Tari Barong Landung
Pertunjukan Barong paling menonjol di antara beragam seni pertunjukan Bali yang berhasil dikemas sebagai daya tarik wisata. Bagi masyarakat Bali, Barong dipandang sebagai simbol kebaikan karena berkaitan erat dengan ritual keagamaan dan berfungsi sebagai sarana pengeruwatan atau penyucian alam. Kekuatan magis Barong diyakini terletak pada bagian kepala (punggalan), terutama pada unsur mata, gigi, dan bulu janggut, yang dipercaya memiliki nilai spiritual dan perlindungan bagi masyarakat.[1]
Masyarakat Bali percaya Barong sebagai figur pelindung desa yang diyakini memiliki kekuatan gaib dan karena itu dikeramatkan, Barong juga berkembang sebagai seni pertunjukan yang populer di Bali. Dalam konteks pertunjukan, Barong biasanya ditarikan oleh dua penari laki-laki. Wujud Barong merepresentasikan berbagai binatang mitologis, antara lain Barong Singa atau Macan, Barong Bangkal (babi hutan), Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Lembu (sapi), serta Barong Banaspatiraja yang melambangkan raja hutan.[2]
Selain bentuk-bentuk tersebut, masyarakat Bali juga mengenal Barong Landung, yang terdiri atas Jero Gede atau Lanang (laki-laki) dan Jero Luh (perempuan), yang memiliki kemiripan dengan ondel-ondel di Jakarta. Terdapat pula Barong Dedengkling yang menggambarkan berbagai wujud wanara atau binatang hutan. Di antara beragam jenis Barong yang hidup dan berkembang di Bali, Barong Banaspatiraja merupakan bentuk seni balih-balihan atau tontonan yang banyak dikemas sebagai atraksi wisata. Di Pulau Dewata, Barong Banaspatiraja lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Barong Keket atau Barong Ket.[3]
Daftar Pustaka
Referensi
- ^ Dewi, Anggraeni Purnama (2016-08-01). "Komodifikasi Tari Barong di Pulau Bali (Seni Berdasarkan Karakter Pariwisata)". Panggung. 26 (3). doi:10.26742/panggung.v26i3.187. ISSN 2502-3640.
- ^ Dewi, Anggraeni Purnama (2016-08-01). "Komodifikasi Tari Barong di Pulau Bali (Seni Berdasarkan Karakter Pariwisata)". Panggung. 26 (3). doi:10.26742/panggung.v26i3.187. ISSN 2502-3640.
- ^ Dewi, Anggraeni Purnama (2016-08-01). "Komodifikasi Tari Barong di Pulau Bali (Seni Berdasarkan Karakter Pariwisata)". Panggung. 26 (3). doi:10.26742/panggung.v26i3.187. ISSN 2502-3640.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.