Tunku Naquiyuddin
(2020) | |
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 8 Maret 1947 Seri Menanti |
| Tunku Laksamana (ms) | |
| 1967 – | |
| Data pribadi | |
| Kelompok etnik | Orang Minangkabau |
| Agama | Islam |
| Pendidikan | Universitas Aberystwyth |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | diplomat |
| Keluarga | |
| Orang tua | Ja'afar dari Negeri Sembilan |
| Saudara | Princess Naquiah binti Ja’afar of Negeri Sembilan (en) |
Tunku Naquiyuddin (lahir 8 Maret 1947) adalah seorang pengusaha asal Malaysia. Ia merupakan keluarga kerajaan Negeri Sembilan sekaligus putra dari Tuanku Jaafar, Yang di-Pertuan Agong Malaysia kesepuluh.
Kehidupan
Tunku Naquiyuddin merupakan putra sulung pasangan Tuanku Jaafar ibn Tuanku Abdul Rahman dan Tuanku Ampuan Najihah binti Tunku Besar Burhanuddin.[1] Dia menerima pendidikan awalnya di Anderson School di Ipoh dan di Sekolah Tunku Besar Tampin di Tampin Negeri Sembilan. Kemudian ia melanjutkan ke King's School di Canterbury sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikannya di University College of Wales di Inggris pada jurusan politik internasional. Kemudian ia juga mengambil gelar sarjana ekonomi di universitas yang sama.
Setelah tamat ia bekerja di Kementerian Hubungan Luar dan pernah dilantik sebagai sekretaris di Kedutaan Malaysia di Paris. Pada tahun 1994, ia dilantik sebagai pemangku Yang Dipertuan Negeri Sembilan menggantikan posisi ayahnya yang menjabat Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke 10 dari tahun 1994 hingga 1999.[2]
Tunku Naquiyuddin juga merupakan seorang pengusaha yang disegani dan dihormati. Ia banyak memimpin perusahaan besar di Malaysia, antara lain Orix Leasing (M) Bhd., Kian Joo Can Factory Berhad, Sino Hua-An International Berhad, Ann Joo Resources Bhd dan Noble Mineral Resources Limited, sebuah perusahaan eksplorasi emas yang terdaftar di Bursa Efek Australia. Selain itu ia juga menjabat sebagai Chairman pada perusahaan Antah Holdings Berhad, serta memegang posisi penting di perusahaan Carlsberg Malaysia.
Untuk mendermakan sebagian kekayaannya, ia mendirikan Yayasan Tunku Naquiyuddin.[3]
Keluarga
Tunku Naquiyuddin menikah dengan Tunku Nurul Hayati binti Tunku Bahador. Dari pernikahan ini ia dikaruniai 2 orang putra dan 2 putri.
Referensi
- ^ http://4dw.net/royalark/Malaysia/negri7.htm
- ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-25. Diakses tanggal 2012-11-29.
- ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-04-27. Diakses tanggal 2012-11-29.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.