Acung jangkung
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Mei 2025) |
| Acung jangkung | |
|---|---|
| Inflorescence at Hortus Botanicus | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Monokotil |
| Ordo: | Alismatales |
| Famili: | Araceae |
| Genus: | Amorphophallus |
| Spesies: | A. decus-silvae
|
| Nama binomial | |
| Amorphophallus decus-silvae Backer & Alderw. 1863
| |
Acung Jangkung (Amorphophallus decus-silvae) adalah spesies tumbuhan berbunga dari genus Amorphophallus dalam famili Araceae. Tanaman ini dikenal sebagai tumbuhan endemik Indonesia yang hanya ditemukan di sebagian wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Acung Jangkung termasuk salah satu jenis tumbuhan langka yang mendapatkan perhatian dalam upaya konservasi tumbuhan Indonesia.[1]
Deskripsi
Tanaman ini tumbuh dari umbi bawah tanah berukuran besar dan memiliki satu batang semu tegak yang menopang daun majemuk besar menyerupai payung. Saat berbunga, Amorphophallus decus-silvae menghasilkan bunga majemuk berukuran besar yang terdiri dari spadiks dan spata khas anggota keluarga Araceae. Penampakan bunganya menyerupai spesies sejenis seperti bunga bangkai (Amorphophallus titanum).
Habitat dan sebaran
Amorphophallus decus-silvae tumbuh secara alami di hutan hujan tropis dataran rendah hingga dataran tinggi di Jawa bagian barat. Habitat yang disukainya adalah lingkungan yang lembap dan terlindung, dengan naungan dari pohon-pohon hutan. Namun demikian, keberadaannya semakin terancam akibat fragmentasi hutan dan alih fungsi lahan.[2]
Konservasi
Karena populasinya yang terbatas dan terus menurun, Acung Jangkung dikategorikan sebagai tumbuhan langka dan dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Beberapa upaya konservasi yang telah dilakukan antara lain pelestarian in situ di kawasan hutan lindung dan pengembangbiakan secara eks situ oleh lembaga konservasi tumbuhan.
Lihat pula
Referensi
- ^ "8 Tumbuhan Langka di Indonesia, Ada Keruing Bunga dan Julang". Detik.com. Detik Edu. Diakses tanggal 27 Mei 2025.
- ^ "Inilah 6 Tumbuhan Langka yang Dilindungi di Indonesia". Tribrata News. Divisi Humas Polri. Diakses tanggal 27 Mei 2025.
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.