Sultan Johor

Sultan Johor
Duli Yang Maha Mulia Sultan Yang di-Pertuan bagi Negeri dan Jajahan Takluk Johor Darul Takzim
‏سلطان يڠ دڤرتوان باڬي نڬري دان ججهن تعلوق جوهر دارالتعظيم
Kesultanan
Sedang berkuasa
Sultan Ibrahim
sejak 23 Januari 2010
23 Maret 2015 (naik takhta)
Perincian
Sapaan resmiBaginda
PewarisTunku Ismail ibni Sultan Ibrahim
Penguasa pertamaAla'uddin Riayat Syah II
Pembentukan1528; 498 tahun lalu (1528) (asli)
1886; 140 tahun lalu (1886) (modern)
KediamanIstana Bukit Serene, Johor Bahru
Situs webroyal.johor.my

Sultan Johor (bahasa Melayu: [Sultan Johor] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan); Jawi: ‏سلطان جوهر‎‎) adalah jabatan turun-temurun dan penguasa tertinggi negara bagian Johor di Malaysia. Di masa lalu, sultan memegang kekuasaan absolut atas negara bagian dan dibantu oleh seorang bendahara. Saat ini, peran bendahara telah diambil alih oleh Menteri Besar dalam sistem monarki konstitusional melalui Konstitusi Negara Bagian Johor. Sultan adalah kepala negara konstitusional Johor. Sultan memiliki pasukan militer independennya sendiri, yaitu Pasukan Pengawal Setia Johor (bahasa Melayu: [Askar Timbalan Setia Negeri Johor] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)). Sultan juga merupakan Kepala Islam di Johor.[1] Selain itu, penguasa atau Raja Johor ini juga bergelar Yang Dipertuan Besar Johor.

Daftar

Berikut daftar Sultan Johor hingga kini:

Periode Nama Raja Catatan dan peristiwa penting
Dinasti Melaka - Johor
1528–1564 Ala'uddin Riayat Syah II Putera daripada raja terakhir Melaka, yakni Mahmud Syah
1564–1570 Muzaffar Syah
1570–1571 Abdul Jalil I
1571–1597 Ali Jalla Abdul Jalil Syah II
1597–1615 Ala'uddin Riayat Syah III
1615–1623 Abdullah Ma'ayat Syah
1623–1677 Abdul Jalil Syah III
1677–1685 Mahmud Syah II
1677–1685 Ibrahim Syah
1685–1699 Mahmud Syah II Dibunuh. Tidak mewariskan penerus
Wangsa Bendahara | Klaim dari Dinasti Melaka Johor
(1699 - 1720) Abdul Jalil IV | (1718 - 1722) Abdul Jalil Rahmat Syah I
(sebagai putera dari Abdul Majid bin Ali bin Muhammad | (mengklaim sebagai
yang mengambil alih tahta Johor) | putera daripada Mahmud Syah II)
Wangsa Bendahara
1722–1760 Sulaiman Badrul Alam Syah Ambil alih kerajaan dengan bantuan pangeran-pangeran Bugis
1760–1761 Abdul Jalil V
1761–1770 Ahmad Riayat I
1770–1811 Mahmud Syah III
1811–1819 Abdul Rahman I
1819–1835 Hussain Syah Sultan Johor dan Singapura
1835–1855 Ali Iskandar Turun tahta pada tahun 1855 lalu menjadi Sultan Muar
Tumenggung Johor
1855–1862 Tumenggung Daeng Ibrahim
bin Abdul Rahman
Tumenggung Johor.
Bersepakat dengan
Pemerintah Jajahan
Negeri-Negeri Selat di Singapura
dengan menerima uang
sejumlah 5.000 dolar
dan mendapatkan jatah bulanan
sebesar 500 dolar.
Mengganti nama ibukota
menjadi Iskandar Puteri.
Sempat memerintah
dari Teluk Belanga, Singapura
1862–1895 Abu Bakar Tumenggung Johor 1862 - 1868
Maharaja Johor hingga 1886
menjadi Sultan Johor
1895–1959 Ibrahim
1959–1981 Ismail
1981–2010 Iskandar
2010–sekarang Ibrahim Ismail[2] Petahana

Referensi

  1. ^ WAI, WONG CHUN (2017-09-27). "Dressing down for launderette". The Star (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-01-31.
  2. ^ "BERNAMA - Tunku Ibrahim Ismail Proclaimed As Sultan Of Johor". www.bernama.com. Diakses tanggal 2026-01-31.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya