Suku Marind

Marind
Marind-Anim
Pria Marind-Anim mengenakan pakaian untuk upacara, pantai selatan Belanda Nugini. ca 1920-an.
Jumlah populasi
37.558 (2010)[1]
Daerah dengan populasi signifikan
 Indonesia (Papua Selatan)
Bahasa
Keluarga Marind dalam filum Trans-Nugini dari bahasa Papua, bahasa Indonesia
Agama
Kekristenan (sebagian besar), kepercayaan masyarakat adat, dan Islam[2]
Kelompok etnik terkait
Masyarakat adat Papua di Papua dan Papua Nugini, serta masyarakat Melanesia lainnya

Malind Anim (alias Marind-Anim atau Malind Anim) merupakan suatu kelompok etnis atau suku bangsa yang berasal dari wilayah Papua Selatan, Indonesia. Suku bangsa Malind Anim adalah suku bangsa terbesar di Papua bagian selatan. Suku bangsa ini tersebar mulai dari Kondo sampai sungai Digoel.[3]

Wilayah Kondo berbatasan langsung dengan wilayah negara Papua Nugini, yaitu berada di dekat sungai Fly, sedangkan sungai Digoel adalah batas akhir persebaran suku bangsa Malind Anim. Sungai Digoel adalah sungai terbesar di Papua Selatan yang menjadi batas wilayah antara suku bangsa Malind Anim dengan suku-suku lainnya seperti Awyu, Muyu, Mandobo, dan Korowai.[3]

Pengertian Malind Anim

Kata Malind berasal dari kata ALLAH WI yang mana ALLAH WI adalah bapa itu sendiri dalam kepercayaan suku bangsa Malind Anim. Mali (nama asli dari suku bangsa Malind).[butuh rujukan]

Kebiasaan hidup

Kebiasan hidup Suku Bangsa Malind Anim adalah meramu, dengan cara hidup mengumpulkan makanan dari hutan. Suku Bangsa Malind Anim suka berburu hewan hewan endemik seperti Rusa, kangguru/ walabi. Suku bangsa Malind anim Hidup selain beburu mereka juga suka bertani. Suku bangsa Malind Anim memiliki budaya bertani sejak dulu yang disebut dengan istilah Wambad. Wambad yaitu membuat bedeng yang tinggi sehingga pada saat penanaman, tanaman tidak terendam oleh banjir

Geografis

Sebuah peta yang menunjukkan kelompok bahasa Papua. Daerah berbahasa Marind disorot dalam warna merah.

Suku bangsa Malind-Anim hidup di bawah sungai Digul, barat pulau Yos Sudarso, melewati sungai Malogh di bagian bawahnya, yang termasuk Merauke[4] bagian timur kali Fly dan Torasi.

Hari ini suku bangsa Malind-Anim masuk dalam provinsi Papua selatan, setelah dimekarkan dari Provinsi Papua. Secara geografis suku bangsa Malind Anim persebaranya tidak hanya di dalam wilayah negara Indonesia, tetapi sampai ke negara tetangga yakni Papua Nugini, yaitu sejak kali Fly sampai ke wilayah suku Kiwai.

Budaya

Kandara, alat musik sejenis tifa Suku Marind untuk tradisi Dema. Terbuat dari kayu Kaula (Gempol) dan kulit rusa.
Tradisi Marind-Anim, tifa dan kostum Dema.

Pada masa lalu, para orang-orang Marind terkenal karena berburu kepala.[5] Hal ini berakar pada sistem kepercayaan mereka dan terkait dengan pemberian nama bayi yang baru lahir.[6] Tengkorak itu diyakini mengandung seperti kekuatan prestise.[7] Berburu kepala tidak termotivasi terutama oleh kanibalisme, tetapi daging orang yang sudah tewas itu dikonsumsi.[8]

Kata seperti leluhur, roh, makhluk adalah dema dalam bahasa Marind. Kesamaan dari kata tersebut yang merujuk ke "setan" adalah bersifat insidental. Setiap keluarga terus menurunkan tradisi ini, itu terutama tugas dari orang-orang besar di keluarga masing-masing. Pengaruh-orang besar tidak berarti melampaui keluarga besar mereka.[9]

Masyarakat Malind-Anim mempunyai kebiasaan membuat minuman tradisional dari tanaman kava, yang dalam bahasa setempat disebut wati.[10]

Sub-suku

Beberapa suku yang termasuk sub-suku Marind-Anim adalah Bian-Marind, Kanum, Yab (Maklew-Yelmek), Marori, dan Yey.[11]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia Hasil Sensus Penduduk 2010. Badan Pusat Statistik. 2011. ISBN 9789790644175.
  2. ^ Alawi, Abdullah (23 May 2016). "Inilah Delapan Penyebar Islam di Merauke". www.nu.or.id. NU Online. Diakses tanggal 17 November 2025.
  3. ^ a b "Hasil Identifikasi Tempat Penting Masyarakat Suku Besar Malind Anim dalam Bio-Visi Ecoregion Trans Fly - PDF Free Download". adoc.pub (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-02-27.
  4. ^ Nevermann 1957, hlm. 225.
  5. ^ Nevermann 1957, hlm. 9.
  6. ^ Nevermann 1957, hlm. 111.
  7. ^ Nevermann 1957, hlm. 112.
  8. ^ Nevermann 1957, hlm. 13.
  9. ^ Nevermann 1957, hlm. 12.
  10. ^ Suroto, Hari. "Mengenal Wati, Miras Lokal Khas Merauke". detikTravel. Diakses tanggal 2025-02-27.
  11. ^ "A New Classification for Indonesian Ethnic Groups" (PDF). www.iseas.edu.sg. Diakses tanggal 2 March 2023.

Bacaan terkait

  • Van Baal, Jan (1966). Dema. Description and Analysis of Marind-Anim Culture (South New Guinea). The Hague: Martinus Nijhoff.
  • Van Baal, Jan (2007). "Marind-anim". World Culture Encyclopedia. Advameg Inc.
  • Corbey, Raymond (2010). Headhunters from the swamps: The Marind Anim of New Guinea as seen by the Missionaries of the Sacred Heart, 1905-1925. Leiden: KITLV Press and Zwartenkot Art Books.
  • Nevermann, Hans (1957), Söhne des tötenden Vaters. Dämonen- und Kopfjägergeschichten aus Neu-Guinea, Das Gesicht der Völker (dalam bahasa (Jerman)), Eisenach • Kassel: Erich Röth-Verlag Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) The title means Sons of the killing father. Stories about demons and headhunting, recorded in New Guinea.
  • Unknown photographer (cca 1920s). "Marind-Anim men dressed for ceremony, south coast Dutch New Guinea". Old photographs (postcard). Oceania Ethnographica. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-17. Diakses tanggal 2015-07-15. ; Pemeliharaan CS1: Tahun (link) A fabulous image of warriors with their drums; the man on the left holds an extremely rare type of carved wooden fish totem.

Pranala luar

Teks

Gambar

  • Unknown photographer (cca 1920s). "Marind-Anim men dressed for ceremony, south coast Dutch New Guinea". Old photographs (postcard). Oceania Ethnographica. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-17. Diakses tanggal 2015-07-15. ; Pemeliharaan CS1: Tahun (link) A fabulous image of warriors with their drums; the man on the left holds an extremely rare type of carved wooden fish totem.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya