Semni Karouzou
| Semni Karouzou | |
|---|---|
| Nama asal | Σέμνη Καρούζου |
| Lahir | Polysemni Papaspyridi 1897 Tripoli, Greece |
| Meninggal | 8 Desember 1994 (umur 96–97) |
| Pekerjaan | Archaeologist and curator |
| Suami/istri | Christos Karouzos |
| Karya akademis | |
| Disiplin ilmu | Greek Archaeology |
| Cabang disiplin ilmu | Ceramics |
| Lembaga | |
| Penghargaan
| |
Semni Papaspyridi-Karouzou (Bahasa Yunani: Σέμνη Παπασπυρίδη-Καρούζου; 1897 – 8 Desember 1994) adalah seorang arkeolog klasik Yunani yang mengkhususkan diri dalam studi keramik Yunani kuno. Ia merupakan perempuan pertama yang bergabung dengan Layanan Arkeologi Yunani. Selama kariernya, ia melakukan penggalian di Kreta, Euboea, Thessaly, dan Argolid, serta menjabat sebagai Kurator koleksi keramik di Museum Arkeologi Nasional Athena selama lebih dari tiga dekade. Ia mengalami penganiayaan politik di bawah rezim militer Yunani (1967–1974). Arkeolog Marianna Nikolaidou dan Dimitra Kokkinidou menyebutnya sebagai "mungkin perempuan paling penting dalam arkeologi Yunani", sementara surat kabar To Vima menggambarkannya sebagai "perwakilan terakhir dari generasi arkeolog besar".[1]
Kehidupan Awal
Semni memiliki nama lengkap Polysemni Papaspyridi, lahir pada tahun 1897 di Tripoli, Yunani. Ayahnya adalah seorang perwira militer, sedangkan ibunya adalah putri seorang hakim yang berpendidikan Prancis. Karena pekerjaan ayahnya, keluarganya sering berpindah tempat sebelum akhirnya menetap di Athena.[2] Pada tahun 1930, ia menikah dengan Christos Karouzos, seorang arkeolog yang juga berperan penting dalam dunia akademik Yunani. Setelah menikah, ia dikenal dengan nama Papaspyridi-Karouzou.
Pendidikan dan Awal Karier Arkeologi
Karouzou menempuh pendidikan arkeologi di Universitas Athena, di mana ia belajar di bawah bimbingan arkeolog Christos Tsountas. Pada tahun 1921, ia bergabung dengan Dinas Arkeologi Yunani sebagai kurator benda antik di Museum Arkeologi Nasional Athena, menjadikannya perempuan pertama yang memegang posisi tersebut.
Selama awal kariernya, ia terlibat dalam berbagai penggalian, termasuk di situs Zaman Perunggu di Herakleion, Kreta, serta situs klasik di Eretria, Euboea. Pada tahun 1928, Karouzou dan suaminya menerima Beasiswa Humboldt untuk belajar di Universitas München dan Berlin. Setelah kembali ke Yunani pada tahun 1930, ia dipromosikan menjadi Ephor Benda Antik, yaitu kepala distrik administrasi arkeologi. Pengangkatan ini disebut sebagai "kemenangan feminis" oleh aktivis Avra Theodoropoulou. Sebagai Ephor, Karouzou bertugas di Thessalia dan kemudian di Argolid, tempat ia melakukan penggalian makam dari periode Mykenai dan Klasik. Ia juga bekerja di Epidaurus dan berupaya melestarikan bangunan bersejarah di Nafplio, kota yang kemudian ia tuliskan dalam buku panduannya.
Perannya sebagai Kurator di Museum Arkeologi Nasional Athena
Pada tahun 1933, Karouzou diangkat sebagai kurator koleksi keramik di Museum Arkeologi Nasional Athena, posisi ini ia pegang hingga tahun 1964. Selama masa jabatannya, ia menghadapi hambatan akibat kebijakan Ioannis Metaxas, seorang diktator yang pada tahun 1936 melarang perempuan bergabung dengan Dinas Arkeologi serta menghalangi mereka untuk naik jabatan ke posisi tertinggi, seperti direktur museum atau ephor. Meskipun demikian, Karouzou tetap menjalankan tugasnya dengan mengorganisasi ulang koleksi museum, mengidentifikasi artefak yang belum terdokumentasi, serta membuat katalog dan pameran baru—sebuah pekerjaan yang ia sebut sebagai "pelayanan tak terlihat". Ia juga banyak menulis tentang koleksi museum, termasuk monografi penting tentang Pelukis Amasis, seorang pelukis terkenal dalam seni tembikar figura hitam Attika.[3]
Selama Perang Yunani-Italia (1940), Karouzou dan suaminya, bersama arkeolog lainnya, berupaya menyelamatkan koleksi museum dari ancaman perang. Setelah Athena diduduki oleh tentara Jerman pada 1941, mereka menjadi satu-satunya arkeolog Yunani yang menarik keanggotaan mereka dari Institut Arkeologi Jerman sebagai bentuk protes. Pasca Perang Dunia II, pasangan Karouzou bertanggung jawab atas pemasangan kembali koleksi museum, yang selesai pada tahun 1947.
Masa Pensiun dan Penganiayaan Politik
Pada tahun 1964, Karouzou dipaksa pensiun pada usia 67 tahun karena aturan baru yang membatasi usia pegawai negeri sipil. Tiga tahun kemudian, junta militer Yunani berkuasa, dan suaminya meninggal karena serangan jantung hanya sebulan setelah kudeta. Sebagai seorang liberal, Karouzou dicap sebagai dissident dan dilarang mengakses material di museum oleh Spyridon Marinatos, Direktur Jenderal Benda Antik yang ditunjuk junta. Ia menyebut pelarangan ini sebagai "pengucilan memalukan dari tempat penelitian".[4]
Merasa terkekang, Karouzou secara diam-diam meninggalkan Yunani dengan perahu dan pergi ke Roma dan München atas undangan kolega akademiknya. Saat kembali ke Yunani, ia dituduh sebagai komunis dan dilarang meninggalkan negara lagi. Keputusan ini memicu protes internasional, termasuk surat dari para arkeolog Inggris seperti Bernard Ashmole dan John Boardman yang dipublikasikan di The Times, sehingga akhirnya Karouzou diperbolehkan pergi ke Roma, Lyon, serta menjadi akademisi tamu di Universitas Tübingen dan Jenewa.
Setelah kejatuhan junta pada tahun 1974, Karouzou kembali ke Yunani dan menjadi ketua cabang Yunani dari Lexicon Iconographicarum Mythologiae Classicae. Ia juga menjabat sebagai wakil presiden Masyarakat Arkeologi Athena (1975–1977) dan pada tahun 1983 menjadi presiden Kongres Arkeologi Klasik Internasional.
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya, ia dianugerahi gelar doktor kehormatan dari Universitas Lyon, Tübingen, dan Thessaloniki. Sepanjang kariernya, Karouzou menerbitkan 20 buku dan lebih dari 120 artikel, termasuk panduan museum dan situs arkeologi yang membantu publik lebih memahami sejarah Yunani. Dua arkeolog, yaitu Nikolaidou dan Kokkinidou menggambarkan Karouzou sebagai:"mungkin perempuan paling penting dalam arkeologi Yunani". Dengan pendekatan inovatif dalam memahami ikonografi pada tembikar, membawanya untuk meneliti kehidupan nyata masyarakat Yunani Kuno. Karouzou sendiri mendefinisikan metodologinya sebagai upaya "mengungkap makna tak terlihat dari karya-karya kuno".
Karouzou meninggal pada Desember 1994. Dalam obituarinya, surat kabar To Vima menyebutnya sebagai "wakil terakhir dari generasi arkeolog besar".
Referensi
- ^ Andreu & Marie Louise (1998). Excavating Women: A History of Women in European Archaeology. London: Routledge. hlm. 336. ISBN 9780203981511. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "Semni Karouzou". trowelblazers.com. 8 Mei 2014. Diakses tanggal 2025-03-19.
- ^ Karouzou, Semni (1977). National Museum: Illustrated Guide to the Museum. Ekdotike Athenon. hlm. 180. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Manteli, Katia. "The rescue of the statues". namuseum.gr. Diakses tanggal 2025-03-19.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.