Stasiun Jonggol
Artikel ini diusulkan untuk dihapus berdasarkan kebijakan. Silakan bagi pemikiran Anda berkaitan dengan masalah ini di halaman diskusi penghapusan. |
Stasiun Jonggol adalah stasiun dogong nonaktif yang terletak di sebelah Gudang Pupuk Kujang Pojok Salak tepatnya di Jonggol, Jonggol, Bogor, dahulu Stasiun ini berfungsi sebagai gudang penampungan padi-padi sebelum di angkut ke Cibarusah atau Lemahabang.[1]
Stasiun Jonggol
| ||
|---|---|---|
| Lokasi | ||
| Koordinat | {{WikidataCoord}} – missing coordinate data | |
| Ketinggian | +110 m | |
| Operator | ||
| Letak | ||
| Konstruksi | ||
| Jenis struktur | Atas tanah | |
| Informasi lain | ||
| Kode stasiun |
| |
| Sejarah | ||
| Dibuka | 1937 [butuh rujukan] 1946/1947 (Pembukaan kembali) | |
| Ditutup | sekitar tahun 1942-1943 (masa Pendudukan Jepang) sekitar tahun 1950-an? (Pasca-kemerdekaan) [butuh rujukan] | |
| Lokasi pada peta | ||
| Lua error in Modul:Mapframe at line 382: Unable to get latitude from input '<span style="font-size:100%" class="error"><span style="font-size:100%" class="error"><span style="font-size:100%" class="error">{{WikidataCoord}} – missing coordinate data</span> – missing coordinate data</span> – missing coordinate data</span>'.. | ||
Menurut warga setempat, dahulu Stasiun ini memiliki 2 jalur sejajar yang digunakan untuk pengangkutan padi. Bangunannya sekarang hanya menyisakan pondasi di sebelah Gudang Pupuk Kujang Pojok Salak
Sejarah
Jalur dogong
Maatschappij tot Exploitatie van Rijstlanden op Java "Michiels–Arnold", N.V. adalah perusahan swasta Hindia Belanda yang bergerak dibidang pertanian dan pangan, didirikan pada tanggal 10 Juli 1887, berdasarkan akta Notaris Egbertus Petrus Pauwels di Den Haag, Belanda. Perusahaan ini mengoperasikan lahan sawah, ladang, dan perkebunan seluas 115.073 ha (284.350 ekar) di kawasan Cileungsi, Cibarusah, Klapanunggal, Cipamingkis, Cimapak, dan Denambo (Nambo).[4]
Ketika rekayasawan teknik mesin A. E. R. Arnold, cucu pendiri J. W. Arnold, ia membuat laporan tentang rencana pembangunan jalur rel sempit dengan rute Lemahabang–Jonggol pada tahun 1906. Berbekal pengalamannya menjadi ahli perkeretaapian, ia menyampaikan pesan gagasan ini pada tahun 1907 dan diundang secara tertutup pada rapat Dewan Direksi tanggal 7 Juli 1909. Ketika rencana ini disosialisasikan, para petani dan pekerja bagian distribusi menjadi bingug, apakah tetap menggunakan transportasi jalan atau membangun transportasi rel. Upah pengangkutan Jonggol–Lemahabang menjadi 60 sen per karung dan jumlah karung yang diangkut terus meningkat. Tiap tahunnya, biaya perkerasan jalan dan gaji pekerja jalan raya berjumlah ƒ6.000 per tahun. Pada akhirnya, Dewan Direksi sepakat membangun jalur sempit, tetapi pada tanggal 4 Julis 1911, hal itu tiba-tiba dibatalkan dan diputuskan bahwa 11 lebih baik mengeluarkan biaya ƒ80.000 per tahun untuk perkerasan jalan dengan biaya per pal sebesar ƒ200.[5]
Dibawah kemimpinan Tuan Hetterna sebagai direktur, rencan pembangunan sepur sempit yang tertunda sejak 1911 tersebut, dilaksanakan. Jalur sempit yang dimiliki perusahaan ini dibangun pada tahun 1924 hingga 1925 dan membutuhkan biaya ƒ234.000. Armadanya terdiri dari 80 unit lori dogong dan satu unit lori bermotor.[6]
Pasca-kemerdekaan
Jalur ini sempat tidak beroperasi saat masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda. Setelah lama tidak difungsikan, jalur ini kemudian diaktifkan oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada tahun 1946. Di bawah Komandan Resimen V Letkol Moeffreni Moe'min, para prajurit mengaktifkan jalur dogong untuk mengalami transportasi prajurit dari Cikampek ke Cibarusah dan Cileungsi. Kali ini, kereta api yang berjalan bukan lagi lori dogong, melainkan kereta ringan yang ditarik lokomotif.[7] Setelah masa perang berakhir, jalur ini akhirnya ditutup kembali.
Referensi
- ^ "sejarah jalur dogong di wilayah Karawang hingga Jonggol yang hampir terlupakan". KabarPenumpang. 15 Desember 2025. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
- ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
- ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
- ^ de Raad van Bestuur Michiels-Arnold N.V. 1937, hlm. 7-8.
- ^ de Raad van Bestuur Michiels-Arnold N.V. 1937, hlm. 71.
- ^ de Raad van Bestuur Michiels-Arnold N.V. 1937, hlm. 61.
- ^ Majid & Darmiati 1999, hlm. 331-332.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.

