The Adventures of Wanara
The Adventures of Wanara adalah novel kisah fantasi epik karangan [1] A.R. Wirawan atau dikenal Adhicipta R. Wirawan. Diterbitkan dalam bentuk trilogi pada tahun 2013, Jilid pertama diberi judul Garuda Riders, jilid kedua Rise of Asura dan jilid ketiga Holy Wanara Returns. Kisah ini ditulis dari tahun 2012 sampai 2013 dan menjadi salah satu karya sastra fiksi fantasi populer. The Adventures of Wanara telah difilmkan dalam bentuk serial animasi oleh sutradara Johan Tri Handoyo yang dirilis pada April 2013 oleh Mechanimotion Entertainment bersama OHA Studio.[2]
Sinopsis
Satu milenium setelah Era Ramayana, ras asura dan keturunannya terus diburu. Mereka dibantai di mana-mana. Hanya di Alengka, negara leluhur para asura, mereka bisa hidup tenang. Namun, itu pun bukan jaminan. Sebab, sebuah organisasi bawah tanah bernama Raksasaghna telah lama bersumpah untuk melenyapkan seluruh keturunan Rahwana itu dari Tanah Varadwipa.
Pada masa itulah, lahir bayi laki-laki dari tiga keturunan Era Ramayana yaitu Rahwana (asura), Hanoman (wanara), dan Rama (mannusa). Bayi laki-laki itu bernama Naradja. Marsekal Badawang adalah orang pertama yang melihat potensi anak petani ubi itu. Ia pun berspekulasi untuk menarik Naradja menjadi salah satu pratarunanya di Akademi Angkatan Udara Kurmapati. Pilihannya tak salah, karena wanara itu kemudian memang tumbuh menjadi seorang penunggang garuda yang menonjol.
Namun, Naradja mengalami mimpi buruk tentang masa depan dirinya dan nasib Tanah Varadwipa. Hanya delapan elemen dewa atau Hasta brata yang mampu mencegah kehancuran Tanah Varadwipa pada masa depan. Tanpa izin Akademi Angkatan Udara Republik Ayodhya, Naradja mengajak Laksmi, Lembu Kendil, Baning, dan Malore terbang ke berbagai negara mencari delapan elemen Hastabrata dengan menunggangi garuda. Tak jarang, nyawa mereka menjadi taruhannya. Namun betapapun menggetarkannya petualangan itu, Naradja tak pernah tahu bahwa ada skenario besar dari organisasi rahasia Raksasaghna terhadap dirinya.
Karakter
- Naradja, sosok wanara kera yang merupakan keturunan dari Rama, Rahwana, dan Hanoman dan menjadi penunggang garuda AU Ayodhya.
- Laksmi, sosok wanara kera yang tomboi dan keras kepala, awalnya membenci Naradja tapi pada akhirnya jatuh hati.
- Lembu Kendhil, sosok wanara lembu yang menjadi supervisor dari kelompok pra taruna penunggang garuda yang terdiri dari Naradja, Laksmi, Baning, dan Malore.
- Malore, sosok wanara harimau pendiam dan memiliki senjata cakar besi.
- Baning, sosok kura-kura yang ahli dalam perbaikan alat dan cucu dari Marsekal Badawang
Referensi
- ^ (Indonesia) [1] Diarsipkan 2013-04-16 di Wayback Machine., Gramedia Pustaka Utama. Akses:24-01-2013.
- ^
Amerika Serikat [2], Blender Nation. Akses:05-03-2013.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.