Telegram Göring

Telegram Göring
Formulir berbahasa Jerman yang menguning dengan detail ketikan dan stempel klasifikasi berwarna merah
Salinan yang dicetak di Führerbunker
Dibuat23 April 1945
LokasiObersalzberg
Führerbunker
The Citadel
PenulisHermann Göring
Jenis mediaTelegram
TujuanUntuk memberi tahu Hitler bahwa Göring siap mengambil alih komando Reich Jerman Agung jika Hitler melepaskannya

Telegram Göring adalah sebuah telegram yang dikirimkan oleh Reichsmarschall Hermann Göring, panglima Luftwaffe dan penerus yang ditunjuk Adolf Hitler sebagai pemimpin Jerman Nazi, kepada Hitler pada 23 April 1945 untuk meminta izin mengambil alih kepemimpinan rezim yang sedang runtuh. Telegram tersebut membuat Hitler murka hingga seketika mencopot kekuasaan Göring dan menunjuk penerusnya yang baru, yaitu Joseph Goebbels sebagai kanselir dan Karl Dönitz sebagai kepala negara.

Göring sebagai ahli waris politik Hitler

Hermann Göring telah menjadi tokoh paling berpengaruh kedua di Partai Nazi selama beberapa waktu sebelum Hitler naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 1933, setelah bergabung dengan partai tersebut pada tahun 1922 dan terluka dalam upaya kudeta pada tahun 1923. Pada tahun-tahun awal rezim Hitler, Göring terus mengumpulkan berbagai jabatan, termasuk Presiden Reichstag, Menteri-Presiden dan penjabat Reichsstatthalter (gubernur) Prusia, serta Menteri Penerbangan Reich dan panglima Luftwaffe.

Pada 1 September 1939, saat pecahnya Perang Dunia II yang diawali dengan invasi Jerman ke Polandia, Hitler menyampaikan pidato yang menyatakan bahwa Göring akan menggantikannya "jika sesuatu terjadi pada diri saya". Status tersebut dipertegas dalam sebuah dekret tahun 1940 yang menamai Göring sebagai Reichsmarschall des Grossdeutschen Reiches (Marsekal Reich dari Reich Jerman Agung), sebuah pangkat yang diciptakan khusus yang posisinya berada tepat di bawah jabatan Hitler sebagai Panglima Tertinggi. Pada 29 Juni 1941, satu minggu setelah dimulainya Operasi Barbarossa, Hitler mengeluarkan dekret rahasia yang secara resmi menyatakan bahwa jika ia kehilangan kebebasan untuk bertindak—baik karena ketidakmampuan, menghilang, atau diculik—Göring akan bertindak sebagai wakilnya dengan wewenang penuh atas nama Hitler.[butuh rujukan]

"Tugas" Göring

Pada 21 April 1945, Tentara Merah Uni Soviet telah bergerak maju ke dalam Berlin. Hitler, Martin Bormann, dan Joseph Goebbels tetap berada di Führerbunker, kompleks bawah tanah kepemimpinan Nazi di dekat Reichskanzlei, untuk memimpin pertahanan ibu kota melawan pasukan Soviet. Göring meninggalkan Berlin dan bergerak ke selatan, mencapai kediamannya di Obersalzberg pada 22 April. Pada hari yang sama, setelah mengetahui bahwa perintah untuk melakukan serangan balasan terhadap pasukan Soviet tidak dipatuhi, Hitler meluapkan kemarahannya yang panjang terhadap para jenderalnya dan secara terbuka mengakui, untuk pertama kalinya, bahwa perang telah kalah. Hitler mengumumkan bahwa ia bermaksud untuk tetap berada di Berlin hingga akhir lalu melakukan bunuh diri.[1][2] Ia juga menyatakan bahwa Göring berada dalam posisi yang lebih baik untuk merundingkan kesepakatan damai.[3]

Ketika kepala staf Luftwaffe, Karl Koller, mendengar pernyataan Hitler tersebut dari Alfred Jodl, kepala staf Oberkommando der Wehrmacht (OKW), ia segera terbang ke Obersalzberg untuk memberi tahu Göring kabar tersebut. Jika Göring harus memimpin perundingan perdamaian, Koller merasa tidak ada waktu yang boleh terbuang. Selain itu, ia ingin mencegah pihak Sekutu mencegat pesan radio.

Meskipun Göring telah lama menantikan hari ketika ia akan menggantikan Hitler, ia terkejut oleh perkembangan ini. Göring takut dicap sebagai pengkhianat jika ia berusaha merebut kekuasaan, tetapi ia juga takut dituduh melalaikan tugas jika ia tidak berbuat apa-apa. Ia meninjau kembali salinan dekret tahun 1941 miliknya, yang tidak hanya menunjuk dirinya sebagai penerus Hitler tetapi juga memberinya wewenang penuh untuk bertindak atas nama Hitler jika Hitler kehilangan kebebasan untuk bertindak. Setelah berdiskusi dengan Koller dan Hans Lammers, sekretaris negara Kanselir Reich, Göring menyimpulkan bahwa dengan tetap berada di Berlin untuk menghadapi kematian yang sudah pasti, Hitler telah membuat dirinya tidak mampu lagi memerintah. Semua sepakat bahwa berdasarkan ketentuan dekret tersebut, jika Hitler memang telah kehilangan kebebasan bertindak, merupakan kewajiban Göring untuk mengambil alih kekuasaan menggantikan Hitler.[4]

Pada 23 April, Göring mengirimkan sebuah telegram dengan susunan kata yang hati-hati, meminta Hitler mengonfirmasi bahwa ia memang akan menjadi pemimpin Jerman sesuai dengan dekret tahun 1941. Ia menambahkan bahwa jika Hitler tidak membalas sebelum pukul 22.00 malam itu, ia akan menganggap Hitler telah kehilangan kebebasan bertindak dan karenanya akan mengambil alih kepemimpinan Reich sebagai wakil Hitler.[5]

Reaksi Hitler

Setelah telegram tersebut tiba melalui radiogram dari Obersalzberg pada pukul 00.56 tanggal 23 April 1945, Bormann, yang mengendalikan akses ke Hitler, memanfaatkannya sebagai bukti niat Göring untuk melancarkan sebuah kudeta, dengan mengklaim bahwa telegram tersebut bukanlah permohonan izin untuk mengambil alih kekuasaan sesuai dekret, melainkan sebuah tuntutan agar Hitler mengundurkan diri atau digulingkan. Menurut Albert Speer, Hitler pada awalnya tidak menunjukkan banyak reaksi terhadap telegram tersebut, dan menanggapinya dengan keputusasaan yang telah menyelimutinya dalam beberapa hari terakhir selama Pertempuran Berlin. Namun, kata-kata dari Goebbels dan Bormann memicu respons yang jauh lebih berapi-api yang belum pernah terlihat padanya selama beberapa minggu, bahkan berbulan-bulan.[butuh rujukan]

Menurut Speer, telegram tersebut memicu krisis berupa guncangan psikologis pada diri Hitler, yang mempercepat disintegrasi politik atas komando dan kendali militer saat Reich sedang runtuh. Sejumlah telegram dari Göring kepada berbagai perwira yang merujuk pada pengaktifan wasiat rahasia Hitler membuat Hitler murka. Speer mencatat secara khusus satu telegram di mana Göring memerintahkan Ribbentrop untuk melapor kepadanya jika baik ia maupun Hitler tidak memberikan komunikasi lebih lanjut sebelum tengah malam.[6]

Pada 25 April, Hitler mengirimkan telegram kepada Göring yang memberitahukannya bahwa ia telah melakukan "pengkhianatan besar" dan memberinya pilihan untuk mengundurkan diri dari seluruh jabatannya "karena alasan kesehatan", demi menyelamatkan nyawanya. Göring kemudian mengundurkan diri.[7] Namun, Bormann segera memerintahkan SS di Obersalzberg untuk menangkap Göring. Pada 28 April, Hitler mengetahui bahwa Reichsführer-SS Heinrich Himmler juga berusaha merundingkan syarat-syarat kapitulasi dengan Sekutu.[8] Ia memerintahkan penangkapan Himmler dan memerintahkan eksekusi tembak mati terhadap Hermann Fegelein, perwakilan Himmler di Führerbunker, yang sebelumnya tertangkap saat berupaya membelot.[9][10]

Wasiat dan pernyataan terakhir Hitler ditulis pada 29 April, yang dipicu oleh penerimaan telegram Göring oleh Hitler, kabar perundingan kapitulasi yang diupayakan Himmler dengan Sekutu, serta laporan bahwa pasukan Tentara Merah telah berada dalam jarak satu atau dua blok dari Kanselir Reich.[11] Dalam dokumen tersebut, Hitler mencopot Göring dari seluruh jabatannya, mencabut hak suksesinya, dan mengeluarkannya dari Partai Nazi. Wasiat ini didiktekan oleh Hitler kepada sekretarisnya, Traudl Junge, pada hari ketika ia dan Eva Braun menikah.[12] Hitler dan Braun melakukan bunuh diri keesokan harinya.[13]

Suksesi politik yang baru membagi kekuasaan antara Goebbels dan Großadmiral Karl Dönitz, panglima Kriegsmarine dan kepala Komando Tinggi Angkatan Laut, yang menjadi Presiden (Reichspräsident) Jerman; Goebbels, yang diangkat sebagai Kanselir Jerman, melakukan bunuh diri bersama keluarganya pada 1 Mei.[14]

Penemuan pascaperang

Salinan yang ditemukan oleh Kapten Bradin

Setibanya di Führerbunker, telegram Göring diketik di atas formulir Marinenachrichtendienst (Intelijen Angkatan Laut) beserta salinan karbonnya dan diklasifikasikan sebagai "Geheim!" (Rahasia!). Setelah penaklukan Berlin oleh Soviet, para pejabat AS memasuki Führerbunker dan membawa berkas-berkas serta dokumen yang kemudian dianalisis oleh para sejarawan.[butuh rujukan]

Pada Juli 1945, Kapten Benjamin M. Bradin memasuki Führerbunker dan menemukan salinan karbon asli dari telegram tersebut yang ditandai dengan huruf 'F' di antara sekumpulan dokumen Hitler; salinan ini di kemudian hari diserahkan kepada Robert W. Rieke, seorang profesor sejarah di The Citadel.[15]

Terjemahan Trevor-Roper

Sejarawan Britania Hugh Trevor-Roper menerbitkan terjemahan bahasa Inggris awal dari telegram Göring dalam bukunya The Last Days of Hitler:[16]

My Führer:

General Koller today gave me a briefing on the basis of communications given him by Colonel General Jodl and General Christian, according to which you had referred certain decisions to me and emphasized that I, in case negotiations would become necessary, would be in an easier position than you in Berlin. These views were so surprising and serious to me that I felt obligated to assume, in case by 2200 o'clock no answer is forthcoming, that you have lost your freedom of action. I shall then view the conditions of your decree as fulfilled and take action for the wellbeing of Nation and Fatherland. You know what I feel for you in these most difficult hours of my life and I cannot express this in words. God protect you and allow you despite everything to come here as soon as possible.

Your faithful Hermann Göring.

Teks tersebut jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:

Mein Führer:

Jenderal Koller hari ini memberi saya pengarahan berdasarkan komunikasi yang disampaikan kepadanya oleh Kolonel Jenderal Jodl dan Jenderal Christian, yang menyebutkan bahwa Anda telah menyerahkan keputusan tertentu kepada saya dan menekankan bahwa saya, jika perundingan menjadi diperlukan, akan berada pada posisi yang lebih mudah daripada Anda di Berlin. Pandangan ini sangat mengejutkan dan serius bagi saya, sehingga saya merasa berkewajiban untuk mengasumsikan, jika hingga pukul 22.00 tidak ada jawaban yang datang, bahwa Anda telah kehilangan kebebasan untuk bertindak. Dengan demikian, saya akan menganggap ketentuan dalam dekret Anda telah terpenuhi dan mengambil tindakan demi kesejahteraan Bangsa dan Tanah Air. Anda tahu apa yang saya rasakan terhadap Anda di saat-saat tersulit dalam hidup saya ini dan saya tidak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata. Semoga Tuhan melindungi Anda dan mengizinkan Anda, terlepas dari segalanya, untuk datang ke sini secepat mungkin.[a]

Hermann Göring Anda yang setia.

Catatan

  1. ^ Meskipun Koller dan Christian sama-sama disapa 'Jenderal' dalam teks telegram, Karl Koller (General der Flieger) memegang pangkat jenderal bintang tiga, sedangkan Eckhard Christian (Generalmajor) adalah jenderal bintang satu yang paling junior. Sementara itu, Alfred Jodl memegang pangkat Generaloberst (bintang empat) yang secara hierarki paling senior di antara ketiganya.

Referensi

  1. ^ Beevor 2002, hlm. 255, 256, 278.
  2. ^ Evans 2008, hlm. 723.
  3. ^ Shirer 1960, hlm. 1115–1116.
  4. ^ Shirer 1960, hlm. 1116.
  5. ^ "Goering telegram picture". Boston.com. Diarsipkan dari asli tanggal 19 November 2015. Diakses tanggal 28 Juli 2015.
  6. ^ Speer, Albert (1971) [1969]. Inside the Third Reich. New York: Avon. hlm. hlm. 571–572. ISBN 978-0-380-00071-5.
  7. ^ Evans 2008, hlm. 724.
  8. ^ Kershaw 2008, hlm. 923–925, 943–945.
  9. ^ Joachimsthaler 1996, hlm. 276.
  10. ^ Kershaw 2008, hlm. 943–947.
  11. ^ Kershaw 2008, hlm. 943–949, 953.
  12. ^ Kershaw 2008, hlm. 947–949.
  13. ^ Kershaw 2008, hlm. 953–955.
  14. ^ Kershaw 2008, hlm. 949–950.
  15. ^ Dr. Robert W. Rieke, "Goering Telegram," tidak diterbitkan
  16. ^ Hugh Trevor-Roper, The Last Days of Hitler, 1947

Sumber

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya