Shichirigahama

Shichirigahama (七里ヶ浜) adalah sebuah pantai di Kamakura, Prefektur Kanagawa, Jepang. Pantai ini membentang dari Tanjung Koyurugimisaki di dekat Fujisawa, hingga Inamuragasaki di sebelah barat Kamakura. Karena dari pantai ini seseorang dapat menikmati pemandangan Gunung Fuji dan Enoshima secara bersamaan, pada zaman Edo pantai ini populer sebagai subjek lukisan ukiyo-e. Contohnya, seniman ukiyo-e terkenal Hiroshige dan Hokusai sama-sama memasukkannya dalam kompilasi 36 Pemandangan Gunung Fuji. Pasirnya yang berwarna gelap melimpah akan bijih besi yang menjadikan Kamakura pusat produksi pedang dan pisau yang berkembang pesat. Namanya sering diterjemahkan sebagai "Pantai Tujuh Ri", di mana ri adalah satuan ukuran panjang.[1]
Berbeda dengan tetangganya di sebelah timur, Yuigahama, dasar lautnya menurun terlalu cepat, sehingga tidak terlalu populer sebagai resor pantai, meski tetap didatangi peselancar di semua musim.[1] Sejak tahun 1939, Shichirigahama secara administratif merupakan bagian dari Kota Kamakura. Tujuan wisata ini dilayani oleh KRL Enoshima atau Enoden yang menghubungkan Stasiun Kamakura dengan Stasiun Fujisawa.
Etimologi

Nama pantai ini berarti "Pantai Tujuh Ri", di mana ri adalah satuan ukuran Jepang kuno yang setara dengan 3,9 kilometer (2,4 mi), dan karenanya Shichirigahama seharusnya memiliki panjang sekitar 27 kilometer (17 mi). Faktanya, panjangnya hanya lebih sedikit dari sepersepuluhnya. Asal-usul nama ini tidak diketahui, meski ada banyak spekulasi. Menurut salah satu bagian dari catatan Shinpen Kamakurashi, nama ini berasal dari Shichiri Bikyaku (七里飛脚) (istilah yang biasanya disingkat menjadi Shichiri), yang merupakan layanan kurir pada zaman Edo di jalan raya Kantōdō dengan pergantian penunggang kuda setiap tujuh "ri". Namun, karena ungkapan shichiri juga berarti "perjalanan panjang", nama tersebut juga bisa bermakna bahwa pantai ini sangat panjang. Shichirigahama juga disebut Shichirinada (七里灘), Shichibama (七里浜), dan Shichiriura (七里浦).[1]
Sejarah
Meski dahulu bukan bagian dari Kamakura karena terletak di luar Tujuh Gerbang, seluruh area dari Katase hingga Inamuragasaki merupakan area penting secara historis di luar bekas ibu kota militer itu. Menurut kronik Azuma Kagami dan Shinpen Kamakurashi, Shichirigahama merupakan tempat eksekusi di era Keshogunan Kamakura.[2] Tempat ini juga menjadi lokasi banyak pertempuran, dan catatan menunjukkan bahwa pada masa Edo, tulang dan senjata berkarat masih bisa diangkat dari pasirnya.[3]
Surat Minamoto no Yoshitsune dari Koshigoe
Adik tiri Minamoto no Yoritomo, Minamoto no Yoshitsune, yang dikenang di Jepang dalam drama Noh dan Kabuki akan keberanian dan kematiannya, melayani shogun dengan setia selama bertahun-tahun, memimpin klan Minamoto dalam mengalahkan klan Taira, tetapi karena satu dan lain hal tidak dapat menghindari perselisihan dengannya.[4] Setelah serangkaian kemenangan, ia mencoba memasuki Kamakura, tetapi dihentikan di Koshigoe karena surat dari Hōjō Tokimasa.[4] Ia menunggu dengan sia-sia selama sekitar 20 hari di Manpuku-ji Koshigoe, dekat Shichirigahama, lalu mendiktekan kepada pengawalnya Musashibō Benkei sebuah surat teruntuk Yoritomo yang kelak akan menjadi terkenal, "Surat dari Koshigoe". Surat ini berisi keluhan bahwa ia tidak pernah mengkhianati saudaranya, tetapi sebaliknya selalu setia melayaninya. Ia telah memenangkan kemenangan penting untuknya, tetapi tidak menerima apa-apa selain celaan dan kecurigaan sebagai balasan.[4][5] Yoritomo tidak mau mengalah, sehingga Yoshitsune menyerah dan meninggalkan Koshigoe menuju Kyoto.[4] Surat itu awalnya muncul dalam Azuma Kagami dan diyakini tidak benar-benar ditulis oleh Yoshitsune. Namun, kemungkinan besar surat itu menggambarkan perasaannya sebenarnya.
Perseteruan antara kedua saudara itu berlanjut hingga Yoshitsune bunuh diri. Kepalanya yang berumur enam minggu yang diawetkan dalam minuman keras kemudian dibawa ke shogun, yang menerimanya di Koshigoe pada tahun 1182.[4] Yoshitsune diabadikan di kuil Shirahata Jinja di Fujisawa.
Inamuragasaki

Pada tahun 1333, Nitta Yoshisada, seorang loyalis kaisar, menyerang Kamakura, menggulingkan Bupati Hōjō Takatoki dan mengakhiri Keshogunan Kamakura yang telah berusia 145 tahun. Menurut legenda, karena tidak mampu melumpuhkan pertahanan Kamakura di darat, ia pergi ke Shichirigahama dan, di Tanjung Inamuragasaki yang tak mampu dilintasi, ia berdoa kepada dewa laut Ryūjin agar ombak surut dan ia dapat lewat.
Prasasti di Sode no Ura (袖の浦), sebuah teluk kecil di sebelah barat Inamuragasaki, berbunyi:[6]
666 tahun yang lalu pada tanggal 21 Mei 1333, Nitta Yoshisada, melakukan invasi Kamakura tetapi menemui kesulitan di darat, ia memutuskan untuk mencoba melewati tanjung ini. Di sinilah, menurut tradisi, ia melemparkan pedang emasnya ke ombak, berdoa kepada dewa laut[7] agar ombak surut dan membiarkannya lewat.
Nichiren di Shichirigahama

Buddhisme Nichiren lahir di Kamakura, sehingga kota ini kaya akan tempat-tempat yang terkait dengan Nichiren dan kehidupannya. Beberapa di antaranya terletak di Shichirigahama. Hal ini karena salah satu tempat eksekusi shogun berada di Katase dekat Fujisawa di tempat yang sekarang dikenal sebagai wihara Ryūkō-ji. Nichiren dijatuhi hukuman mati, lalu dibawa ke sana. Beliau divonis mati karena telah menulis Risshō Ankoku Ron, yang dinilai mengancam oleh pemerintah.[8] Namun, sebuah mukjizat menyelamatkannya, karena ketika ia hendak dipenggal (suatu peristiwa yang dikenal oleh pengikut Nichiren sebagai Penganiayaan Tatsunokuchi (龍ノ口法難)), petir menyambar algojo.[9] Nichiren akhirnya diampuni dan perintah dikirim ke Katase agar eksekusi dihentikan.
Reikō-ji
Wihara Reikō-ji (霊光寺) dan Kolam Tanabegaike (田辺が池) adalah tempat terjadinya salah satu mukjizat Nichiren. Pada masa kekeringan, setelah pendeta terkenal Ninshō gagal, Nichiren berhasil berdoa kepada para dewa untuk menurunkan hujan. Karena alasan ini, kolam tersebut juga dikenal sebagai Amagoinoike (雨乞の池, Kolam Doa Hujan).[3]
Pohon pinus Nichiren
Nichiren Kesagake no Matsu (日蓮袈裟掛けの松) adalah sebatang pohon pinus di jalan menuju Katase tempat Nichiren menggantung kesa (selendang Buddha) miliknya saat dalam perjalanan ke Ryūkō-ji agar tidak ternoda oleh darahnya. Pohon pinus yang asli telah lama mati, dan telah diganti berkali-kali oleh umat Buddha. Namun, kini, pohon pinus sudah tidak ada dan lokasinya hanya ditandai sebuah prasasti.[8]
Jembatan Yukiaibashi
Jembatan Yukiaibashi (行合川, "Jembatan Pertemuan") adalah jembatan kecil di dekat Stasiun Shichirigahama di Jalur Enoden yang dibangun di tempat seorang utusan yang membawa pengampunan untuk Nichiren bertemu dengan utusan lain yang datang ke arah berlawanan untuk mengumumkan keselamatannya yang ajaib.[3]
Koyurugimisaki

Di ujung barat pantai terdapat tanjung lain, yang ukuran dan bentuknya mirip dengan Inamuragasaki, yang menjorok ke laut. Tanjung ini disebut Koyurugimisaki (小動岬, "Tanjung Gerakan Kecil") dan di atasnya berdiri sebuah kuil Shinto kecil bernama Koyurugi Jinja. Asal-usul namanya yang tidak biasa ini tidak diketahui.[10]
Salah satu legenda mengatakan bahwa, pada zaman Edo, di atasnya berdiri sebatang pohon pinus yang bergoyang bahkan ketika tidak ada angin, menghasilkan suara yang sangat menyenangkan seolah-olah makhluk surgawi sedang bermain musik. Menurut legenda lain, pendiri kuil tersebut, seorang samurai era Kamakura bernama Sasaki Moritsuna, melihat pohon pinus itu bergerak sedikit dan mengeluarkan suara seperti kecapi koto, sehingga ia menamai tanjung tersebut dengan nama itu.[10]
Nitta Yoshisada singgah di Koyurugi Jinja pada tahun 1333 untuk berdoa memohon kemenangan. Setelah menang, ia kembali untuk mempersembahkan pedang dan sejumlah uang kepada kuil. Kuil ini dulunya bernama Hachiōji-gū (八王子宮) dari nama roh pelindung Koshigoe (chinju (鎮守/鎮主)), tetapi namanya diubah selama era shinbutsu bunri (pemisahan paksa kuil Buddha dan Shinto) di era Meiji. Kemudian, pada tahun 1909, kuil ini digabung dengan kuil lain, dan sekarang menjadi persemayaman kami Takeminakata no Mikoto.[10]
Catatan kaki
- ^ a b c Kamakura Shōkō Kaigijo (2008:34)
- ^ Kusumoto (2006:173)
- ^ a b c Mutsu (1995:247–252)
- ^ a b c d e A Guide to Kamakura, "Manpukuji"
- ^ The page Koshigoe/Tsu by the Kamakura Citizen's Net contains the full text of Yoshitsune's letter translated into English.
- ^ Original Japanese text available here
- ^ 稲村崎成干潟事)
- ^ a b Kamakura Shōkō Kaigijo (2008: 46)
- ^ Mutsu (1995/06: 258–271)
- ^ a b c Kusumoto (2002:52-53)
Referensi
- Kamakura Shōkō Kaigijo (2008). Kamakura Kankō Bunka Kentei Kōshiki Tekisutobukku (dalam bahasa Jepang). Kamakura: Kamakura Shunshūsha. ISBN 978-4-7740-0386-3.
- Mutsu, Iso (Juni 1995). Kamakura. Fact and Legend. Tokyo: Tuttle Publishing. ISBN 0-8048-1968-8. OCLC 33184655.
- Kusumoto, Katsuji (Juli 2002). Kamakura Naruhodo Jiten (dalam bahasa Jepang). Tokyo: Jitsugyō no Nihonsha. ISBN 978-4-408-00779-3. OCLC 166909395.
- A Guide to Kamakura, Manpukuji
35°18′18.42″N 139°30′38.67″E / 35.3051167°N 139.5107417°E
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.