Seminari Pius XII

Seminari Pius XII
Informasi
Didirikan8 September 1955
JenisSeminari menengah
Alamat
LokasiTanah Rata, Kota Komba, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Moto
MotoOpus Iustitiae Pax

Seminari Pius XII Kisol (disingkat Sanpio) adalah sebuah sekolah seminari setingkat menengah pertama dan menengah atas yang terletak di Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Lokasi sekolah ini terletak sekitar 9 km ke arah utara dari kota Borong.[1]

Seminari Pius XII Kisol mengambil nama Paus Pius XII yang memberi izin pendirian seminari ini, dan merupakan seminari terakhir yang didirikan pada masa pontifikal Paus Pius XII.[2]

Sejarah

Sanpio didirikan pada 8 September 1955 oleh Pastor Leo Perik SVD dari Belanda. Keinginan mendirikan seminari di wilayah Vikariat Apostolik Ruteng (sekarang Keuskupan Ruteng) sudah ada sejak awal 1950, setelah seminari-seminari lain di Flores didirikan.[2]

Keinginan ini muncul karena Vikariat Apostolik Ende (sekarang Keuskupan Agung Ende dan Vikariat Apostolik Larantuka (sekarang Keuskupan Larantuka) membangun seminari di vikariatnya masing-masing. Pendirian seminari di Vikariat Apostolik Ruteng dimaksudkan untuk memudahkan para siswa calon imam di wilayah ini menempuh pendidikan seminari. Atas usaha yang dilakukan Pastor Juray Vojenciak SVD, pada 23 Maret 1951 ditemukanlah sebuah tempat yang cocok untuk dibangun sebuah seminari, yaitu di Kisol.[3]

Hingga 1985, pengelolaan seminari ditangani Serikat Sabda Allah (SVD).[4] Namun, setelah 1985, SVD menyerahkan seluruh perencanaan dan pengelolaannya kepada Keuskupan Ruteng.[5]

Jumlah siswa pada 2025: Sekolah Menengah Pertama 312 orang dan Sekolah Menengah Atas 105 orang.[butuh rujukan] Jumlah staf: 54 orang terdiri dari pastor pembina, frater, dan guru awam.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ^ Floresa, Tim (2015-04-17). "Menyongsong Usia 60 Tahun Seminari Pius XII Kisol". Floresa. Diakses tanggal 2026-05-15.
  2. ^ a b Nurut, Avika Triningsi (2021-05-28). "PERAN MISIONARIS DALAM MEMBANGUN KULTUR PENDIDIKAN KATOLIK DI MANGGARAI RAYA PASCA KEMERDEKAAN (1955 DAN 1983)". KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal (dalam bahasa Inggris). 3 (1): 24–29. doi:10.31316/fkip.v3i1.1475. ISSN 2715-4483.
  3. ^ Floresa, Tim (2015-09-08). "Menilik Sejarah Berdirinya Seminari Kisol". Floresa. Diakses tanggal 2026-05-15.
  4. ^ Biland, Anton (2018-10-16). "Menelusuri Jembatan Peradaban". HIDUPKATOLIK.com. Diakses tanggal 2026-05-15.
  5. ^ PAROKI ST. MARIA DIANGKAT KE SURGA - ST YOSEF - KATEDRAL RUTENG. "Sejarah". https://katedralruteng.org/ (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2026-05-15. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya