Vaṁsa

Vaṃsa (Sanskerta: वंश, romanized: Vaṃśa; Pali: Vaṃsa) adalah sebuah kata dalam bahasa Sanskerta dan bahasa Pali yang berarti 'bambu, keluarga, silsilah'.[1][2][3] Kata ini juga merujuk pada sebuah genre sastra kuno dan abad pertengahan dalam agama Buddha, Hindu, dan Jainisme. Genre ini berfokus pada silsilah. Teks-teks ini menyerupai catatan sejarah konvensional yang ditemukan dalam sastra Eropa, tetapi berbeda karena teks-teks tersebut didominasi oleh mitos dan dapat mengintegrasikan doktrin-doktrin spiritual seperti reinkarnasi atau kelahiran kembali. Sebuah vaṃśa dapat berfokus pada sebuah dinasti, keluarga, individu seperti orang suci, garis keturunan guru dari tradisi tertentu, atau sebuah tempat khususnya tempat ziarah. Beberapa teks ini menggunakan kata vaṃśa sebagai akhiran pada judulnya.[1][2][3]

Etimologi

Kata vaṃśa memiliki akar kuno dan merujuk pada batang bambu atau tebu. Menurut Monier Monier-Williams, istilah ini berevolusi menjadi 'silsilah', kemungkinan terinspirasi oleh panjang periodik sebuah batang tebu atau bambu, dengan satu ruas yang berbeda mengikuti ruas sebelumnya, tumbuh, berakhir, dan menjadi dasar bagi ruas lainnya. Kata ini ditemukan dalam arti "garis keturunan guru", silsilah, dan pohon keluarga dalam kitab Shatapatha Brahmana, serta dalam teks tata bahasa Sanskerta Ashtadhyayi karya Pāṇini.[3] Genre sastra India terkait lainnya adalah Charita, yang berfokus pada hagiografi dari seorang individu.[4]

Vaṃśa muncul dalam bahasa-bahasa India lainnya dalam bentuk kata turunan, seperti bans.[5]

Buddhisme

Buddhavaṃsa, Dipavaṃsa, dan Mahāvaṃsa adalah contoh dari vaṃsa dalam agama Buddha. Buddhavaṃsa menceritakan silsilah mistis dari 24 buddha yang mendahului Buddha manusia yang sebenarnya, yaitu Siddhartha, dan mencakup doktrin-doktrin Bodhisatta.[6] Dipavaṃsa dan Mahāvaṃsa keduanya merupakan kronik Theravada dari pulau Sri Lanka yang menyajikan legenda tentang tempat tersebut dari kelahiran Buddha hingga sekitar awal era abad pertengahan.[1][7] Menurut Geiger, Mahavamsa kemungkinan didasarkan pada Dipavamsa, kronik-kronik ini diragukan keandalannya.[8]

Dāthāvaṃsa adalah kronik peninggalan gigi Buddha hingga abad ke-9 Masehi. Thūpavaṃsa adalah kronik legendaris dari stupa agung di Sri Lanka, yang sebagian besar berisi kisah-kisah ahistoris dari milenium ke-1. Sāsanavaṃsa adalah teks Burma, yang ditulis pada tahun 1861,[9] berisi deskripsi mistis tentang India tengah dari milenium ke-1 SM dan seterusnya, menceritakan tentang penyebaran agama Buddha dan institusi-institusi biaranya di luar India.[10][1] Sangītivaṃsa adalah teks Thailand yang disusun pada abad ke-18 yang menelusuri silsilah Buddha di India, penyebaran agama Buddha dari India ke Thailand dan sejarahnya di negara tersebut, serta catatan mengenai kemundurannya.[1]

Hinduisme

Genre Purana dari sastra Hindu mencakup silsilah yang mirip dengan teks-teks Buddha. Setiap Purana mendeskripsikan vaṃśa (silsilah) dan vaṃśānucharita (catatan para raja dan resi). Dua silsilah kerajaan yang paling menonjol disebut Suryavaṃśa dan Candravaṃśa, yaitu silsilah matahari dan silsilah bulan dari para raja, keluarga, dan komunitas.[2][11] Harivamsa adalah silsilah legendaris para Yadawa dan kisah dewa Hindu, Kresna.[12] Teks ini ditemukan sebagai lampiran pada Mahabharata.[13][14] Purana menyebutkan silsilah dari berbagai makhluk seperti daitya, naga, serta keturunan prajapati dan resi. Selain itu, terdapat dua vaṃsa kerajaan yang relatif lebih baru, yaitu Agnivaṃśa[15][a][16] dan Nāgavaṃśa.[17][18][19]

Jainisme

Sastra Jainisme juga mencakup genre Vamsa, seperti versi Harivamsa mereka sendiri.[4]

Lihat pula

Catatan

  1. ^ Ada banyak ragam ejaan untuk nama-nama klan ini.

Referensi

  1. ^ a b c d e Vamsa: Buddhist Literature, Encyclopaedia Britannica
  2. ^ a b c Romila Thapar (1978). Ancient Indian Social History: Some Interpretations. Orient Blackswan. hlm. 292–297. ISBN 978-81-250-0808-8.
  3. ^ a b c vaMza Monier Williams Sanskrit-English Dictionary (2008 revision), University of Koeln, Germany
  4. ^ a b E. Sreedharan (2004). A Textbook of Historiography, 500 B.C. to A.D. 2000. Orient Blackswan. hlm. 320. ISBN 978-81-250-2657-0.
  5. ^ Ravindra K. Jain (2002). Between History and Legend: Status and Power in Bundelkhand. Orient Blackswan. hlm. 6–7. ISBN 978-81-250-2194-0.
  6. ^ K.R. Norman (1983), A History of Indian Literature, Volume 7: Pali Literature, Editor: Jan Gonda, Otto Harrassowitz, ISBN 3-447-02285-X, pages 92-94
  7. ^ K.R. Norman (1983), A History of Indian Literature, Volume 7: Pali Literature, Editor: Jan Gonda, Otto Harrassowitz, ISBN 3-447-02285-X, pages 7-10
  8. ^ W Geiger (1930), The Trustworthiness of the Mahavamsa, Indian Historical Quarterly, Volume 6, Number 2, pages 205-226
  9. ^ K.R. Norman (1983), A History of Indian Literature, Volume 7: Pali Literature, Editor: Jan Gonda, Otto Harrassowitz, ISBN 3-447-02285-X, page 2
  10. ^ Mabel Bode (1899), The Author of the Sāsanavaṃsa, The Journal of the Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland, Cambridge University Press, (Jul., 1899), pp. 674-676
  11. ^ Lotter, Stefanie (2011). "Distinctly Different Everywhere: Politics of Appearance Amongst Rana Elites Inside and Outside Nepal". Comparative Sociology. 10 (4): 508–527. doi:10.1163/156913311X590600.
  12. ^ Edwin F. Bryant (2007). Krishna: A Sourcebook. Oxford University Press. hlm. 95–102. ISBN 978-0-19-972431-4.
  13. ^ Couture, André; Schmid, Charlotte; Couture, Andre (2001). "The Harivaṃśa, the Goddess Ekānaṃśā, and the Iconography of the Vṛṣṇi Triads". Journal of the American Oriental Society. 121 (2). American Oriental Society: 173–192. doi:10.2307/606559. JSTOR 606559.
  14. ^ Austin, Christopher R (2014). "The Abduction of Śrī-Rukmiṇī: Politics, Genealogy and Theology". Religious Studies and Theology. 33 (1). Equinox Publishing: 23–46. doi:10.1558/rsth.v33i1.23.
  15. ^ Jaswant Lal Mehta (1980), Advanced Study in the History of Medieval India, Sterling, hlm. 34, ISBN 978-81-207-0617-0
  16. ^ Yadava, Ganga Prasad (1982). Dhanapāla and His Times: A Socio-cultural Study Based Upon His Works. Concept., page 32.
  17. ^ Tiwari, Shiv Kumar (2002), Tribal Roots Of Hinduism, Sarup & Sons, page 177-231.
  18. ^ Dasgupta, Samira; Amitabha Sarkar (2005). Reflection Of Ethno-science: Study On The Abujh Maria. Mittal Publications. hlm. 9. ISBN 978-8183240253.
  19. ^ "Ranchi bids tearful farewell to last Maharaja". www.dailypioneer.com. Diakses tanggal 2018-11-19.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya