ed. Kanishka Jayasuriya. Abingdon-on-Thames: Routledge, 2006. ISBN 9781134738250
  2. ^ Sebastian Pompe, The Indonesian Supreme Court: A Study of Institutional Collapse, pg. 167. Ithaca: SEAP Publications, 2005. ISBN 9780877277385
  3. ^ Sebastian Pompe, The Indonesian Supreme Court, hal. 166.

Pranala luar

Jabatan peradilan
Didahului oleh:
R. Soerjono
Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia
1996–2000
Diteruskan oleh:
Bagir Manan


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya