Tari Beskalan

Tari Beskalan adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Malang, Provinsi Jawa Timur. Tarian ini umum ditampilkan sebagai tarian penyambutan dalam berbagai acara adat, pertunjukan seni, sampai dengan pembukaan pagelaran wayang maupun kuda lumping. Tari Beskalan memiliki gerak laku yang menunjukkan keramahan masyarakat Malang dalam menyambut tamu atau pendatang. Tarian ini juga menjadi bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah alam serta kesejahteraan.[1]

Sejarah

Tari Beskalan lahir dari tradisi masyarakat Malang yang menjunjung tinggi keramahtamahan. Informasi dari Disparbud Kabupaten Malang menyebutkan bahwa Tari Beskalan merupakan tari ritual yang dilakukan Miskayah, seorang penari yang menarikannya pada tahun 1920.[2] Nama "Beskalan" memiliki makna persiapan atau pembejalan, yang melambangkan kesediaan tuan rumah dalam penerimaan tamu dengan penuh penghormatan. Beskalan berasal dari istilah bahasa Jawa dari akar kata Bit-Kal, yang merupakan perpaduan kata Cikal-Bakal atau bibit kawit, yang memiliki makna asal mula.[3] Tarian ini dipentaskan di panggung rakyat serta ritual, yang selanjutnya berkembang sebagai bagian dari seni pertunjukkan formal. Saat ini, Tari Beskalan sendiri telah menjadi salah satu dari 12 karya budaya Jawa Timur yang menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.[4] Penetapan tersebut dilakukan oleh Kemendikbudiristek RI pada tahun 2023 bersama dengan 11 karya budaya Jawa Timur lainnya.[5]

Fungsi

Fungsi Ritual

Tari Beskalan pada awalnya memiliki fungsi sebagai tari ritual dalam kehidupan masyarakat di wilayah Malang, Jawa Timur. Tarian ini dipentaskan dalam rangkaian upacara adat tertentu yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap leluhur dan keselamatan desa. Salah satu praktiknya terdapat pada tradisi bersih desa yang dilaksanakan pada hari senin legi di bulan Syuro di Dusun Tulus Besar, Tumpang, Kabupaten Malang.[6] Dalam kegiatan tersebut, Tari Beskalan menjadi salah satu pertunjukan yang diwajibkan sebagai bagian dari rangkaian ritual. Pementasan tari ini berkaitan dengan penyajian sesaji atau cok bakal yang berfungsi sebagai simbol permohonan izin kepada leluhur agar masyarakat memperoleh keselamatan dan perlindungan.[4] Selain itu, terdapat pandangan lain yang menyatakan bahwa pada masa awal kemunculannya Tari Beskalan berkaitan dengan ritual yang berhubungan dengan kesuburan tanah. Dalam konteks ini, tarian dipahami sebagai bagian dari ritus tanah yang dilakukan masyarakat ketika membuka lahan baru atau mendirikan bangunan besar. Ritual tersebut dalam tradisi tertentu disertai dengan upacara simbolik seperti penanaman tumbal kepala kerbau dan pengorbanan darah sebagai bentuk persembahan. Praktik tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar tanah yang diolah dapat menghasilkan tanaman yang subur dan memberikan hasil panen yang melimpah.[7][8]

Fungsi Hiburan

Selain berfungsi sebagai bagian dari ritual, Tari Beskalan juga berkembang sebagai tari hiburan yang dipertunjukkan kepada masyarakat luas. Dalam fungsi ini, tarian disajikan sebagai tontonan yang dapat dinikmati oleh publik dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya. Perkembangan fungsi hiburan ini mulai terlihat sekitar tahun 1940-an melalui kegiatan pertunjukan keliling yang dilakukan oleh para seniman tradisional, seperti tandhak dan kelompok kesenian yang berkaitan dengan tradisi andhong tayub. Kondisi ekonomi masyarakat petani yang pada masa itu mengalami kesulitan mendorong sebagian masyarakat untuk memanfaatkan keterampilan seni, seperti musik dan tari tradisional, sebagai sumber penghasilan dengan mengadakan pertunjukan dari desa ke desa. Memasuki tahun 1970-an, kondisi ekonomi masyarakat mulai mengalami peningkatan sehingga berbagai kelompok pertunjukan seni mulai bermunculan di berbagai desa. Pada masa ini Tari Beskalan semakin berkembang sebagai seni pertunjukan yang sering ditampilkan dalam berbagai acara masyarakat. Sampai saat ini, Tari Beskalan dikenal sebagai salah satu kesenian tradisional yang berkembang di Kota Malang. Tarian ini kerap dipentaskan dalam berbagai kegiatan publik, seperti acara hiburan masyarakat, penyambutan tamu, peringatan hari jadi daerah, pembukaan kegiatan resmi, serta berbagai festival budaya. Dalam konteks pertunjukan tersebut, Tari Beskalan berfungsi sebagai bagian dari representasi seni tradisional daerah yang ditampilkan dalam kegiatan seremonial maupun kegiatan kebudayaan.[8][9]

Pertunjukan

Tari Beskalan umumnya dimainkan oleh empat orang penari, dengan tata rias dan busana yang khas. Pada bagian kepala penari menggunakan sanggul dengan hiasan cundhuk mentul.[10] Hiasan tersebut menjadi daya tarik serta kesempurnaan yang ada dalam tarian. Sementara di bagian tubuh atas menggunakan kemben dengan paduan ilat-ilatan. Sedangkan di bagian bawah memakai celana sampai dengan lutut dan tambahan kain di bagian depan serta belakang dengan panjang yang sejajar dengan celana. Pada bagian kaki kemudian menggunakan kaus kaki putih beserta gongseng. Penari juga menggunakan selendang yang dipasangkan di bagian bahu sebagai atribut dalam melakukan tarian.

Tarian ini memiliki gerakan yang serupa dengan Tari Remo, namun Tari Beskalan memiliki gerakan yang lebih anggun, lincah, serta dinamis sebagai penggambaran kecantikan dan kelincahan seorang wanita.[11] Gerakan tarian menjadi citra keanggunan dengan mempertahankan kekuatan pada tiap langkahnya.[12]

Referensi

  1. ^ [email protected] (2025-11-06). "Tari Beskalan, Tarian Asli dari Ngadireso". Desa ngadireso (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-20. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  2. ^ ameg.id. "Tari Beskalan Kabupaten Malang Menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia". ameg.id. Diakses tanggal 2025-11-20.
  3. ^ "Asal Usul dan Fungsi Tari Beskalan Putri Malang". 2021-11-23. Diakses tanggal 2025-11-20.
  4. ^ a b Gumilang, Binar (2023-09-02). "Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Begini Sejarah Tari Beskalan Kabupaten Malang". TIMES Indonesia. Diakses tanggal 2025-11-20.
  5. ^ "Tari Beskalan Malang Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda". Suryamalang.com. Diakses tanggal 2025-11-20.
  6. ^ "kirab Budaya dalam rangka Bersih Desa Tumpang "Reksa Jinalaya Purwo"". Matic. Diakses tanggal 2026-03-14.
  7. ^ Kompasiana.com (2023-01-07). "Tari Beskalan Tarian Khas Malang Jawa Timur". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2026-03-14.
  8. ^ a b Choirunnisa, S. (2020). Ensiklopedia Tari Beskalan (edisi pertama). Universitas Negeri Malang.
  9. ^ Tari Beskalan Putri Malang : Asal Usul,Teknik dan Makna Seni Pertunjukan Tradisional di Malang Jawa Timur. Media Nusa Creative (MNC Publishing). 2025-01-13. ISBN 978-623-175-788-3.
  10. ^ Administrator (2019-08-05). "MENGENAL TARI BESKALAN, SENI TRADISIONAL ASAL MALANG" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-20.
  11. ^ BeritaSatu.com. "Tari Beskalan, Pesona Tarian Tradisional Malang yang Memikat". beritasatu.com. Diakses tanggal 2025-11-20.
  12. ^ memorandum.co.id. "Mengenal Tari Beskalan yang Turut Menyambut Kedatangan Kapolda Jatim". memorandum.co.id. Diakses tanggal 2025-11-20.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya