Tari Dangisa

Tari Dangisa adalah tarian tradisional Indonesia yang berasal dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara. Tarian ini umumnya dibawakan oleh 12 hingga 24 penari laki-laki dan memiliki makna simbolis yang menggambarkan kekuatan, kebersamaan, dan sejarah daerah tersebut. Tarian Dangisa sering ditampilkan saat penyambutan tamu kehormatan dan telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.[1][2]

Sejarah Tari Dangisa

Tarian Dangisa merupakan salah satu tarian yang diciptakan oleh kakak kandung Raja Gobel yang ketika kembali ke Tapa dari penobatannya di Ternate pada abad ke 17 atau lebih kurang 300 tahun yang lalu. Tari Dangisa merupakan satu-satunya seni pertunjukan orisinil suku endemik Bolango yang eksistensinya masih terus bertahan hingga saat ini. Dulunya tarian ini dimainkan oleh sekelompok pria guna menyambut para raja dan ksatria pada saat pulang dari tugas penting maupun dari peperangan. Namun seiring berjalannya waktu tarian ini kemudian dimainkan di upacara-upacara adat, kegiatan kemasyarakatan, hingga berbagai festifal yang dilaksanakan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Formasi koreografi gerakan hingga background syair berbahasa Bolango mengiringi tarian.[3]

Perkembangan

Tarian Dangisa mempunyai keunikan tersendiri karena penari juga sebagai penyanyi/pembawa syair dan penabuh/instrumen. Perkembangan tarian ini dipengaruhi beberapa faktor, antara lain lembaga adat; sanggar; perlengkapan; event budaya; peran pendidikan dan pemangku adat; melakukan dialog budaya dalam rangka persepsi bersama antara pemerintah, lembaga adat, tokoh adat dan masyarakat dalam upaya pelestarian kebudayaan. Tarian ”Dangisa” sebagai produk leluhur Suku Bolango perlu dilestarikan karena didalamnya terkandung nilai-nilai tradisional yang positif untuk dikembangkan.[4]

Makna

Tari Dangisa merupakan tarian hiburan yang menampilkan kisah asal-usul daerah Bolaang Mongondow Selatan melalui gerakan dinamis yang diiringi syair dan properti seperti perisai. Tarian ini secara simbolis menggambarkan kekuatan, kebersamaan, dan sejarah.[5]

Gerakan

Tari Dangisa biasanya dibawakan oleh 12 hingga 24 penari laki-laki. Tari ini memiiki gerakan dinamis dengan tiga pola utama: memukul, memutar, dan merentangkan tangan, dengan beberapa pola lantai seperti berbaris dan melingkar. Penari juga menggunakan properti seperti perisai.[6]

Referensi

  1. ^ "Tari Dangisa Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2022, Bupati Bolsel Terima Sertifikat". Tribunmanado.co.id. Diakses tanggal 2025-11-07.
  2. ^ Manoppo, Faisal (2022-12-09). "Tari Dangisa Jadi Warisan Budaya Tak Benda Bolsel". instink.net. Diakses tanggal 2025-11-07.
  3. ^ redaksi (2022-08-30). "Akan Difilmkan, Tari Dangisa Bolsel Masuk Budaya Nasional". A-TIMES. Diakses tanggal 2025-11-07.
  4. ^ DRS. RUSLI MANOREK (2009). MENGENAL TARIAN DANGISA. Gorontalo: BPSNT MANADO. hlm. 36. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ bolmongnews, redaksi (2022-12-09). "Satu - satunya di Sulut, Tari Dangisa Asal Bolsel Raih Sertifikat Pengesahan Warisan Budaya Tak Benda 2022". BolmongNews. Diakses tanggal 2025-11-07.
  6. ^ "Tari Dangisa Raih Sertifikat Pengesahan Warisan Budaya Tak Benda 2022". www.bolselkab.go.id. Diakses tanggal 2025-11-07.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya