Wiyata mandala

Wiyata mandala atau lingkungan pendidikan adalah pendekatan pendidikan, budaya pembelajaran, dan lingkungan fisik yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai karakteristik peserta didik serta berbagai aktivitas pembelajaran.

Wiyata mandala atau lingkungan pendidikan dapat merujuk pada suatu pendekatan pendidikan, konteks budaya, atau lingkungan fisik (ruang belajar) tempat proses pembelajaran dan pengajaran berlangsung. Istilah lingkungan pendidikan digunakan sebagai makna luas dari kata "tempat belajar",[1] tetapi wiyata mandala biasanya mengacu pada konteks filsafat pendidikan atau pengalaman pengetahuan yang diperoleh peserta didik. Selain itu, istilah ini juga mencakup berbagai budaya belajar, termasuk nilai-nilai dan karakteristik yang mendasarinya, cara individu berinteraksi, struktur tata kelola, serta filosofi yang diterapkan. Dalam konteks masyarakat, wiyata mandala atau lingkungan belajar juga dapat merujuk pada budaya masyarakat serta budaya wilayah tempat lingkungan belajar tersebut berada.

Wiyata mandala sangat beragam dalam hal penerapan, gaya belajar, organisasi, dan jenis lembaga pendidikan. Budaya dan konteks suatu tempat atau organisasi mencakup berbagai faktor, seperti cara berpikir, berperilaku, dan bekerja yang dikenal sebagai budaya organisasi.[2] Dalam wiyata mandala seperti lembaga pendidikan, budaya dan konteks tersebut juga meliputi karakteristik operasional para pendidik, rombongan belajar, atau institusi; filosofi pendidikan dan pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik; serta berbagai budaya belajar yang mencakup nilai-nilai, karakteristik, cara individu berinteraksi, struktur tata kelola, filosofi pembelajaran, gaya belajar, dan pendekatan pedagogis yang digunakan. Selain itu, wiyata mandala juga dipengaruhi oleh budaya masyarakat tempat proses pembelajaran berlangsung. Meskipun lingkungan fisik tidak secara langsung menentukan aktivitas pendidikan, terdapat bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara kondisi lingkungan sekolah dengan berbagai aktivitas pembelajaran yang berlangsung di dalamnya.[3]

Etimologi

Secara etimologis, wiyata mandala berasal dari bahasa Sanskerta, melalui penggunaan dalam bahasa Jawa, yang kemudian diserap ke bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, wiyata berasal dari bahasa Sanskerta वियत (viyata) yang berarti pengajaran atau pelajaran. Kata wiyata merupakan bentuk serapan yang telah lama digunakan dalam tradisi pendidikan Jawa dan Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wiyata didefinisikan sebagai pengajaran; pelajaran.[4] Sedangkan mandala berasal dari bahasa Sanskerta मण्डल (maṇḍala), yang secara harfiah berarti lingkaran, wilayah, kawasan, atau lingkungan.[5] Dalam perkembangannya di berbagai bahasa di Asia (termasuk Indonesia), maknanya meluas menjadi daerah, kawasan, atau lingkungan tertentu. Jadi, Wiyata Mandala berarti lingkungan pendidikan tempat proses belajar-mengajar.

Wawasan

Wawasan wiyata mandala adalah cara memandang sekolah dalam lingkungan pendidikan dan pembelajaran. Dapat juga diartikan sebagai pandangan atau sikap hidup terhadap sekolah sebagai lingkungan pendidikan. Dasar hukum wawasan wiyata mandala ditetapkan oleh Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) nomor 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 sebagai sarana ketahanan sekolah.

Wawasan Wiyata Mandala merupakan konsepsi atau cara pandang; bahwa sekolah adalah lingkungan atau kawasan penyelenggaran pendidikan

Proses seorang siswa untuk bisa memiliki wawasan wiyata mandala harus melalui tiga tahap. Tahap yang pertama adalah mengetahui, yang kedua adalah mengenal, yang ketiga adalah mencintai.[6]

  1. Mengetahui: Lingkungan fisik sekolah adalah lingkungan yang dapat diketahui melalui panca indera. Contohnya mengetahui tempat ruang guru di mana. Mengetahui letak perpustakaan di mana. Mengetahui fasilitas apa saja yang ada di sekolah.
  2. Mengenal: Setelah mengetahui, letak sebuah lingkungan fisik, siswa harus mengenalnya. Berarti memahami seluk beluknya. Misalnya setelah mengetahui letak perpustakaan, harus dikenali perpustakaan tersebut. Apa saja yang ada di perpustakaan, dan bagaimana fungsi dan cara memanfaatkan koleksi perpustakaan.
  3. Mencintai: Setelah mengenal, tahap selanjutnya adalah mencintai. Semua lingkungan yang ada di sekolah harus dicintai. Misalnya sudah mengenal perpustakaan, perpustakaan tersebut harus dicintai dengan cara dimanfaatkan, dikunjungi, dan dijaga kebersihannya.

Tahap mengetahui, mengenal, dan mencintai juga harus dilakukan terhadap lingkungan sosialnya. Mengetahui guru, mengenal guru, kemudian mencintai guru dalam wujud takzim, hormat dan patuh terhadap tugas yang diberikan.

Referensi

  1. ^ Eglossary, definition. Retrieved 2016-04-05
  2. ^ Merriam-Webster Dictionary. Retrieved 2016-03-20
  3. ^ Horne-Martin, S (2002). "The classroom environment and its effects on the practice of teachers". Journal of Environmental Psychology. 22 (1–2): 139–156. doi:10.1006/jevp.2001.0239.
  4. ^ "Arti kata wiyata". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal {{subst:CURRENTDAY}}. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  5. ^ Etymonline: Origin and history of mandala
  6. ^ Wawasan Wiyata Mandala, LenteraKecil.com

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.
Kembali kehalaman sebelumnya