Sikatan cacing
| Sikatan cacing | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | C. banyumas
|
| Nama binomial | |
| Cyornis banyumas | |
Sikatan cacing (Cyornis banyumas) adalah spesies burung yang tersebar di beberapa negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Deskripsi
Sikatan cacing berukuran 15 cm. Bagian atas burung berwarna biru terang/biru tua. Kening, bahu, dan juga sayap berwarna biru pucat yang terang. Kekang, daerah sekitar mata berwarna hitam. Dagu, tenggorokan, dan dada berwarna kuning jingga. Warna putih melintang di perut. Bulu penutup ekor hingga bagian tengah erut berwarna putih. Panggul berwarna jingga.[2][3]
Sikatan cacing yang dikenal secara umum oleh orang-orang terutama pecinta burung adalah sikatan cacing bakau dan sikata cacing gunung. Di Indonesia sikatan cacing lebih di kenal dengan nama tledekan. Burung ini sempat menjadi primadona burung kicau pada era 90-an bersama burung decu, tetapi pamornya makin redup seiring berjalannya waktu dan makin langkanya pasokan burung tersebut dari alam liar.
Pada umumnya tledekan gunung mempunyai badan yang lebih besar daripada tledekan bakau. Perbedaan antara jantan dan betina ketika dewasa mudah untuk dibedakan. Burung jantan berwarna kepala sampai ekor biru seperti metalik dan mempunyai warna orange terang dari leher sampai setengah dada dan ada yang warna orangenya sampai mendekati dubur.
Secara umum burung ini tersebar di beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia, tetapi memiliki ciri khas masing-masing di setiap daerah, seperti sikatan cacing di daerah Banyumas berbeda dengan sikatan carcing di daerah lain. Di habitatnya burung ini sudah makin langka dan terancam punah akibat diperjualbelikan oleh manusia.
Referensi
- ^ "Cyornis banyumas". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.1. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 16 July 2012. ; ;
- ^ Kurniawan, M.B.; Pratama, Bayu (2010). Mengenal Hewan & Tumbuhan Asli Indonesia. Jakarta: Cikal Aksara. hlm. 13. ISBN 602-8526-17-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Jerdon, T.C. (1862). The Birds of India. Vol. 1. Kalkuta: Military Orphan Press. hlm. 466–467.
Pranala luar
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.