Transplantasi penis

Transplantasi penis
Intervensi
ICD-9-CM64.98

Transplantasi penis adalah prosedur pemberian transplan penis kepada seorang pasien. Penis tersebut bisa berupa alograf dari pendonor manusia, atau ditumbuhkan secara artifisial, tetapi penis artifisial belum pernah ditransplantasikan ke manusia. Prosedur transplan periferal seperti bedah transplan tangan, wajah, atau penis dianggap kontroversial karena tidak diperlukan untuk menyelamatkan nyawa pasien. Namun demikian, transplan periferal dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

Prosedur Afrika Selatan 2014

Transplantasi penis pertama berhasil dilakukan di Universitas Stellenbosch, Afrika Selatan (foto kampus kedokteran)

Bulan Desember 2014, transplantasi penis pertama berhasil dilakukan pada seorang pria berusia 21 tahun oleh tim dokter spesialis di Universitas Stellenbosch, Afrika Selatan. Prosedur yang memakan sembilan jam ini melibatkan bedah mikro untuk menghubungkan pembuluh darah dan jaringan saraf.[1] Pasien tersebut kehilangan penisnya akibat gagal sunat saat berusia 18 tahun. Tanggal 13 Maret 2015, pasien ini dikabarkan telah mendapatkan kembali fungsi-fungsi penisnya seperti urinasi (buang air), ereksi, orgasme, dan ejakulasi, tetapi sensasinya baru dapat dirasakan penuh setelah dua tahun lagi.[2][3] Tim dokter yang melaksanakan transplantasi terkejut karena pasien diperkirakan sudah bisa pulih total pada bulan Desember 2016.[1] Karena sunat sering dilakukan di sebagian wilayah Afrika Selatan untuk menandakan akil balignya anak laki-laki, prosedurnya tidak steril, dan dilakukan oleh mantri amatiran yang tak berpengalaman, para dokter mengatakan bahwa Afrika Selatan kelak memiliki kasus transplantasi penis terbanyak di dunia.[3]

Penis laboratorium

Tahun 2008, Anthony Atala dan rekan-rekannya di Wake Forest Institute for Regenerative Medicine di North Carolina melakukan transplantasi penis hasil rekayasa biologi ke 12 kelinci. Semua kelinci dikawinkan dan empat di antaranya beranak. Transplantasi ini merupakan pengujian konsep yang ia susun sejak 1992 dengan tujuan memungkinkan transplantasi penis manusia. Ia telah memproduksi versi uji coba penis manusia hasil rekayasa biologi, tetapi tak satupun yang cocok untuk transplantasi pada manusia.[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b Netto, Joseph (13 March 2015). "Doctors claim first successful penis transplant". CNN. Diakses tanggal 15 March 2015.
  2. ^ Associated Press (13 March 2015). "Penis transplant successfully performed in South Africa". CBC News. Diakses tanggal 13 March 2015.
  3. ^ a b Gallagher, James (13 March 2015). "South Africans perform first 'successful' penis transplant". BBC News. Diakses tanggal 15 March 2015.
  4. ^ Mohammadi, Dara (4 October 2014). "The lab-grown penis: approaching a medical milestone". The Observer. Diakses tanggal 16 March 2015.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya