Turun peranakan


Turun peranakan
Nama lainPelvic organ prolapse, turun rahim, turun bero, female genital prolapse, uterine descensus, uterine eversion, inversio uteri
Turun peranakan, serviks terlihat menyembul di vagina.
SpesialisasiGinekologi
GejalaVagina terasa penuh, hubungan seks terasa menyakitkan. sulit berkemih, urinary incontinence, konstipasi[1]
Awitan umumBertahap[2]
Faktor risikoKehamilan, kelahiran, obesitas, konstipasi, batuk kronis[3]
Metode diagnostikDengan eksaminasi[1]
Diagnosis bandingKanker vagina, Serviks terlalu panjang[1][3]
PengobatanPessary, hormone replacement therapy, operasi[1][3]
FrekuensiSekitar 14% perempuan[2]

Turun peranakan, atau dikenal juga dengan nama prolaps uterus', atau yang lebih akrab di orang awam, turun bero, terjadi ketika uterus turun ke arah atau melalui lubang vagina .[1] Gejalanya bisa berupa rasa penuh di vagina, nyeri saat berhubungan seks, kesulitan buang air kecil, inkontinensi urin, dan sembelit .[1] Sering kali keadaan menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu.[2] Nyeri punggung bawah dan pendarahan vagina juga mungkin saja terjadi.[3]

Faktor risiko yang bisa menyertai, antara lain kehamilan, persalinan, obesitas, sembelit, dan batuk kronis.[3] Diagnosis didasarkan pada pemeriksaan .[1] Kondisi ini adalah salah satu bentuk dari prolaps organ panggul, bersama dengan prolaps kandung kemih, prolaps usus besar, dan prolaps usus halus .[4]

Upaya pencegahan meliputi pengelolaan masalah pernapasan kronis, tidak merokok, dan menjaga berat badan yang sehat.[3] Kasus yang ringan dapat diobati dengan tindakan pesarium, bersamaan dengan terapi penggantian hormon .[1][3] Kasus yang lebih parah mungkin memerlukan pembedahan seperti histerektomi vagina .[1] Sekitar 14% perempuan terkena dampaknya.[2] Kondisi ini paling sering terjadi setelah menopause .[3][3]

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i "Uterine and Vaginal Prolapse - Gynecology and Obstetrics". Merck Manuals Professional Edition. February 2017. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 October 2018. Diakses tanggal 15 October 2018.
  2. ^ a b c d Culligan, Patrick J.; Goldberg, Roger P. (2007). Urogynecology in Primary Care (dalam bahasa Inggris). Springer Science & Business Media. hlm. 5. ISBN 9781846281679. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 October 2018. Diakses tanggal 15 October 2018.
  3. ^ a b c d e f g h i Ferri, Fred F. (2015). Ferri's Clinical Advisor 2016 E-Book: 5 Books in 1 (dalam bahasa Inggris). Elsevier Health Sciences. hlm. 939. ISBN 9780323378222. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 August 2021. Diakses tanggal 15 October 2018.
  4. ^ "Uterine prolapse - Symptoms, diagnosis and treatment". BMJ Best Practice (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 October 2018. Diakses tanggal 15 October 2018.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya