Stasiun Tempeh
Stasiun Tempeh
| ||
|---|---|---|
Eks Stasiun Tempeh, 2013 dijadikan rumah walet | ||
| Lokasi |
| |
| Koordinat | 8°11′44″S 113°10′36″E / 8.19556°S 113.17667°E | |
| Ketinggian | +93 m | |
| Operator | ||
| Letak | ||
| Jumlah peron | 2 (satu peron sisi, satu peron pulau) | |
| Jumlah jalur | 3 ( jalur 1: sepur lurus | |
| Layanan | - | |
| Konstruksi | ||
| Jenis struktur | Atas tanah | |
| Informasi lain | ||
| Kode stasiun |
| |
| Klasifikasi | III/kecil sedang[2] | |
| Sejarah | ||
| Dibuka | 1896 | |
| Ditutup | 1 Februari 1988 | |
| Nama sebelumnya | Halte Tempee | |
| Lokasi pada peta | ||
![]() | ||
Stasiun Tempeh (TPE) merupakan stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Lumajang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +93 meter ini termasuk dalam Wilayah Penjagaan Aset IX Jember.
Stasiun ini dibuka bersamaan dengan peresmian jalur kereta api Klakah–Lumajang–Pasirian pada tanggal 16 Mei 1896.[3][4] Karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum, semua jalur di wilayah Lumajang sampai Balung–Rambipuji beserta stasiun dan seluruh layanan di jalur ini ditutup semenjak 1 Februari 1988.[5] Dulu stasiun ini melayani kereta api lokal Klakah - Pasirian maupun ke arah Rambipuji melalui Balung
Saat ini kondisi Stasiun Tempeh tinggal bangunan utama, yang dijadikan sebagai rumah walet dan tempat bermain kanak-kanak (TK). Sementara jaringan rel beberapa masih terdapat di sepanjang bekas jalur KA dengan bantalan kayu jati dalam petak Halte Labruk - Stasiun Tempeh. Sedangkan rel dan jaringan wesel di area stasiun tempeh sudah hilang tak bersisa.
Masih terdapat 2 rumah dinas stasiun tempeh yang tepat berada di sebelah utara stasiun dan selatan stasiun. Terdapat pula gudang stasiun yang kini telah menjadi lapangan bola voli.
Galeri
-
Bangunan utama stasiun, dari selatan
-
Hiasan penopang atap
-
Papan nama stasiun
-
Bagian depan
Referensi
- ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
- ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
- ^ Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij.
- ^ Weijerman, A. W. E. (1904). Geschiedkundig overzicht van het ontstaan der spoor- en tramwegen in Nederlandsch-Indië. Javasche Boekhandel & Drukkerij.
- ^ PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD (bab Lintas Cabang yang masih aktif dan yang tidak aktif), PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bandung.
| Stasiun sebelumnya | Stasiun berikutnya | |||
|---|---|---|---|---|
| Labruk menuju Klakah
|
Klakah–Lumajang–Pasirian | Mujur menuju Pasirian
| ||
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.


