Tadej Pogačar

Tadej Pogačar
Pogačar pada Tour of Slovenia 2022
Informasi pribadi
Nama lengkapTadej Pogačar
Nama panggilanPogi
Tanggal lahir21 September 1998 (umur 27)
Tempat lahirKlanec, Slovenia
Tinggi176 cm
Berat66 kg
Catatan membalap
Tim sekarangUAE Team Emirates XRG
DisiplinJalan raya
PosisiPembalap
KategoriPembalap serbabisa
Tim profesional
2017–2018
2019–
Rog–Ljubljana
UAE Team Emirates XRG
Major wins
Grand Tour
  • Tour de France – klasifikasi umum (2020, 2021, 2024, 2025, 2026)
  • Klasifikasi pegunungan Tour de France (2020, 2021, 2025)
  • Klasifikasi pembalap muda Tour de France (2020–2023)
  • 26 kemenangan etape Tour de France (2020–2026)
  • Giro d'Italia – klasifikasi umum dan pegunungan (2024)
  • 6 kemenangan etape Giro d'Italia (2024)
  • Vuelta a España – klasifikasi pembalap muda dan 3 etape (2019)

Balapan etape

Kejuaraan dan balapan satu hari

Kotakinfo ini terakhir diperbarui pada
31 Juli 2026

Tadej Pogačar (lahir 21 September 1998) adalah seorang pembalap Slovenia yang menjuarai Tour de France dua kali berturut-turut pada 2020 dan 2021. Kemenangan beruntun ini menjadikan Pogačar memecahkan rekor sebagai pembalap sepeda termuda yang meraihnya, yaitu pada usianya yang ke-22 tahun.[1]


Hingga Juli 2026, Pogačar telah memenangi Tour de France lima kali—pada 2020, 2021, 2024, 2025, dan 2026—serta Giro d'Italia 2024. Ia juga menjadi juara dunia jalan raya pada 2024 dan 2025, juara Eropa pada 2025, dan pemenang sejumlah Monumen, termasuk Milan–San Remo, Tour of Flanders, Liège–Bastogne–Liège, dan Giro di Lombardia.[2]

Pada 2024, ia menjadi pembalap putra ketiga setelah Eddy Merckx dan Stephen Roche yang mencapai Triple Crown of Cycling, yakni memenangi Giro d'Italia, Tour de France, dan kejuaraan dunia jalan raya pada tahun yang sama.[3] Gaya balap menyerang, kemampuan berimprovisasi, dan keberhasilannya dalam Grand Tour serta balapan klasik membuatnya sering dibandingkan dengan Merckx dan Bernard Hinault.

Karier awal

Pogačar tumbuh di Klanec, dekat Komenda, di sebelah utara Ljubljana. Ia mengikuti kakaknya, Tilen, bergabung dengan klub Rog Ljubljana ketika berusia sembilan tahun. Pada 2011, bakatnya menarik perhatian mantan peraih medali kejuaraan dunia Andrej Hauptman, yang kemudian menjadi pelatihnya.[4]

Ia membalap untuk Rog–Ljubljana pada 2017 dan 2018. Pada 2018, Pogačar memenangi Tour de l'Avenir, balapan etape utama untuk pembalap usia di bawah 23 tahun yang sering dianggap sebagai Tour de France bagi calon pembalap profesional.[5]

UAE Team Emirates

2019: kemenangan WorldTour dan debut Grand Tour

Pogačar bergabung dengan UAE Team Emirates pada 2019. Ia memenangi Volta ao Algarve 2019 dan menjadi pembalap termuda pada saat itu yang memenangi balapan etape UCI WorldTour setelah menjuarai Tour of California 2019.[6]

Pada Vuelta a España 2019, Grand Tour pertamanya, ia memenangi tiga etape, finis ketiga dalam klasifikasi umum, dan merebut klasifikasi pembalap muda. Pada etape kedua terakhir, ia melakukan serangan solo hampir 40 kilometer yang mengangkatnya kembali ke posisi podium.

2020: gelar Tour de France pertama

Pogačar memulai musim 2020 dengan menjuarai Volta a la Comunitat Valenciana. Pada Tour de France 2020, ia awalnya direncanakan membantu Fabio Aru, tetapi segera berkembang menjadi pemimpin utama tim.

Ia memenangi etape 9 dan 15, lalu memasuki uji waktu etape 20 dengan tertinggal 57 detik dari sesama pembalap Slovenia, Primož Roglič. Dalam uji waktu menuju La Planche des Belles Filles, Pogačar membalikkan keadaan dan merebut kaus kuning dengan keunggulan 59 detik.[7]

Pada usia 21 tahun, ia menjadi pemenang Tour termuda kedua dalam sejarah setelah Henri Cornet. Ia juga memenangi klasifikasi pegunungan dan pembalap muda, menjadikannya satu-satunya pembalap yang memenangi klasifikasi umum, pegunungan, dan pembalap muda secara bersamaan dalam satu edisi Tour.

2021: gelar Tour kedua dan kemenangan Monumen

Pada 2021, Pogačar memenangi UAE Tour, Tirreno–Adriatico, dan Liège–Bastogne–Liège, yang menjadi kemenangan Monumen pertamanya. Ia kemudian mendominasi Tour de France 2021, merebut kaus kuning setelah serangan jarak jauh pada etape 8 dan memenangi dua etape pegunungan pada pekan terakhir.

Ia mempertahankan gelar Tour dengan keunggulan lebih dari lima menit, sekaligus kembali memenangi klasifikasi pegunungan dan pembalap muda. Beberapa pekan kemudian, ia meraih medali perunggu balap jalan raya putra pada Olimpiade Tokyo. Pada akhir musim, ia memenangi Giro di Lombardia 2021, Monumen keduanya.

2022: posisi kedua Tour de France

Pogačar memenangi UAE Tour dan Tirreno–Adriatico untuk kedua kalinya, serta meraih kemenangan pertamanya di Strade Bianche melalui serangan solo jarak jauh. Ia juga memenangi sejumlah balapan satu hari lain sebelum tampil sebagai juara bertahan di Tour de France 2022.

Ia sempat memimpin klasifikasi umum, tetapi kehilangan waktu besar kepada Jonas Vingegaard pada etape 11 menuju Col du Granon. Pogačar berulang kali menyerang pada pekan terakhir, tetapi finis kedua di belakang Vingegaard. Ia tetap merebut klasifikasi pembalap muda untuk ketiga kalinya.

Pada akhir musim, ia memenangi Grand Prix Cycliste de Montréal, Tre Valli Varesine, dan mempertahankan gelarnya di Giro di Lombardia. Dengan 16 kemenangan, ia menjadi pembalap putra dengan kemenangan terbanyak pada musim 2022.

2023: Tour of Flanders dan kembali finis kedua di Tour

Pogačar membuka musim 2023 dengan menjuarai Vuelta a Andalucía dan Paris–Nice, masing-masing disertai tiga kemenangan etape. Ia kemudian memenangi Tour of Flanders 2023 setelah menjatuhkan Mathieu van der Poel di Oude Kwaremont dan bersepeda solo pada 19 kilometer terakhir. Kemenangan tersebut membuatnya menjadi pembalap putra ketiga setelah Louison Bobet dan Eddy Merckx yang memenangi Tour de France dan Tour of Flanders.

Ia juga memenangi Amstel Gold Race dan La Flèche Wallonne. Namun, kecelakaan pada Liège–Bastogne–Liège menyebabkan patah tulang pergelangan tangan dan mengganggu persiapannya menuju Tour de France 2023. Meskipun memenangi dua etape, ia kembali finis kedua di belakang Vingegaard dan memenangi klasifikasi pembalap muda untuk kali keempat.

Pada Kejuaraan Dunia Balap Sepeda Jalan Raya UCI 2023, Pogačar meraih medali perunggu. Ia menutup musim dengan kemenangan ketiga berturut-turut di Giro di Lombardia.

2024: Triple Crown of Cycling

Pada 2024, Pogačar menjalani salah satu musim paling dominan dalam sejarah balap sepeda. Ia membuka musim dengan kemenangan solo dari jarak 81 kilometer di Strade Bianche, lalu menjuarai Volta a Catalunya dengan empat kemenangan etape. Ia juga memenangi Liège–Bastogne–Liège melalui serangan solo dari jarak 35 kilometer.

Dalam debutnya di Giro d'Italia 2024, ia memenangi enam etape, klasifikasi pegunungan, dan klasifikasi umum. Keunggulannya hampir sepuluh menit atas Daniel Felipe Martínez, margin kemenangan terbesar di Giro sejak 1965.

Pogačar kemudian memenangi Tour de France 2024 dengan enam kemenangan etape. Gelar tersebut menjadikannya pembalap pertama sejak Marco Pantani pada 1998 yang memenangi Giro dan Tour pada tahun yang sama.[3] Secara keseluruhan, ia mengenakan kaus pemimpin selama 39 etape di kedua Grand Tour tersebut.

Pada September, ia memenangi balap jalan raya putra Kejuaraan Dunia Balap Sepeda Jalan Raya UCI 2024 di Zürich. Ia menyerang lebih dari 100 kilometer dari finis dan bersepeda solo pada 50 kilometer terakhir, melengkapi Triple Crown of Cycling. Pada musim gugur, ia juga memenangi Grand Prix Cycliste de Montréal, Giro dell'Emilia, dan Giro di Lombardia untuk keempat kalinya.

UAE Team Emirates kemudian memperpanjang kontraknya hingga 2030.[8] Ia mengakhiri musim dengan 25 kemenangan dan menempati peringkat pertama dunia UCI untuk tahun keempat berturut-turut.

2025: gelar Tour keempat dan mempertahankan gelar dunia

Pogačar memenangi UAE Tour dan mempertahankan gelarnya di Strade Bianche meskipun sempat mengalami kecelakaan berkecepatan tinggi. Ia kemudian meraih kemenangan kedua di Tour of Flanders, finis kedua dalam debutnya di Paris–Roubaix, dan memenangi La Flèche Wallonne serta Liège–Bastogne–Liège.

Pada Juni, ia menjuarai Critérium du Dauphiné 2025. Dalam Tour de France 2025, Pogačar meraih kemenangan profesional ke-100 pada etape 4, kemudian memenangi tiga etape lainnya. Ia merebut gelar Tour keempat dengan mengungguli Vingegaard lebih dari empat menit.[9]

Pada Kejuaraan Dunia 2025 di Kigali, ia mempertahankan gelar juara dunia setelah menyerang dari jarak 104 kilometer dan menempuh 67 kilometer terakhir seorang diri. Ia kemudian menjadi juara Eropa untuk pertama kalinya dan memenangi Giro di Lombardia untuk kelima kalinya secara berturut-turut, menyamai rekor Fausto Coppi.

2026: gelar Tour kelima

Pogačar membuka musim 2026 dengan memenangi Strade Bianche untuk keempat kalinya. Pada Milan–San Remo 2026, ia kembali ke kelompok depan setelah terjatuh sebelum Cipressa, menyerang pada tanjakan tersebut, lalu mengalahkan Tom Pidcock dalam sprint di Via Roma. Kemenangan itu melengkapi empat dari lima Monumen dalam kariernya.[10]

Ia kemudian memenangi Tour of Flanders untuk ketiga kalinya, finis kedua di Paris–Roubaix, dan menjuarai Liège–Bastogne–Liège untuk keempat kalinya. Pada musim balapan etape, ia juga menjuarai Tour de Romandie 2026 dan Tour de Suisse 2026.

Dalam Tour de France 2026, Pogačar memenangi klasifikasi umum untuk kelima kalinya. Ia menjadi pembalap kelima dalam sejarah yang meraih lima gelar Tour de France, setelah Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Induráin. Ia juga memenangi etape 19 di puncak Alpe d'Huez.[2]

Persaingan

Jonas Vingegaard

Persaingan Pogačar dengan pembalap Denmark Jonas Vingegaard menjadi salah satu narasi utama Tour de France pada dekade 2020-an. Keduanya menempati posisi pertama dan kedua dalam lima edisi Tour berturut-turut dari 2021 hingga 2025: Pogačar menang pada 2021, 2024, dan 2025, sedangkan Vingegaard menang pada 2022 dan 2023.[11]

Pogačar unggul dalam akselerasi eksplosif, sprint kelompok kecil, dan balapan klasik, sedangkan Vingegaard dikenal sangat kuat dalam tanjakan panjang serta persiapan khusus Grand Tour. Pertarungan keduanya juga berlangsung dalam Tirreno–Adriatico, Paris–Nice, dan Critérium du Dauphiné.

Mathieu van der Poel

Pogačar terutama bersaing dengan Mathieu van der Poel dalam balapan satu hari. Keduanya dipandang sebagai dua pembalap klasik utama generasi mereka. Pada musim semi 2025, mereka mendominasi seluruh Monumen: Van der Poel memenangi Milan–San Remo dan Paris–Roubaix, sedangkan Pogačar memenangi Tour of Flanders dan Liège–Bastogne–Liège; Pogačar kemudian merebut Giro di Lombardia pada akhir musim.

Persaingan mereka berlanjut pada 2026. Pogačar menjatuhkan Van der Poel di Poggio dalam Milan–San Remo dan di Oude Kwaremont dalam Tour of Flanders.

Gaya balap dan reputasi

Pogačar dikenal karena gaya balap menyerang dan improvisasional. Ia kerap melakukan serangan jauh sebelum garis finis, berbeda dari kecenderungan balap modern yang lebih mengandalkan pengendalian tempo dan penghematan energi. Serangan jarak jauhnya dalam kejuaraan dunia 2024 dan 2025 menjadi contoh paling terkenal.[12]

Kemampuannya memenangi Grand Tour sekaligus balapan klasik membuatnya sering dibandingkan dengan Eddy Merckx. Merckx menjulukinya “Kanibal baru” setelah Tour de France 2021, sementara Bernard Hinault menilai gaya balap Pogačar menyerupai dirinya dan Merckx. Musim 2024 Pogačar juga kerap dibandingkan dengan musim terbaik Merckx karena keberhasilannya dalam Giro, Tour, kejuaraan dunia, dan beberapa Monumen.

Kehidupan pribadi

Pogačar lahir di Ljubljana dan dibesarkan di Klanec, Komenda. Ibunya, Marjeta, adalah guru bahasa Prancis, sedangkan ayahnya, Mirko, pernah bekerja dalam manajemen pabrik kursi sebelum bergabung dengan pengelolaan tim Rog–Ljubljana. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara dan fasih berbahasa Slovenia serta Inggris.[13]

Pada Agustus 2023, ia mengikuti kegiatan amal untuk korban banjir Slovenia. Ia menyumbangkan €10.000 ditambah €10 untuk setiap foto bersama penggemar dan berpose untuk lebih dari 1.200 foto.

Pogačar menjalin hubungan dengan pembalap sepeda profesional Slovenia Urška Žigart. Keduanya bertunangan pada September 2021.

Prestasi utama

Tahun Prestasi
2018 Juara Tour de l'Avenir
2019 Juara Tour of California; peringkat ketiga dan tiga kemenangan etape Vuelta a España
2020 Juara Tour de France; klasifikasi pegunungan dan pembalap muda
2021 Juara Tour de France; Liège–Bastogne–Liège; Giro di Lombardia; perunggu Olimpiade
2022 Juara Strade Bianche dan Giro di Lombardia; peringkat kedua Tour de France
2023 Juara Tour of Flanders, Amstel Gold Race, La Flèche Wallonne, dan Giro di Lombardia
2024 Juara Giro d'Italia, Tour de France, dan kejuaraan dunia; meraih Triple Crown of Cycling
2025 Juara Tour de France untuk keempat kali; mempertahankan gelar dunia; juara Eropa
2026 Juara Tour de France untuk kelima kali; Milan–San Remo; Tour of Flanders; Liège–Bastogne–Liège

Referensi

  1. ^ "6 Sisi Menarik Profil Tadej Pogacar, 'Si Kanibal Baru' Juara Tour de France 2021". TEMPO. '2021-07-19' 19 Juli 2021. Diakses tanggal '2026-08-01' 2 Agustus 2026. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  2. ^ a b "Tadej Pogačar". Wikipedia bahasa Inggris. 31 Juli 2026. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  3. ^ a b Whittle, Jeremy (21 Juli 2024). "Tadej Pogacar wraps up Tour de France victory to seal historic double". The Guardian. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  4. ^ Fotheringham, William (20 September 2020). "Primoz Roglic and Tadej Pogacar an odd couple leading Slovenia's charge to glory". The Guardian. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  5. ^ "Introducing Slovenia's first Tour de l'Avenir winner, Tadej Pogačar". Rouleur. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  6. ^ Marshall-Bell, Chris (18 Mei 2019). "Record-breaker Tadej Pogačar wins Tour of California". Cycling Weekly. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  7. ^ Leicester, John (20 September 2020). "Vive Le Tour! With Young Winner, Thrilling Race Defies Virus". NBC Boston. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  8. ^ "Tadej Pogačar extends with UAE Team Emirates until 2030". UAE Team Emirates. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  9. ^ "Pogacar claims 100th victory on stage four of Tour". BBC Sport. 8 Juli 2025. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  10. ^ "2026 Milan–San Remo". Wikipedia bahasa Inggris. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  11. ^ "It's time for round four: Is Pogačar vs Vingegaard cycling's most iconic rivalry?". Rouleur. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  12. ^ Hood, Andrew (30 April 2024). "Philippe Gilbert Applauds Pogačar's Panache". Velo. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.
  13. ^ "Tadej Pogačar... o tem, ali ima nadnaravno moč". RTV Slovenija (dalam bahasa Slovenia). 23 Juli 2025. Diakses tanggal 2 Agustus 2026.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya