Tapis inuh

Tapis inuh merupakan tapis khas masyarakat pesisir atau masyarakat Lampung Saibatin. Tapis ini digunakan oleh masyarakat Saibatin dalam menjalankan prosesi adat. Layaknya masyarakat pesisir, ragam hias tapis inuh dipenuhi dengan hiasan gelombang, makhluk-makhluk air seperti teripang, cumi-cumi, dan tunas sulur daun yang mengandung nilai-nilai filosofis.

Tapis inuh sudah lama menghilang dari masyarakat Lampung, sehingga banyak yang jarang mengenal tapis inuh. Kini, tapis inuh direduplikasi dalam bentuk lembaran kain dan batik tanpa meninggalkan motif asal yang tercantum dalam tapis inuh asli.

Asal-usul Inuh

Beberapa pendapat mengatakan bahwa inuh bukan tapis karena proses pengerjaannya yang tidak menggunakan ragam hias dengan sistem cucuk, melainkan dengan proses tenun, yakni dengan cara menggabungkan benang lusi dan pakan. Namun, pendapat lain tidak memasalahkan penyebutan inuh sebagai tapis, tetapi lebih mengaitkan kepada pengertian tapis sebagai kain panjang semacam senjang yang belum diberi ragam hias.

Pendapat lain yang mendukung inuh sebagai kain tapis adalah bahwa orang di luar Lampung akan menyebut tapis untuk kain-kain yang dihasilkan di Lampung dan menjadi ciri khas Lampung, termasuk inuh. Pendapat tersebut juga didukung oleh pendapat bahwa inuh merupakan tapis yang bisa ditemukan juga di daerah Krui, Pesisir Barat. Biasanya inuh dikenakan oleh wanita dalam menghadiri upacara adat.

Perkembangan Inuh

Pada awal tahun 2000, informasi tentang inuh yang terputus mata rantainya mulai terkuak. Ketika beberapa orang Lampung berkunjung ke luar negeri (Amerika Serikat dan Australia), mereka mendapatkan informasi mengenai inuh dari buku dan bahkan melihat fisik inuh.

Berbekal dari hal itu, orang tersebut mendatangi Dekranasda Kabupaten Lampung Selatan. Kemudian Dekranasda Lampung Selatan bekerja sama dengan pemangku adat setempat, pemerintah daerah, dan beberapa individu dalam upaya menghidupkan kembali inuh.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya