Tuanku Nurdin
Beberapa atau seluruh referensi dari artikel ini mungkin tidak dapat dipercaya kebenarannya. |
Tuanku Nurdin (lahir sekitar 1889), juga disebut Tuanku Manyak atau Toeankoe Noerradén, adalah seorang keturunan keluarga sultan Aceh dan anggota perlawanan di Aceh Besar dan Pidie melawan Belanda dalam Perang Aceh. Ia adalah putra dari perompak laut terkenal Toeankoe Abdomadjit. Saudarinya, Tengkoe Poetroeë, menikah dengan seorang penuntut takhta sultan dan pada 26 November 1902 ditangkap oleh Belanda. Pada akhir Oktober 1904 ia menikah dengan putri Teukoe Meulajoe.
Sejak masa kanak-kanak ia telah berkelana bersama kelompok-kelompok perlawanan, sehingga kehidupan nomaden telah tertanam dalam dirinya sejak kecil. Setelah penyerahan diri penuntut takhta sultan (5 Januari 1903) dan Panglima Polèm II (6 September 1903), Toeankoe Noerradin yang berusia 15 tahun juga melapor kepada pihak Belanda di Padang Tidji pada Januari 1904. Namun pada Agustus tahun yang sama ia kembali membelot ke pihak perlawanan, di mana ia bergabung dengan pemimpin kelompok Pang Andah di Biheue.
Kematian Letnan J.J. Burger, 2 November 1904
Setelah menerima laporan bahwa Toeankoe Noerradin terlihat di gampong Bloeë Wakeueh, pada sore hari tanggal 1 November 1904 Letnan J.J. Burger berangkat bersama tiga brigade marechaussee untuk menangkap tokoh penting tersebut. Hari telah lama gelap ketika rumah tempat Noerradin diduga berada dikepung oleh sebuah brigade. Setelah panggilan-panggilan peringatan seperti biasa disampaikan, para perempuan dan anak-anak keluar dari rumah. Toeankoe Noerradin kemudian muncul di pintu masuk dan meminta kepada komandan patroli agar ia terlebih dahulu diizinkan bermusyawarah dengan para pengikutnya sebelum menyerahkan diri. Kemungkinan karena pertimbangan kemanusiaan untuk menghindari pertumpahan darah, permintaan tersebut bahkan dikabulkan oleh Burger hingga dua kali.
Setelah waktu yang diberikan untuk bermusyawarah berakhir, Burger secara pribadi memerintahkan untuk terakhir kalinya agar keturunan sultan itu menyerahkan diri. Namun perintah tersebut dijawab dari dalam rumah dengan tembakan senapan, yang mengenai Letnan Burger secara mematikan. Kekacauan yang terjadi kemudian dimanfaatkan oleh Toeankoe Noerradin yang licik untuk melarikan diri. Dari kelompoknya di dalam rumah, empat orang ditembak mati sementara dua lainnya ditangkap. Barang rampasan yang diperoleh terdiri dari tiga senapan Beaumont, sebuah revolver, dan senjata-senjata tajam. Peluru yang ditembakkan oleh Toeankoe Noerradin menembus jantung Burger.
Bahwa pemberitaan di berbagai media mungkin tidak selalu benar tampak dari laporan berikut dalam Nieuwe Tilburgse Courant tanggal 17 Desember 1904, yang menyatakan bahwa Toeankoe Noerradin telah tewas:
Tiba-tiba Toeankoe Noerradin muncul di ambang pintu dengan sebuah senapan di tangannya. Ia kemudian bertanya kepada Burger siapa yang datang untuk menjemputnya, Toean Besar atau Toean Oberst, Gubernur atau Kolonel van der Maaten. Burger menjawab: hanya saya saja. Noerradin kemudian dikabarkan berkata: kalau begitu tentu Anda juga ingin memiliki senapan saya? Setelah itu ia maju ke arah Burger dan tiba-tiba menembaknya hingga tewas. Pada saat yang sama tembakan dilepaskan dari kedua belah pihak, dengan akibat bahwa Toeankoe Noerradin bersama empat pengikutnya gugur, sementara dua lainnya ditangkap. Di pihak Belanda seorang marechaussee dan seorang komandan brigade, Sersan Eropa Stomp (Nomor Stamboek Umum 47605), terluka parah. Keduanya kemudian meninggal akibat luka-luka tersebut. Sebagai balasan, rumah tersebut dibakar oleh marechaussee. Sebagai keterangan tambahan disebutkan pula bahwa beberapa tentara yang dapat memahami bahasa Aceh mengaku mendengar bahwa Toeankoe Noerradin berkata kepada para perempuan saat mereka meninggalkan rumah: “kita akan bertemu lagi di alam baka.” Hal yang mencolok adalah bahwa Burger, yang sangat menguasai bahasa Aceh, tidak mendengar hal tersebut dan menjadi curiga.
Namun dari buku peringatan Korps Marechaussee ternyata diketahui bahwa Toeankoe Noerradin berhasil melarikan diri dengan cerdik di tengah kekacauan yang terjadi selama baku tembak tersebut. Ia baru berhasil ditangkap pada 18 Februari 1905 oleh sebuah patroli yang dipimpin oleh J.J. Boreel di Loewakiadjoe. Dalam peristiwa itu enam orang tewas, termasuk Panglima Meussingit Raja dari Sangeue. Rampasan yang diperoleh terdiri dari dua senapan Beaumont, dua revolver, senjata-senjata tajam, serta amunisi. Di pihak Belanda seorang marechaussee Ambon mengalami luka ringan.
Referensi
- 1904: Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 03-11-1904. Betreft de dood van Toeankoe Noerradin.
- 1904: Nieuwe Tilburge Courant, 17-12-1904. Betreft de dood va Toeankoe Noerradin.
- 1905: Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 21-02-1905. Betreft de gevangeneming van Toeankoe Noeradin.
- 1939: Moed, Beleid en Trouw Verzameling van Dagorders, Reproductiebedrijf Batavia.
- 1940: 50 jarig bestaan Korps Marechaussee van Atjeh, Deli Drukkerij Medan. Blz. 179, 290-291
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.