Thionville
Thionville
Diedenhofen | |
|---|---|
Subprefektur dan komune | |
Thionville | |
| Koordinat: 49°21′32″N 6°10′09″E / 49.3589°N 6.1692°E | |
| Negara | |
| Region | Grand Est |
| Departemen | Moselle |
| Arondisemen | Thionville |
| Kanton | Thionville, Yutz |
| Antarkomune | Portes de France-Thionville |
| Pemerintahan | |
| • Wali kota (2020–2026) | Pierre Cuny (DVD) |
| Populasi (Jan. 2020)2 [1] | 41.383 |
| Zona waktu | UTC+01:00 (CET) |
| • Musim panas (DST) | UTC+02:00 (CEST) |
| Kode INSEE/pos | 57672 / 57100 |
| Ketinggian | 147–423 m (482–1.388 ft) (rerata 150 m (490 ft)) |
2 Population sans doubles comptes: penghitungan tunggal penduduk di komune lain (e.g. mahasiswa dan personil militer). | |
Thionville (Diddenuewen dalam bahasa baku Luksemburg; Diedenhofen dalam bahasa Jerman, ⓘ) adalah sebuah komune yang terletak di Departemen Moselle di Region Grand Est, Prancis. Penduduk kota ini dikenal dengan julukan Thionvillois dan jumlah mereka mencapai 40.586 jiwa pada tahun 2016. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di Departemen Moselle.
Secara budaya, kota ini termasuk ke dalam wilayah Lorraine, lebih tepatnya di kawasan pays thionvillois. Secara ekonomi, kota ini diuntungkan dengan lokasinya yang tidak jauh dari negara Luksemburg.
Dalam sejarah, kota ini pertama kali disebutkan dalam sebuah tawarikh pada tahun 753. Thionville menjadi bagian dari Lotharingia pada tahun 855, dan kemudian masuk ke dalam wilayah Francia Timur pada tahun 870.[2] Kemudian, pada tahun 1059, kota ini menjadi bagian dari negeri Luksemburg. Tidak hanya itu, kota ini juga menjadi salah satu kota utama di Luksemburg. Namun, pada tahun 1659, Thionville diserahkan kepada Prancis sesuai dengan ketentuan Perjanjian Pirenia. Komune Thionville lalu menjadi wilayah Kekaisaran Jerman pada tahun 1871 seusai kekalahan Prancis dalam Perang Prancis-Prusia. Kekaisaran Jerman menguasai kota ini hingga kekalahannya dalam Perang Dunia I pada tahun 1918. Pada masa Perang Dunia II, Jerman Nazi menguasai Thionville dari tahun 1940 hingga 1944, dan sesudah itu kota ini kembali ke tangan Prancis.
Catatan kaki
- ^ "Populations légales 2020". Institut Nasional Statistik dan Studi Ekonomi. 29 Desember 2022.
- ^ Jean Schneider, Histoire de la Lorraine, « La Lorraine franque (476-925) », Presses Universitaires de France, Vendôme, 1950 hlm. 23.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
