Teknoglobalisme
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Teknoglobalisme merupakan fenomena atau sudut pandang yang melihat teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sebagai pendorong utama dalam proses globalisasi.[1] Globalisasi sendiri merupakan interaksi antarnegara dalam berbagai aspek kehidupan. Bisa dikatakan bahwa adanya teknologi adalah alat pembuka jalan selebar-lebarnya untuk proses interaksi di berbagai bidang dunia. Hanya dengan sentuhan layar, tiap individu dapat terhubung dengan mudah.
Fenomena ini memberikan kesempatan setiap individu untuk terhubung secara langsung melalui platform digital seperti media sosial, aplikasi pesan instan, dan konferensi video. Sebagai contoh, aplikasi seperti WhatsApp dan Zoom memungkinkan komunikasi lintas benua dalam waktu singkat hingga menghilangkan batasan ruang dan waktu. Selain itu, kemajuan teknologi juga mempermudah pertukaran budaya dan informasi secara cepat. Kemajuan teknologi merupakan pendorong utama perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat modern (Alsaleh, 2024).[2] Tak hanya sosial budaya, bidang lain seperti ekonomi tampak jelas melalui strategi perusahaan multinasional dengan operasi lintas negaranya.
Namun, teknoglobalisme juga menghadirkan tantangan. Ketergantungan pada teknologi dapat menyebabkan kesenjangan digital seperti dominasi budaya asing yang dapat mengancam keberagaman budaya lokal. Sebagai contoh yang sudah sering kali dirasakan oleh anak-anak muda yaitu budaya populer seperti K-Pop. Budaya tersebut telah mendominasi platform digital sekaligus mempengaruhi trend dan gaya hidup. Fenomena ini semakin kuat dirasakan ketika pandemi COVID-19 tahun 2023, mengakibatkan hampir seluruh aktivitas manusia beralih ke ruang digital.[3]
Kehadiran teknologi juga membuat perusahaan-perusahaan multinasional mampu menimbulkan ketergantungan ekonomi antarnegara. Produksi suatu barang sering kali bergantung pada komponen atau bahan yang justru dimiliki negara lain. Menurut Teece (2025),[4] perusahaan teknologi besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok semakin dominan. Dengan demikian, teknoglobalisme menciptakan dunia yang tidak hanya terhubung dan saling bergantung, tetapi juga menuntut perhatian terhadap semua tantangan di baliknya.
Referensi
- ^ Cherniavska, Olena (2015-12-25). "Theoretical approaches to the determination of the phenomenon of «technoglobalism»". Toruńskie Studia Międzynarodowe. 1 (8): 5. doi:10.12775/TIS.2015.001. ISSN 2391-7601.
- ^ Alsaleh, Abdullah (2024-12-30). "The impact of technological advancement on culture and society". Scientific Reports (dalam bahasa Inggris). 14 (1): 32140. doi:10.1038/s41598-024-83995-z. ISSN 2045-2322. PMC 11685575. PMID 39738478.
- ^ Sebayang, Rehia. "Di Tengah Pandemi, Penggunaan Teknologi Meningkat Pesat". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-12-10.
- ^ Teece, David J. (2025-02-01). "The multinational enterprise, capabilities, and digitalization: governance and growth with world disorder". Journal of International Business Studies (dalam bahasa Inggris). 56 (1): 7–22. doi:10.1057/s41267-024-00767-7. ISSN 1478-6990.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.