Tari Bidu


Tari Bidu merupakan tarian yang berasal dari suku haran dari masyarakat desa Umakalaka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.[1]

Tari ini diciptakan oleh Albertus Bria yang bersifat hiburan dan pengisi pada acara gembira dan sebagai tarian pergaulan muda-mudi. Adapun penarinya terdiri dari pria dan wanita. Usia penari antara 14-35 tahun dengan jumlah penari selalu genap sekitar 4 atau 6 pasang.[1]

Alur tarian bidu diawali dengan penari wanita tampil ke tengah arena dengan membawa kaboo (tempat sirih). Mereka menunggu-nunggu kunjungan pacarnya. Dan para penari pria menyusul dan memerankan peran mereka sebagai tokoh pencari jodoh. Mereka menari sambil mengamat-amati gadis mana yang akan dijadikan pasangannya.[1]

Setelah tokoh pria mendapatkan pasangannya masing-masing, mereka menghampiri penari wanita untuk memperoleh tempat sirihnya sebagai tanda si pria memilih si gadis sebagai calon istrinya. Namun, para penari wanita tidak segera menyerahkan tempat sirihnya sebagai gambaran mereka masih merasa malu dan segan. Setelah beberapa saat mereka berdua mulai akrab segeralah tempat sirih diserahkan kepada si pria yang menghampirinya sebagai tanda penyerahan dirinya kepada calon suaminya.[1]

Adapun gerakan tari bidu terdiri dari gerak leak limau (lambaian tangan), gerak feur izin (memutar badan), dan gerak foti ain (gerakan mengangkat kaki). Dan gerakan ke muka dilakukan dengan mengangkat sebelah kaki dan kemudian disusul dengan kaki lainnya; badan bersikap tegap, gerakan tangan penari pria menggenggam dan membuka berulang kali, penari wanita menggerakkan lengannya, kepala dimiringkan ke kiri lalu kembali tegak seirama dengan gerakan kaki.[1]

Alat musik yang mengiringi tarian ini adalah rararum (sejenis gitar dan biola) dan lagu yang dimainkan Elele. Untuk tempat menarinya di halaman terbuka biasanya di depan rumah tempat tinggal salah gadis yang ikut menari. Pertunjukkan menari ini bisa dilakukan pada malam hari selama dua hari berturut-turut. Pakaian penari pria dan wanita terdiri dari hiasan kepala, hiasan kaki, gelang, kalung, sabuk dan selempang. Khusus untuk penari wanita mengenakan selendang yang disebut tais sakit.[1]

Referensi

  1. ^ a b c d e f Ensiklopedia Tari Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1980/1981. hlm. 96–97. Pemeliharaan CS1: Tahun (link)

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya