Tari Karonsih
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (Juni 2025) |
Tari Karonsih adalah tarian tradisional Jawa yang berasal dari budaya keraton di Jawa Tengah. Tarian ini menggambarkan kisah cinta dua sejoli—Dewi Sekartaji (Galuh Candra Kirana) dan Panji Asmara Bangun—yang diangkat dari kisah Panji dalam tradisi Jawa tengah, dan kerap dipentaskan sebagai simbol harapan bagi pasangan pengantin agar memperoleh kehidupan berkeluarga yang harmonis.[1]
Sejarah
Tari Karonsih mengambil namanya dari Bahasa Jawa “karonsih” (kekaron utawa sakloron tansah asih) yang berarti saling mengasihi.[2] Menurut legenda dan penuturan budaya lokal, tarian ini berkembang sejak awal abad ke‑20 di lingkungan keraton dan masyarakat Jawa Tengah, meskipun versi Jawa Timur juga dikenal luas. Berakar pada kisah Panji, tari ini merefleksikan nilai universal cinta, pengorbanan, dan rindu. Dewi Sekartaji menceritakan penantian panjang terhadap Panji yang pergi menyamar untuk mengetahui kasih dan kesetiannya, hingga akhirnya Panji kembali dan merayu sang istri dengan bunga sebagai simbol persatuan kembali.[3] Seiring waktu, Tari Karonsih dibawakan juga oleh penari pria dan wanita berpasangan, diiringi gamelan Jawa yang menguatkan nuansa klasik dan keindahan geraknya.[butuh rujukan]
Ciri khas
Tari Karonsih umumnya dipentaskan pada acara adat seperti pesta pernikahan Jawa setelah pengantin duduk di pelaminan, maupun acara budaya publik. Penari mengenakan kostum klasik: pakaian keraton dengan ikat kepala, selendang, dan properti bunga. Gerakan tarian menekankan dialog tubuh dan ekspresi wajah: penari pria sebagai Panji merayu, sedangkan penari wanita sebagai Sekartaji menunjukkan rasa rindu dan malu. Iringan gamelan atau musik tradisional Jawa mengiringi gerak lambat dan penuh estetika, menciptakan suasana romantis dan reflektif.[3] Kadang pertunjukan melibatkan satu pasangan saja, diiringi penari pendamping untuk memperkuat sudut pandang cerita cinta tersebut.[butuh rujukan]
Upaya pelestarian
Keberlanjutan Tari Karonsih menghadapi tantangan akibat dominasi budaya populer dan menurunnya regenerasi penari tradisional. Namun sejak awal 2020-an, Kesadaran akan nilai budaya lokal mulai meningkat. Sanggar tari setempat aktif menyelenggarakan pelatihan dan pementasan terbuka, memungkinkan generasi muda mempelajari teknik dan narasi tari ini. Media lokal dan nasional juga turut memperkenalkan Tari Karonsih melalui artikel dan video liputan, menciptakan akses publik lebih luas.[4] Meskipun belum terdaftar secara resmi di WBTb, beberapa dinas kebudayaan daerah telah menjajaki pengajuan usulan, dengan harapan Tari Karonsih memperoleh status resmi yang menjamin pendanaan, pendokumentasian, dan evaluasi keberlanjutan secara formal. Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas lokal bertujuan menjadikan Tari Karonsih bagian dari identitas budaya Jawa Tengah yang lestari.[butuh rujukan]
Referensi
- ^ Kampus, Redaksi Koran (2014-05-29). "[Seni] Tari Karonsih Perlambang Cinta Dua Sejoli". KORAN KAMPUS IPB (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-17.
- ^ Admin (2022-10-08). "Kisah Tarian Karonsih Jatim Dua Sejoli Nusantara - Nusantara Jaya News". https://nusantarajayanews.id/. Diakses tanggal 2025-06-17.
- ^ a b Kompasiana.com (2015-03-17). "Tari Karonsih, Kisah Romantika Dewi Sekartaji dan Panji Asmara Bangun". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2025-06-17.
- ^ Sutono (4 Juli 2024). "Tari Karonsih, Lambang Cinta Sejati Dua Sejoli". RRI. Diakses tanggal 17 Juni 2025.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.