Suraiya Kamaruzzaman
Suraiya Kamaruzzaman (lahir ca 1970) adalah seorang aktivis hak asasi manusia asal Aceh yang dikenal melalui advokasinya bagi perempuan di Aceh, sebuah wilayah otonom di Indonesia, baik selama maupun setelah masa pemberontakan di Aceh.
Aktivisme
Kamaruzzaman lahir dan dibesarkan di Aceh. Ia menempuh pendidikan di jurusan teknik kimia Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, ibu kota provinsi tersebut.[1]
Aceh mengalami masa insurgensi panjang antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sebuah kelompok separatis yang memperjuangkan kemerdekaan Aceh, dan Pemerintah Indonesia. Konflik tersebut telah berlangsung selama 13 tahun ketika Kamaruzzaman mendirikan Flower Aceh, sebuah organisasi non-pemerintah yang memberikan dukungan bagi perempuan Aceh korban kekerasan, termasuk kekerasan seksual, selama masa konflik.[2][3] Flower Aceh berupaya memberdayakan perempuan Aceh dengan memastikan keselamatan mereka serta menawarkan konseling mengenai masalah ekonomi dan reproduksi. Selama masa konflik, Kamaruzzaman sempat dicurigai baik oleh militer Indonesia maupun Gerakan Aceh Merdeka.[2] Pasca Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 dan berakhirnya konflik secara resmi, Flower Aceh terus melakukan advokasi bagi perempuan sebagai bagian dari upaya pembangunan kembali masyarakat setelah kehancuran akibat konflik dan tsunami.[4][5]
Kamaruzzaman mengidentifikasi 128 kasus pemerkosaan dan 91 kasus pelecehan seksual terhadap perempuan Aceh oleh militer Indonesia selama konflik antara tahun 1989 dan 1998, serta insiden pemerkosaan massal terhadap perempuan Tionghoa pada Mei 1998. Meski mengapresiasi pemerintahan Abdurrahman Wahid yang membentuk Kementerian Hak Asasi Manusia dan Komisi Penyelidik Pelanggaran HAM (KPP-HAM) untuk menyelidiki pelanggaran di Aceh, ia mengkritik kegagalan dalam mengajukan tuntutan hukum terkait kasus pemerkosaan dan serangan seksual selama masa konflik, serta kegagalan reformasi dalam mengakhiri masalah pelanggaran HAM, konflik, dan gizi buruk di Aceh.[2][6][7] Pada tahun 1999, Kamaruzzaman berbicara di Konferensi Internasional Hak Asasi Manusia di Jenewa, Swiss, mengenai pengalaman perempuan Aceh di masa perang; ia juga melobi Parlemen Eropa untuk memberikan bantuan bagi para aktivis perdamaian di Aceh.[2][4]
Kamaruzzaman terus mengadvokasi perempuan di Aceh sejak berakhirnya konflik dan mengkritik pengabaian peran perempuan dalam proses rekonstruksi. Ia meninggalkan studinya sebagai mahasiswa PhD di City University of Hong Kong untuk fokus pada pembangunan kembali Banda Aceh, termasuk penggalangan dana untuk sekolah baru dan pusat krisis perempuan.[3][8] Ia mengupayakan evaluasi ulang terhadap peran perempuan Aceh selama konflik, termasuk peran mereka dalam mengelola rumah tangga saat kaum laki-laki berperang, serta upaya mengevakuasi dan memakamkan korban yang gugur.[9] Pada tahun 2000, ia memprakarsai Kongres Perempuan Aceh (Acehnese: Duek Pakat Inong Aceh), yang kemudian berkembang menjadi gerakan perempuan Balai Syura Ureung Inong Aceh.[3]
Kamaruzzaman pernah memimpin Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan yang memberikan bantuan kepada pengungsi perempuan dan anak-anak. Ia juga menjabat sebagai pelaksana tugas bidang perempuan dan anak di Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh, yang mengadvokasi peran ibu dalam menyebarkan perdamaian dan mencegah radikalisasi.[2][10]
Saat ini, Kamaruzzaman merupakan dosen di Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala dan menjabat sebagai kepala Pusat Riset Perubahan Iklim (USK Climate Change Research Centre).[1][11]
Penghargaan
Pada tahun 2001, Kamaruzzaman menerima Yap Thiam Hien Award dari Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia di Jakarta sebagai pengakuan atas "rekam jejak yang sangat solid dalam pemberdayaan perempuan di kehidupan sosial-ekonomi, serta pembelaan terhadap hak-hak perempuan yang sering menjadi korban kekerasan oleh militer atau kekerasan seksual di wilayah Aceh yang dilanda konflik".[2][4]
Pada tahun 2012, Kamaruzzaman menerima N-Peace Award, sebuah penghargaan yang disponsori oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP).[4]
Referensi
- ^ a b "Suraiya Kamaruzzaman". The Conversation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 December 2024. Diakses tanggal 2 November 2025.
- ^ a b c d e f "Activists Win Awards for Defending Women's Rights". Union of Catholic Asian News (dalam bahasa Inggris). 26 December 2001. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 January 2024. Diakses tanggal 2 November 2025.
- ^ a b c Azizah, Leni Nur (28 August 2025). "The Art of Mobilizing: Kisah Suraiya Kamaruzzaman Memimpin Gerakan Perdamaian Perempuan Aceh". She Builds Peace. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 November 2025. Diakses tanggal 2 November 2025.
- ^ a b c d "Suraiya Kamaruzzaman". Conciliation Resources (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 March 2025. Diakses tanggal 2 November 2025.
- ^ Kamaruzzaman, Suraiya (23 December 2024). "Acehnese women: Crucial role in peacebuilding overlooked, discriminated by local regulations". The Conversation (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 March 2025. Diakses tanggal 2 November 2025.
- ^ Kamaruzzaman, Suraiya (2006). "Violence, internal displacement and its impact on the women of Aceh". Dalam Coppel, Charles A. (ed.). Violent Conflicts in Indonesia: Analysis, Representation, Resolution (dalam bahasa Inggris). London: Taylor & Francis. ISBN 9780203099292.
- ^ "Peace Together". Women Peace and Security in ASEAN (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 June 2025. Diakses tanggal 2 November 2025.
- ^ Shamdasani, Ravina (27 February 2005). "Academic quits HK to help tsunami-ravaged town". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 November 2025. Diakses tanggal 2 November 2025.
- ^ Nurdin, Ihan (23 December 2021). "Heroisme Perempuan Aceh telah Teruji di Lintas Zaman". The Aceh Trend. Diakses tanggal 2 November 2025. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Samalanga, Joe (12 November 2020). "BNPT dan FKPT Aceh angkat Tren Lindungi Perempuan dari Pengaruh Radikal dan Terorisme". LintasGAYO.co. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 November 2020. Diakses tanggal 2 November 2025.
- ^ "Suraiya Kamaruzzaman". Australia Awards in Indonesia (dalam bahasa Inggris). 19 February 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 November 2025. Diakses tanggal 2 November 2025.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.