War takjil

War takjil biasanya dilakukan di tempat-tempat yang menjajakan takjil selama Ramadan.

War takjil adalah sebuah fenomena berburu takjil secara massal menjelang waktu berbuka puasa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI VI Daring), takjil diartikan sebagai "mempercepat (dalam berbuka puasa)" serta "penganan dan minuman untuk berbuka puasa". Secara etimologis, kata takjil berasal dari bahasa Arab taʿjīl (تَعْجِيْلٌ) yang bermakna "penyegaran". Istilah tersebut berakar dari kata 'ajjala (عَجَّلَ) yang berarti "menyegerakan", serta dari kata ʿajila (عَجِلَ) yang berarti "bersegera:[1].

Fenomena war takjil biasanya terjadi pada sore hari, ketika umat muslim bersiap untuk berbuka puasa. Pada waktu ini, banyak penjual makanan dan minuman yang menjajakan berbagai jenis takjil di sepanjang jalan atau pasar selama Ramadan.

Masyarakat berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat tersebut untuk membeli takjil favoritnya. Kondisi ini menciptakan suasana ramai dan semarak, seolah-olah ada "perang" untuk mendapatkan takjil terbaik sebelum habis. Menariknya, war takjil tidak hanya melibatkan umat muslim. Banyak masyarakat non-muslim yang turut serta dalam perburuan takjil ini. Masyarakat non-muslim ikut membeli dan menikmati berbagai hidangan takjil yang tersedia.[2] Beragam menu takjil dijual di bulan Ramadhan, mulai dari minuman segar hingga gorengan yang menggugah selera [3].

Perkembangan Media Sosial

Dalam beberapa tahun terakhir, tren war takjil semakin dikenal luas karena media sosial. Platform seperti TikTok dan Instagram menjadi tempat publik berbagi konten pengalaman mereka saat berburu takjil, termasuk momen-momen lucu atau dramatis ketika takjil favorit habis dalam hitungan menit. Tren ini menjadikan war takjil sebagai representasi kultur digital masyarakat Muslim masa kini yang menggabungkan tradisi agama dan gaya hidup modern

Dampak Ekonomi bagi UMKM

Fenomena war takjil memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada bulan Ramadan, pedagang musiman memanfaatkan momentum peningkatan konsumsi masyarakat dengan menjual berbagai jenis takjil, seperti kolak, gorengan, dan minuman segar. Tingginya permintaan menjelang waktu berbuka puasa berkontribusi terhadap peningkatan volume penjualan, sehingga berdampak pada kenaikan pendapatan pelaku usaha yang bersifat musiman [4].

Makna

Fenomena war takjil mencerminkan nilai budaya dan sosial yang berkembang dalam masyarakat Indonesia. Aktivitas berburu takjil tidak hanya dipahami sebagai praktik konsumsi, tetapi juga berkaitan dengan tradisi ngabuburit, yaitu kegiatan mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan berbagai aktivitas yang bersifat religius maupun sosial, seperti membaca Al-Qur'an, berkumpul bersama keluarga, atau melakukan kegiatan sedekah [5].

Distribusi takjil secara gratis juga menjadi bagian dari praktik sosial yang umum dilakukan selama Ramadan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh organisasi sosial, institusi pendidikan, maupun lembaga kemanusiaan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial. Pembagian takjil kepada mahasiswa, masyarakat umum, serta pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa merepresentasikan nilai kebersamaan dan memperkuat interaksi sosial antarindividu dari berbagai latar belakang [6]

Referensi

  1. ^ Wibawana, Widhia Arum. "Ramai 'War Takjil' Saat Ramadan, Ini Arti Takjil Sebenarnya". detiknews. Diakses tanggal 2026-02-15.
  2. ^ "Mengenal Fenomena War Takjil yang Menjadi Tren Saat Ramadan". Kumparan.com.
  3. ^ "Kenapa Takjil Jadi Buruan Umat Lintas Agama?". gaya hidup. Diakses tanggal 2026-02-15.
  4. ^ ipb.ac.id (2025-03-05). "Fenomena War Takjil Saat Ramadan, Apa Kata Pakar IPB University?". IPB University. Diakses tanggal 2026-02-15.
  5. ^ Hadi, Muhammad Wafi Hilman Luthfil; Kurniaji, Jermanda Ridwan; Hidayat, Syamsul. "ANALISIS NILAI MANFAAT DALAM FENOMENA PEMBAGIAN TAKJIL GRATIS DI BULAN RAMADAN | Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam" (dalam bahasa American English).
  6. ^ UPNVJ, Humas. "Spreading Happiness, DKM UPNVJ Distributes Takjil to Students During the Month of Ramadan - UPN "Veteran" Jakarta". www.upnvj.ac.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-15.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya