Tangguh keris
Berikut adalah tangguh-tangguh keris Jawa beserta beberapa empu terpandangnya menurut Wirasoekadga, pandai besi dari Karaton Surakarta Hadiningrat.[1] Beberapa nama mungkin digolongkan pada tangguh yang berbeda menurut rujukan lain.
- Pajajaran, dengan empu-empu sebagai berikut.
- Ki Keleng
- Ki Kuwung
- Ki Loning
- Ki Angga
- Empu ing Pagelen [Bagelen ?]
- Ki Sikir dukun Tapan
- Siungwanara, sewaktu mengabdi pada bupati Arya Banyak Wide
- Tuban
- Ki Panekti
- Ki Suratman
- Ki Modin
- Ki Galahita
- Ki Bekel Jati
- Ki Supadriya
- Ni Mbok Sambra[2]
- Jirak
- Madura
- Ki Kasa
- Ki Macan
- Ki Kacang
- Ki Luju Madura
- Blambangan
- Ki Mendung
- Ki Tembarok
- Ki Supagati
- Pangeran Pitrang
- Majapahit (tidak sama dengan "keris majapahit"!)
- Ki Supadriya
- Ki Supagati
- Ki Jaka Supa
- Ki Jigja
- Angga-Cuwiri
- Ki Singkir Wanabaya
- Empu-empu anggota perkumpulan (empu-empu Pekelun)
- Kuripan
- Sedayu (sekarang dekat Bantul)
- Pangeran Sedayu (alias Empu Supa)
- murid-murid Pangeran Sedayu
- Jenu (dekat Jipang, Kabupaten Blora)
- Adipati Jenu (Jaka Sura)
- Tirisdayu
- Ki Siki
- Setrabanyu di Matesih
- Ki Setra
- Madiun
- Ki Kodhok ("Ki Supa Anom")
- sahabat-sahabat Ki Kodhok
- Demak
- Cirebon
- Kudus
- Pajang
- Ki Umyang
- sahabat-sahabat Ki Umyang
- Pajang–Mataram (dikenal juga sebagai Mataram Senopatèn)
- Ki Arya Japan
- Mataram (dari era Sultan Agung dan seterusnya)
- Ki Umayi
- Ki Legi
- Ki Guling
- Ki Nom
- Pangeran Sendhang
- Ngentha-entha[3]
- Kartasura
- Ki Lujuguna
- Ki Macan
- Surakarta (dibagi menjadi lima zaman: Pakubuwana IV (PB IV), PB V, Mangkubumen, PB IX, dan PB X, dengan empu masing-masing).
- Brajaguna
- Brajasetika
- Ki Tirtadangsa
- R.Ng. Jayasukadga (dua zaman)
- R.Ng. Japan
- R.Ng. Singawijaya
- R.Ng. Brajasetama
- R.Ng. Wirasukadga
- Ki Mangunwalela
Keris-keris dari luar Jawa juga memiliki gaya masing-masing. Keterbatasan rujukan membuat khazanah variasi keris Nusantara luar Jawa belum dapat dipaparkan secara layak.
Di Sumatra dikenal berbagai gaya pembuatan keris. Beberapa sentra keris yang ada di Sumatra yang memiliki kekhasan adalah sebagai berikut.
- Aceh/Gayo
- Minang
- Riau/Bangkinang
- Palembang
- Bangka Belitung
- Lampung
Keris Semenanjung Malaya dan Brunei juga memiliki langgam tersendiri.
Di Sulawesi keris umumnya berasal dari kawasan barat daya pulau, yang terkenal adalah keris gaya Bugis. Dari Nusa Tenggara dikenal keris gaya Bali dan Sumbawa.
Yang paling berbeda adalah keris Moro/Filipina. Wujudnya sangat mudah dibedakan dari keris Nusantara lainnya.
Referensi
- ^ Wirosoekadga, Mas Ngabehi. tanpa tahun. Serat Panangguhing Duwung. Sadu Budi. Surakarta. Hal. 7–31.
- ^ dimasukkan dalam tangguh Pajajaran menurut Waluyodipuro, R.T. tanpa tahun. Seserepan bab Dhuwung tuwin ubarampe saha lalajenganipun. Penerbit Inaltu. Surakarta. Hal. 88.
- ^ Oleh pustaka lain disamakan dengan Yogyakarta.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.