Soto tauco


Soto tauco atau soto Talang merupakan gabungan dan perpaduan dari soto dengan tauco. Soto tauco merupakan salah satu makanan yang banyak dijumpai di Tegal, baik kota maupun kabupaten. Soto khas Tegal mudah ditemukan di daerah Talang, Kabupaten Tegal.[1] Kuliner khas Tegal soto tauco mengandalkan sambal pakai tauco. Bagi warga perantau, soto tauco Tegal ini menjadi menu klangenan atau angkringan.

Sejarah dan Asal Usul

Jika dilihat dari sejarah, setidaknya pada abad ke-20, etnis Tionghoa sudah ada di Tegal. Ini ditandai dengan berdirinya Kelenteng Hay Kiong yang berdiri di kawasan kota tua Tegal, yang dikelola oleh Yayasan Tri Dharma. Sehingga, Tegal yang berada di pesisir utara Jawa juga menjadi salah satu tempat perdagangan sejak ratusan tahun lalu.[2]

Tauco kemudian dibawa dan diperkenalkan oleh Tan Kei Hian, seorang imigran Tionghoa yang menetap di Cianjur pada tahun 1880. Tauco berasal dari hasil pengolahan kedelai yang kemudian difermentasi. Pada masa yang jauh sebelumnya, sebelum Dinasti Chou pada tahun 722 - 482 SM, proses fermentasi untuk membuat tauco telah ditemukan. Di Tegal, soto tauco mulai dikenal lebih dari 180 tahun yang lalu.[3] Bahan isian soto tauco tidak jauh berbeda dengan soto kuah di Indonesia pada umumnya. Di sejumlah daerah di Sumatera, Sulawesi, dan Jawa, banyak pembuat tauco dengan rasa yang berbeda-beda. Artinya, tidak ada standar rasa. Juga ada yang kering dan basah. Di Tegal, tauco basah yang biasanya digunakan untuk soto. Satu kilogram tauco cukup untuk 20 mangkok soto tauco. Lalu, soto ini juga dikembangkan dengan sayuran sehat yang erdiri dari tauge, suwiran ayam atau babat, bawang goreng, daun bawang.[butuh rujukan]

Bahan dan Cara Membuat

Soto Tauco Tegal disajikan dengan bahan pelengkap seperti daging ayam, sapi, atau bahkan jeroan sapi yang telah dipotong kecil-kecil seruas jari atau disuwir, bihun atau soun yang direbus, taoge, irisan kubis, dan telur rebus yang dibelah dua. Untuk kuah sotonya, digunakan bahan seperti daun salam, serai, merica bubuk, dan gula jawa. Sambal tauco dibuat dari cabe merah dan rawit merah yang direbus lalu dihaluskan, kemudian ditumis bersama bawang merah dan bawang putih. Setelah itu ditambahkan tauco, garam, gula pasir, kaldu bubuk, dan kecap. Sambal ini kemudian dicampur dengan bawang putih iris, taoge, bihun atau soun, dan suwiran ayam. Kuah soto dibuat dengan merebus ayam bersama air, lalu menambahkan daun salam, serai, garam, bawang putih, bawang merah, merica bubuk, kaldu bubuk, dan sambal tauco yang telah dimasak sebelumnya. Semua bahan direbus hingga tercampur rata. Soto Tauco Tegal disajikan dalam mangkuk kecil dan biasanya disantap bersama nasi atau lontong. Sebelum disantap, diaduk dulu sehingga tauco bercampur luruh dengan beragam bumbu itu. Rasa asam dan aroma khas tauco memunculkan kelegitan ketika bertumpuk dengan kegurihan kuah dan bumbu itu. Jika biasanya soto bercita rasa gurih, maka berbeda dengan soto tauco. Penambahan tauco sebagai bumbu, menjadikan soto ini bercita rasa sedikit asam.[4] Rasa asam atau kecut yang lembut tersebut melebihi sensasi jeruk nipis yang diperas ke dalam kuah soto pada umumnya. Soto tauco biasanya disantap sambil menyeruput teh manis hangat.[5]

Daftar Referensi

  1. ^ ariadi, Dwi. "6 Kuliner Khas Tegal yang Punya Nama Unik dan Legendaris, Mulai Rujak Teplak hingga Glotak - Ayo Tegal - Halaman 2". 6 Kuliner Khas Tegal yang Punya Nama Unik dan Legendaris, Mulai Rujak Teplak hingga Glotak - Ayo Tegal - Halaman 2. Diakses tanggal 2025-06-17.
  2. ^ Pamungkas, Satria S. "Soto Tauco, Kuliner Khas Tegal Rasa Akulturasi Budaya Tionghoa-Indonesia - Pantura Post". Soto Tauco, Kuliner Khas Tegal Rasa Akulturasi Budaya Tionghoa-Indonesia - Pantura Post. Diakses tanggal 2025-06-17.
  3. ^ radartegal.com. "Fakta Menarik Seputar Asal Usul Soto Tauco Tegal Hingga Cara Membuatnya, Pastikan Jangan Cuma Makan Saja". radartegal.com. Diakses tanggal 2025-06-17.
  4. ^ Setiana, Ina (6 Mei 2024). "Soto Tauco Tegal, Hasil Akulturasi Dua Budaya". RRI.co.id. Diakses tanggal 17 Juni 2025.
  5. ^ Faiq, Mohammad Hilmi (2017-03-18). "Soto Rasa Akulturasi". kompas.id. Diakses tanggal 2025-06-17.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya