Square Deal

Square Deal adalah program dalam negeri Presiden Theodore Roosevelt yang berfokus pada tiga ide dasar: conservation of natural resources (pelestarian sumber daya alam), control of corporations (pengendalian perusahaan), dan consumer protection (perlindungan konsumen).[1] Ketiga-tiga tuntutan ini sering kali diistilahkan sebagai "three C's" of Roosevelt's Square Deal, atau secara harfiah diterjemahkan sebagai "tiga C" dari Kesepakatan Empat Pihak Roosevelt. Dikatakan demikian karena terdapat empat pihak yang dilibatkan, yaitu presiden, sumber daya alam, perusahaan, dan konsumen. Dengan demikian, program ini bertujuan menolong warga negara kelas menengah dan melibatkan plutokrasi-penyerang dan pemonopoli bisnis yang buruk, pada saat yang sama juga melindungi bisnis dari tuntutan paling ekstrem dari berbagai serikat dagang. Berlawanan dengan pendahulunya, William McKinley, Roosevelt adalah tokoh kaum Republik yang memercayai tindakan pemerintah untuk menurunkan tingkat kejahatan sosial, dan seperti yang telah dikritisi oleh presiden “wakil-wakil kemakmuran yang memangsa” sebagai pendosa dari “segala bentuk kelaliman berupa penindasan upah buruh yang mengelabui masyarakat.”[2]

Dalam masa jabatannya yang kedua, Roosevelt berusaha memperluas kesepakatan empat pihaknya. Roosevelt mendorong pihak peradilan, yang telah dipandu oleh standar yang dilukiskan secara jelas sampai perkara itu, untuk mencapai harapan-harapan dari cabang eksekutif pada semua gugatan anti monopoli pebisnis besar. Pada tahun 1903, dengan dukungan Roosevelt, Kongres meloloskan Elkins Act (Undang-Undang Elkins). Undang-Undang ini menyatakan bahwa jawatan kereta api tidak diperbolehkan lagi memberikan potongan ongkos yang menguntungkan perusahaan. Potongan-potongan ongkos ini telah memperlakukan para petani kecil di Midwestern (Tengah-Barat) secara tidak adil dengan melarang mereka memperoleh akses yang sama pada penggunaan rel kereta api. Komisi Perdagangan Antar-Negara Bagian mengendalikan harga-harga yang harus dibayarkan oleh jawatan kereta api.

Legislasi yang diloloskan menentukan bahwa daging hendaklah diolah secara aman dengan kualitas sanitasi sepatutnya. Produk makanan dan minuman harus diberi label, konsumen pun jangan dibiarkan menerima informasi yang menyesatkan. Roosevelt juga gigih memperjuangkan pelestarian lahan, dan melindungi jutaan hektare alam liar dari eksploitasi komersial.[2]

Referensi

  1. ^ Klopfenstein, Mark, The Progressive Era (1900-1920) (PDF), diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-07-25, diakses tanggal 2013-05-20
  2. ^ a b Time-Life Books, Library of Nations: United States, Sixth European English language printing, 1989

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya