Tameng

Tameng sebagai salah alat yang digunakan dalam penobatan Sultan Banjar di Kalimantan Selatan disimpan di Museum Nasional Jakarta.
Bandingkan Surya Majapahit dengan tameng Kesultanan Banjar.

Tameng Sultan Banjar[1] adalah suatu perisai yang terbuat dari emas dan besi yang dipergunakan dalam upacara penobatan Sultan Banjar di Kalimantan Selatan. Tameng ini merupakan koleksi Museum Nasional Jakarta. Bentuk tameng ini menyerupai suatu bentuk mandala atau cakra (roda kehidupan alam semesta)

Ornamen

Tameng ini dihiasi dengan ornamen khas Banjar:

  • lidah api yang mengarah ke delapan (atau 16) penjuru mata angin
  • tali pilin yang terdapat di sekeliling tepi perisai, merupakan hiasan bernafaskan Islam (bandingkan dengan tali yang terdapat pada lambang Nahdlatul Ulama).
  • dan lain-lain

Catatan kaki

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya