Tamba

Tamba
Tugu Op. Raja Tamba Tua pada tahun 2023,
di Negeri Tamba, Sitiotio, Samosir
Aksara Batakᯖᯔ᯲ᯅ
(Surat Batak Toba)
Nama margaTamba
Artitamba
(tambah)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadijulu
(Raja Nai Ambaton)
5Raja Nabolon
6Tamba Tua
Nama lengkap tokohRaja Tamba Tua
Nama istriBoru Malau
Nama anak (putra)
  • 1. Sitonggor
  • 2. Lumban Tongatonga
  • 3. Lumban Toruan
Nama boru (putri)
Kekerabatan
Persatuan margaParsadaan Nai Ambaton
(bersama seluruh marga keturunan Tuan Sorbadijulu)
Marga sekerabat
Turunan
  • Tamba Sitonggor
  • Tamba Batumandiri
  • Tamba Lumbanpea
  • Tamba Lumbanpande
  • Tamba Simanggohi
  • Tamba Lumban Tongatonga
  • Tamba Siambaton
  • Tamba Marhati Ulubalang
  • Tamba Lumban Uruk
  • Tamba Lumbantoruan
  • Tamba Rumaroha
  • Tamba Rumarambe
  • Tamba Rumahorbo
  • Tamba Sidauruk
Mataniari binsarMalau
PadanManurung
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalTamba Dolok, Sitiotio, Samosir

Tamba (Surat Batak: ᯖᯔ᯲ᯅ) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Samosir.[1]

Tarombo (Silsilah)

Tamba Tua
Boru Malau
Sitonggor
Boru Sinaga
Lumban Tongatonga
Boru Malau
Lumban Toruan
Boru Malau

Tamba merupakan salah satu marga yang tergabung dalam perkumpulan Parna atau Parsadaan Nai Ambaton. Dengan kata lain, marga Tamba merupakan salah satu marga yang merupakan keturunan dari Tuan Sorbadijulu atau Nai Ambaton.

Marga Tamba merupakan marga persatuan dari seluruh keturunan Tamba Tua, yang mana dari garis keturunan Tamba Tua sendiri banyak lahir marga-marga baru seperti Siallagan, Turnip, Sidabutar, Sijabat, Siadari, Sidabalok, Munte (Marhati Ulubalang), Siambaton, Rumahorbo, Napitu, dan Sitio. Sebagian besar keturunan Tamba Tua telah menggunakan marga-marga baru ini, tetapi sebagian lagi tetap menggunakan marga Tamba sebagaimana nama marga induk mereka.

Tamba Tua menikah dengan Boru Malau dan memiliki tiga orang putra yaitu (1) Sitonggor, (2) Lumban Tongatonga, dan (3) Lumban Toruan, Tamba Tua juga memiliki tiga orang putri yaitu: (1) Hot Pangihutan yang dinikahi oleh Sigodang Ulu, leluhur dari marga Sihotang; (2) Sondangna Uli yang dinikahi oleh Raja Siburian, leluhur dari marga Siburian; (3) Seorang putri yang dinikahi oleh Toga Aritonang.

Silsilah Tamba Sitonggor

Sitonggor
Boru Sinaga
Pande RajaSimanggohi RajaSimata RajaMaria Raja
Pande Raja IIDatu NalimutonDatu GurasimBatu MandiriPandiri Raja
(Siallagan)
Rea Raja
(Turnip)
Lumban Pea
Ompu Ulang AjiDatu ParemeOmpu PungkaonOmpu Aji RuhutBarita GumurukOmpu Siharajaon
Ompu Tahi GumunturOmpu PahombarAma ni ParjambuGuru SodumpangonSuli RajaTuan RanggaDatu Mahuning

Sitonggor menikah dengan Boru Sinaga dan memiliki empat orang putra, yaitu (1) Pande Raja, (2) Simanggohi Raja, (3) Simataraja, dan (4) Maria Raja, Sitonggor juga memiliki dua orang putri yaitu: (1) Seorang putri yang menikah dengan Tuan Hinalang Sihombing Lumbantoruan (Hutagurgur), (2) Seorang putri lainnya menikah dengan Tua Namora Nainggolan Sibatuara.

Adapun Pande Raja tetap membawa marga Tamba dan memiliki dua putra, yaitu Pande Raja II dan Datu Nalimuton; Kemudian Simanggohi Raja juga tetap membawa marga Tamba dan memiliki seorang putra yang bernama Datu Gurasim; Adapun Simata Raja menurut beberapa pendapat merupakan leluhur dari marga Simarmata, tetapi tidak diakui keturunan Simarmata; Kemudian Maria Raja memiliki empat orang putra dan dikarunai seorang putri, yaitu (1) Batu Mandiri yang tetap membawa marga Tamba dan memiliki dua keturunan, yaitu Ompu Pahombar dan Ama ni Parjambu; (2) Pandiri Raja yang menjadi leluhur dari marga Siallagan; (3) Rea Raja yang menjadi leluhur dari marga Turnip; dan (4) Lumban Pea yang tetap membawa marga Tamba dan memiliki dua orang putra, yaitu Barita Gumuruk dan Ompu Siharajaon, sementara Putri tunggal dari Batu Mandiri Tamba Sitonggor yaitu, yang menikah dengan Juara Pagi Sihombing Lumbantoruan.

Silsilah Tamba Lumban Tongatonga

Lumban Tongatonga
Boru Malau
Ompu Ruma Ganjang
Boru Malau
Ompu Lumban Uruk
Boru Malau
Guru Satea BulanGuru Sinanti
Boru Malau
Datu Parngongo
1. Boru Pasaribu
2. Boru Lumbangaol
Tupik Ulubalang
Boru Manik
Ompu PangkoBorjong Nabolon
Boru Sihaloho
Ompu Lomak NihutaGuru Sinanggam
Boru Malau
Datu MinaimOmpu Siambaton
Boru Pohan
Ompu ParjarunjungRaja NialapanGuru Saoan
(Guru Solaosan)
Guru Sotindion
(Guru Sojoloan)
Boru Lumbangaol
Ompu SimatarajaGuru Tinandangan
(Datu Ronggur)
Marhati Ulubalang
1. Boru Nainggolan
2. Boru Simamora
Tangki Raja
Boru Limbong
Ompu Urat Nibulu
Boru Malau
Ompu Ponjot
Boru Manik
Ompu Palamorsa
Boru Gurning
Toga SidabutarToga SijabatToga SiadariToga SidabalokOmpu JungjunganOmpu Panonggak
Boru Nainggolan
Ompu Sangga Tua (Munte)Ompu Luhuk Lumaing (Siambaton)

Lumban Tongatonga yang menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra, yaitu Ompu Ruma Ganjang dan Ompu Lumban Uruk serta tiga orang putri yaitu: (1) Si Boru Abitan Nauli yang menikah dengan Ompu Jelak Maribur (Raja Parultop) yang keturunannya menggunakan marga Haromunte, (2) Seorang putri yang menikah dengan Ompu Sunggu, dan (3) Seorang putri yang menikah dengan Tuan Simare (Simaremare).

Adapun Ompu Ruma Ganjang menikah dengan Boru Malau serta memiliki tiga orang putra, yaitu (1) Guru Satea Bulan, (2) Guru Sinanti, dan (3) Datu Parngongo kemudian Ompu Ruma Ganjang mempunyai beberapa orang putri yaitu: (1) Seorang putri yang dinikahi oleh Tuan Pangihuri Ompusunggu; (2) Seorang putri yang dinikahi oleh Sorimangaraja Simaremare; (3) Siboru Malela yang menikah dengan Raja Mangarerak Simaremare; (4) Seorang putri yang dinikahi oleh Tuan Nahum Siburian; (5) Seorang putri yang dinikahi oleh Tuan Napang Siburian. Putra pertama yang bernama Guru Satea Bulan sendiri tetap membawa marga Tamba; Lalu Guru Sinanti tetap membawa marga Tamba menikah dengan Boru Malau dan memiliki tiga orang putra yaitu (1) Ompu Lomak Nihuta, (2) Guru Sinanggam yang menikah dengan Boru Malau, dan (3) Datu Minaim, Guru Sinanti Juga dikarunia beberapa orang putri yaitu (1) Siboru Sonang yang menikah dengan Bintang Tujuon Ompusunggu; (2) Siboru Marbung Omas yang menikah dengan Guru Sororangon Simatupang Siburian; (3) Siboru Martuli yang dinikahi oleh Hutatoruan Gultom. Kemudian Datu Parngongo yang menikah dengan Boru Pasaribu dan Sitagantagan Bulu Boru Lumbangaol, putri dari Ama Raja Irumana Lumbangaol serta memiliki delapan orang putra, yaitu (1) Ompu Siambaton; (2) Ompu Parjarunjung; (3) Raja Nialapan, (4) Guru Saoan/Guru Solaosan; (5) Guru Sotindion/Guru Sojoloan; (6) Simataraja; (7) Guru Tinandangan/Datu Ronggur; dan (8) Marhati Ulubalang.

Adapun Putra pertama Datu Parngongo dengan Istri Pertamanya Boru Pasaribu yang bernama Ompu Siambaton sendiri kemudian keturunannya tetap membawa marga Tamba menikah dengan Boru Pohan dan menetap di Poriaha Tapian Nauli serta terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu Namora Dimpan, Sangge Tinali, dan Ompu Turak; Kemudian putra kedua yaitu Ompu Parjarunjung tetap membawa marga Tamba; Putra ketiga yaitu Raja Nialapan juga tetap membawa marga Tamba; Lalu putra keempat yaitu Guru Saoan/Guru Solaosan sendiri menurut beberapa pendapat merupakan leluhur dari marga Turnip, tetapi tidak diakui keturunan Turnip; Adapun putra kelima yaitu Guru Sotindion/Guru Sojoloan menikahi pariban-nya yaitu Boru Lumbangaol, putri dari Ompu Pangisi Naiborngin Lumbangaol serta memiliki empat orang putra yang kelak dikenal sebagai "Si Opat Ama", yaitu (1) Toga Sidabutar, (2) Toga Sijabat, (3) Toga Siadari, dan (4) Toga Sidabalok; Lalu putra keenam yaitu Simataraja sendiri menurut beberapa pendapat juga merupakan leluhur dari marga Simarmata, tetapi tidak diakui keturunan Simarmata; Kemudian putra ketujuh yaitu Guru Tinandangan/Datu Ronggur tetap membawa marga Tamba dan sebagian keturunannya menetap di Parlilitan; Lalu putra kedelapan yaitu Marhati Ulubalang sendiri menikahi Boru Nainggolan, putri dari Datu Parulas Parultop Nainggolan dan juga Boru Simamora serta memiliki empat orang putra, yaitu (1) Ompu Jungjungan yang tetap membawa marga Tamba; (2) Ompu Panonggak yang tetap membawa marga Tamba dan menikah dengan putri dari Ompu Pugun Nainggolan; (3) Ompu Sangga Tua yang keturunannya menggunakan marga Munte; dan (4) Ompu Luhuk Lumaing yang keturunannya menggunakan marga Siambaton dan menetap di daerah Doloksanggul.

Adapun Ompu Lumban Uruk sendiri keturunannya tetap membawa marga Tamba dan menikah dengan Boru Malau serta memiliki tiga orang putra, yaitu (1) Tupik Ulubalang, (2) Ompu Pangko, dan (3) Borjong Nabolon. Tupik Ulubalang sendiri menikah dengan Boru Manik serta memiliki dua orang putra, yaitu Tangki Raja yang menikahi Boru Limbong Sihole dan Ompu Urat Nibulu yang menikahi Boru Malau. Lalu Borjong Nabolon menikah dengan Boru Sihaloho serta memiliki dua orang putra, yaitu Ompu Ponjot yang menikah dengan Boru Manik dan Ompu Palamorsa yang menikah dengan Boru Gurning.

Silsilah Tamba Lumbantoruan

Lumban Toruan
Boru Malau
Tuan Rumaroha
Boru Siringoringo
Tuan Rumahorbo
(Tuan Pinahorbo)
Boru Malau
Ompu Rumaroha
Boru Haromunthe
Tuan Rambe
(Datu Narambean)
Boru Malau
Tuan Dihorbo
Boru Malau
Tuan Diuruk
Boru Malau
Datu Pangea
Boru Malau
Datu Gumul
Boru Gultom
Datu Arang Niaji
Boru Nainggolan
Datu Laila
(Tuan Nihuta)
Boru Manik
Guru Matio
Boru Malau
Guru Sumundut
Boru Malau
Datu Upar
Boru Malau
Siurukuruk
(Sidauruk)
Tumonggo Aji
Boru Malau
Namora Minum
Boru Malau
Ulubalang Tampak
Boru Gultom
Raja Ihutan
Boru Malau
Sitio RajaNapitu RajaUjung Raja
(Rumahorbo)
Napitu RajaSitio RajaRaja Unggul
Boru Malau
Toga Dongan
Boru Limbong
Ompu SopamotoOmpu SotaroraOmpu Panaluan
Boru Malau

Lumban Toruan menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra, yaitu Tuan Rumaroha dan Tuan Rumahorbo/Tuan Pinahorbo.

Tuan Rumaroha menikah dengan Boru Siringoringo dan memiliki dua orang putra, yaitu Ompu Rumaroha dan Tuan Rambe/Datu Narambean. Kemudian putra pertama yaitu Ompu Rumaroha sendiri keturunannya tetap membawa marga Tamba, beliau menikahi Boru Haromunthe putri dari Ompu Jelak Maribur (Ompu Raja Parultop) Haromunthe dan memiliki seorang putra yang bernama Datu Pangea, lalu Datu Pangea yang menikahi Boru Malau serta memiliki tiga orang putra, yaitu (1) Namora Minum yang menikah dengan Boru Malau, (2) Ulubalang Tampak yang menikahi Boru Gultom, dan (3) Raja Ihutan yang menikah dengan Boru Malau. Adapun putra kedua yaitu Tuan Rambe/Datu Narambean sendiri menikahi Boru Malau dan memiliki empat orang putra, yaitu (1) Datu Gumul yang tetap membawa marga Tamba dan menikahi Boru Gultom; (2) Datu Arang Niaji yang menikah dengan putri dari Ompu Tinatap Nainggolan dan tetap membawa marga Tamba; (3) Datu Laila/Tuan Nihuta yang tetap membawa marga Tamba serta menikah dengan Boru Manik; dan (4) Guru Matio yang menurut beberapa pendapat menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra yang lahir dalam posisi sabalutan, yang mana hal ini menyebabkan ketidakpastian tentang siapa yang lebih tua dan lebih muda di antara kedua putra tersebut. Kedua orang putra tersebut yaitu adalah Sitio Raja yang membawa marga Sitio dan Napitu Raja yang membawa marga Napitu, Tuan Rambe/Datu Narambean juga memiliki seorang putri yang menikah dengan Guru Sounangon Siburian.

Tuan Rumahorbo/Tuan Pinahorbo menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra, yaitu Tuan Dihorbo dan Tuan Diuruk. Adapun putra pertama yaitu Tuan Dihorbo menikah dengan Boru Malau dan memiliki dua orang putra, yaitu Guru Sumundut dan Datu Upar; Lalu Guru Sumundut menikah dengan Boru Malau dan memiliki tiga orang putra, yaitu (1) Ujung Raja yang membawa marga Rumahorbo; (2) Napitu Raja yang membawa marga Napitu; dan (3) Sitio Raja yang membawa marga Sitio; Datu Upar sendiri keturunannya membawa marga Tamba Rumahorbo dan ia memiliki dua orang putra, yaitu Raja Unggul yang menikahi Boru Malau dan Toga Dongan yang menikahi Boru Limbong. Kemudian putra kedua yaitu Tuan Diuruk yang memiliki dua orang putra, yaitu Siurukuruk yang menurut beberapa pendapat merupakan leluhur dari marga Sidauruk, tetapi tidak diakui oleh sebagian besar keturunan Sidauruk; dan Tumonggo Aji yang keturunannya membawa marga Tamba Sidauruk dan menikah dengan Boru Malau serta memiliki tiga orang putra, yaitu (1) Ompu Sopamoto, (2) Ompu Sotarora, dan (3) Ompu Panaluan yang menikah dengan Boru Malau.

Terkait dengan marga Napitu dan Sitio, terdapat perbedaan pendapat sampai saat ini yang mana sebagian pihak menyatakan bahwa Napitu dan Sitio merupakan keturunan dari Guru Sumundut, cucu dari Tuan Rumahorbo (Tuan Pinahorbo) bersama Rumahorbo, sedangkan sebagian pihak lain menyatakan bahwa Napitu dan Sitio merupakan keturunan dari Guru Matio, cucu dari Tuan Rumaroha.

Tokoh

Galeri

Referensi

  1. ^ Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya