Tan Hwat Tiang
Ir. Tan Hwat Tiang | |
|---|---|
| 陈发长 | |
Potret resmi (1955) | |
| Menteri Perhubungan dan Pengairan Negara Pasundan ke-1 | |
| Masa jabatan 8 Mei 1948 – 18 Juli 1949 | |
| Presiden | Wiranatakusumah V |
| Perdana Menteri | Adil Puradiredja Djumhana Wiriaatmadja |
| Menteri Kesehatan Negara Pasundan | |
| Masa jabatan 31 Januari 1949 – 18 Juli 1949 (ad-interim) | |
| Presiden | Wiranatakusumah V |
| Perdana Menteri | Djumhana Wiriaatmadja |
Pendahulu M. H. A. Patah Pengganti Kornel Singawinata | |
| Menteri Hukum Negara Pasundan | |
| Masa jabatan 18 Oktober 1948 – 10 Januari 1949 (ad-interim) | |
| Presiden | Wiranatakusumah V |
| Perdana Menteri | Djumhana Wiriaatmadja |
Pendahulu Suparman Pengganti Oto Kusumasubrata | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1912 Surakarta, Hindia Belanda |
| Meninggal | 27 Juli 1980 (umur 67-68) Oakland, Amerika Serikat |
| Partai politik | Baperki (1954-1956) |
| Almamater | Technische Hoogeschool te Bandoeng |
| Profesi | Insinyur, politisi, pengusaha |
Tan Hwat Tiang (Hokkien: 陈发长, Chen Fachang, 1912-27 Juni 1980) adalah seorang insinyur dan politisi Tionghoa Indonesia. Ia dikenal karena pernah menjabat sebagai menteri dalam berbagai kabinet dalam Negara Pasundan.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Tan Hwat Tiang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada tahun 1912. Pada tahun 1929, ia tercatat lulus dari Christelijke MULO di Solo.[1] Ia kemudian menjalani pendidikan di Algemeene Middelbare School (AMS) di Yogyakarta.[2]
Pada tahun 1932, Tan mulai berkuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS). Ia seangkatan dengan Ukar Bratakusumah, yang kemudian akan berseberangan dengannya sebagai Gubernur Jawa Barat versi Republik Indonesia, dan Mananti Sitompul, pejuang kemerdekaan yang nantinya menjabat sebagai menteri dalam Republik Indonesia.
Pada tahun 1937, Tan lulus dari THS Bandung.
Karier
Setelah lulus dari THS Bandung, Tan pindah ke Semarang, di mana ia tercatat sebagai ketua cabang Hsing Chung Hui (HCH), sebuah organisasi kemasyarakatan Tionghoa di Hindia Belanda.[3]
Pada tahun 1947, di tengah masa Revolusi yang banyak menimbulkan korban dari golongan Tionghoa, Tan sebagai anggota Chung Hwa Chung Hui mendirikan Korps Keamanan Tionghoa (Chinees Veiligheidscorps).[4]
Setelah pecahnya peristiwa Bandung Lautan Api, Tan sebagai seorang insinyur ditunjuk oleh Residen Jawa Barat dalam Pemerintahan Sipil Hindia Belanda untuk membantu pengungsi Indonesia yang kembali ke Bandung setelah pertempuran mereda.
Dalam Negara Pasundan
Pada tanggal 8 Mei 1948, Tan dilantik sebagai Menteri Perhubungan dan Pengairan Negara Pasundan di bawah Perdana Menteri Adil Puradiredja. Menyusul wafatnya Suparman yang menjabat sebagai Menteri Hukum Negara Pasundan pada tanggal 14 Oktober 1948, Tan dilantik sebagai Menteri Hukum Negara Pasundan ad interim pada tanggal 18 Oktober 1948.[5]
Setelah bubarnya Kabinet Adil Puradiredja dan digantikan dengan Kabinet Djumhana Wiriaatmadja pada tanggal 10 Januari 1949, Tan mempertahankan jabatannya sebagai Menteri Perhubungan dan Pengairan.[6] Baru dua minggu menjabat, pada tanggal 24 Januari 1949, Tan beserta sebagian besar anggota Kabinet Djumhana mengundurkan diri karena tidak setuju dengan program Perdana Menteri Djumhana.[7]
Pada tanggal 31 Januari 1949, Perdana Menteri Djumhana melakukan pembentukan ulang kabinet. Di dalam kabinet baru tersebut, Tan kembali menjabat sebagai Menteri Perhubungan dan Pengairan. Selain itu, ia juga memegang jabatan ad interim sebagai Menteri Kesehatan yang tadinya diberikan untuk Maskawan. Karena Maskawan tidak menerima penunjukan dari Perdana Menteri Djumhana, maka Tan menduduki jabatan Menteri Kesehatan ad interim sekaligus Menteri Perhubungan dan Pengairan sampai bubarnya Kabinet Djumhana pada tanggal 18 Juli 1949.[8]
Tan tidak kembali diikutsertakan dalam perombakan ulang Kabinet Djumhana pada tanggal 18 Juli 1949.
Dalam Republik Indonesia
Setelah bubarnya Negara Pasundan dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, Tan diangkat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sementara (DPRDS) Jawa Barat. Ia duduk sebagai perwakilan golongan minoritas Tionghoa-Indonesia.[9]
Pada tahun 1954, Tan turut mendirikan Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia (Baperki), sebuah persatuan politik golongan Tionghoa-Indonesia. Ia duduk dalam pimpinan pusat Baperki, dan kemudian mulai Desember 1954 juga sebagai Ketua Baperki Jawa Barat, dan mulai November 1955 sebagai salah satu ketua Baperki cabang Bandung.
Tan turut serta dalam pemilihan umum 1955 sebagai calon anggota DPR dan Dewan Konstituante mewakili Baperki, namun tidak terpilih.
Kegiatan Bisnis dan Sosial
Pada tahun 1950-an, Tan aktif di bidang sosial dan komersial. Ia adalah presiden PRETEX (Federasi Bisnis Tekstil Priangan) pada tahun 1950, presiden GAPO (Asosiasi Transportasi Bus, Jawa Barat) dan IPPOI (Federasi Bisnis Transportasi Bus Indonesia) pada tahun 1950-an, dan direktur Kantor Insinjur dan Arsitek Puntjak (sebuah firma arsitektur dan teknik di Bandung).[10]
Tan memiliki kepedulian yang tinggi dalam dunia pendidikan. Sebagai anggota DPRDS Jawa Barat, Tan tercatat pernah terlibat dalam usaha mendirikan fasilitas asrama bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung. Bersama Sanusi Hardjadinata, Tan berpartisipasi dalam pembangunan kembali Villa Isola yang sempat rusak akibat perang pada tahun 1955.
Pada tahun 1957, melalui Surat Putusan Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan tanggal 2 Februari 1957 No. 11181/S, Tan ditunjuk sebagai salah satu anggota Panitia Negara Pembentukan Universitas Negeri di Kota Bandung. Pada tanggal 11 September 1957, panitia tersebut berhasil mendirikan Universitas Padjadjaran.[11]
Akhir Hidup
Setelah pensiun dari dunia politik, Tan bermigrasi ke Amerika Serikat. Ia wafat pada tanggal 27 Juni 1980 di Oakland, California.
Referensi
- ^ De Indische courant (1929-05-12). "Christelijke MULO Solo". Koran.
- ^ Soerabaijasch handelsblad (1931-11-11). "Vrouwen wereldbond voor den vrede". Koran.
- ^ De locomotief (1939-08-21). "De Hsing Chung Hui-organisatie". Koran.
- ^ Algemeen Indisch dagblad (1947-08-09). "Chinees veiligheidscorps". Koran.
- ^ Negara Pasundan satu tahun, 24 April 1948-1949. 1949.
- ^ De Nederlander (1949-01-10). "Geen Republiekeinse-fractie in het nieuw Pasoendan-kabinet". Koran.
- ^ De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad (1949-01-25). "Grotste deel van Pasoendans kabinet afgetreden". Koran.
- ^ Bredasche courant (1949-01-31). "Nieuw kabinet in West-Java". Koran.
- ^ Algemeen Indisch dagblad : de Preangerbode (1951-01-03). "Het streven nar een Indonesische natie". Koran.
- ^ Suryadinata, Leo (2015). Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches. Singapore: ISEAS Publishing. hlm. 286. ISBN 978-981-4620-50-5.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ^ rumawat (2011-07-12). "2 Pebruari 1957". Sejarah Unpad (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-11.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.



